Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang pengertian buzzer dan seberapa pengaruhnya mereka dalam pemasaran online. Salah satu kunci sukses menjalankan sebuah bisnis online adalah dengan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara kamu dalam menarik audiens untuk melakukan pembelian produk atau menggunakan jasa yang kamu tawarkan secara online. Baik lewat media sosial, e-commerce, maupun halaman google. 

Nah, untuk menarik perhatian audiens atau pengguna media sosial lainnya, tentu tidaklah mudah ferguso. Butuh teknik persuasif yang kuat. Mari kita ambil contoh dari iklan Ramayana. Berkat keunikan dari seorang ibu-ibu yang keluar dari mejikon. Membuat iklan tersebut mudah dikenali oleh audiens hingga viral seantero jagat maya. Pasti kamu salah satu penontonnya kan? 

Hmm, pasti kamu pernah nonton iklan tersebut dari media sosial kan? Entah dari trending twitter, iklan di YouTube, atau lewat explore Instagram. Dalam dunia bisnis online, keberadaan buzzer atau influencer marketing sangat dibutuhkan oleh sebuah brand lho. Eits, tunggu dulu! Sebelum kamu menjudge buzzer dengan hal-hal negatif. Simak artikel yang satu ini sampai habis ya. Cekidot!

Apa itu Buzzer - Photo by Liza Summer from www,pexels.com
Apa itu Buzzer – Photo by Liza Summer from www,pexels.com

Sebenarnya Apa Sih Buzzer Itu? 

Lewat postingan konten di media sosial, baik itu berupa foto, vidio maupun tulisan yang berkaitan dengan produk atau layanan jasa yang ditawarkan, jauh lebih menarik perhatian audiens untuk berinteraksi dengan sebuah brand. Akan tetapi, untuk bisa mendapatkan perhatian audiens diantara milyaran pengguna media sosial lainnya, kamu harus bisa mengalahkan persaingan dari isi konten yang serupa. 

Tapi tenang, kamu bisa meminta bantuan dari tim digital marketing, para influencer, para affiliate, atau buzzer agency untuk menjadikan kontenmu mudah dilirik audiens. Tidak perlu menggunakan semuanya. Kamu bisa pilih salah satunya.

Nah, buzzer sendiri merupakan sebuah istilah bagi orang-orang yang bekerja untuk menyebarluaskan konten secara berulang-ulang untuk menjangkau lebih banyak akun di media sosial. Lewat kemampuan mereka dalam hal mempengaruhi dan memanipulasi pikiran calon konsumen, diharapkan bisa menjadikan konten tersebut menjadi viral. 

Baca juga: Strategi social proof untuk meningkatkan kepercayaan konsumen 

Seberapa pengaruhnya mereka - Photo by Evelina Zhu from www.pexels.com
Seberapa pengaruhnya mereka – Photo by Evelina Zhu from www.pexels.com

Seberapa Pengaruh Buzzer Dalam Pemasaran? 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buzzer digunakan untuk membangun citra yang lebih baik di media sosial. Misalnya kita ambil contoh dari buzzer politik, buzzer tersebut berupaya untuk membuat citra politisi tersebut lebih baik dimata netizen. 

Begitu juga dengan buzzer brand, tentu mereka akan membangun citra brand tersebut lebih baik lewat konten-konten yang dibagikannya di media sosial. 

Mengutip pernyataan pak Rudiantara di laman kominfo.go.id, belio menegaskan bahwa buzzer yang menyebar konten negatif, fitnah dan ujaran kebencian bakal ditindak tegas. Kemudian akun buzzer itu akan segera ditutup. Kalau yang baik-baik masih boleh dong, kan ya? 

Baca juga: Strategi brand talkability yang memanfaatkan jempol netizen 

Bedanya apa emang - Photo by Afta Putta from www.pexels.com
Bedanya apa emang – Photo by Afta Putta from www.pexels.com

Apa Bedanya Buzzer Dengan Para Affiliate? 

Walaupun sama-sama memasarkan konten produk atau layanan jasa di media sosial. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang cukup terlihat jelas. Salah satunya yakni dilihat dari jumlah pengikutnya. 

Untuk buzzer sendiri, mereka tidak harus memiliki banyak pengikut untuk bisa memasarkan konten. Yang terpenting adalah seberapa banyak akun yang bisa mereka jalankan untuk bisa memaksimalkan konten tersebut sampai viral. 

Buzzer seringkali tidak sendirian dalam menjalankan tugasnya, mereka biasanya bekerja dalam satu tim yang beranggotakan hingga belasan orang. Sedangkan para affiliate, mereka hanya bisa memiliki satu akun untuk mempromosikan konten produk atau layanan jasa yang dikerjakannya dan tentu jumlah pengikut akunnya berasal dari teman-temannya.

Nah itu dia ulasan mengenai pengaruh buzzer dalam pemasaran bisnis online. Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di TikTok seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenal akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers TikTok dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.