Suka Duka Jualan di Media Sosial, Dari PHP Sampai Susahnya FYP

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar isi dompet? Semoga cepat terisi yah. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang suka dukanya jualan di media sosial. Dalam menjalani sebuah bisnis, akan jauh lebih mudah bila kita sudah memiliki mindset berjuang. Dapetin ayang aja bisa, masa bergabung di BisnisOn belum nyoba. 

Tenang aja lur! Menjadi seorang pebisnis masih bisa mengalahkan mas-mas berseragam lainnya kok. Asalkan mau bekerja keras, kamu bisa dapatkan emas. Dalam perjalanan merintis bisnis, kamu pasti pernah menemui beberapa hal yang kadang bikin hati ’nyes’ untuk diingat kembali kan? Mulai dari pembeli yang suka PHP sampai sulitnya masuk FYP. Ikuti mimin terus ya untuk cari tahu suka dukanya jualan di media sosial, biar kita bisa saling evaluasi bareng-bareng. Let’s go. 

#1. Mencari Target Pasar Itu Butuh Proses 

Jualan di media sosial, baik itu di Facebook, Twitter, Instagram, hingga TikTok memang tidak semudah membuat mie instan. Kita harus benar-benar mengetahui target pasar dari masing-masing media sosial tersebut. Kita ambil contoh dari TikTok. Menurut Ginee.com hampir sebagian besar pengguna TikTok berada di rentang usia 18-34 tahun. 

Maka dari itu, kita harus mengetahui apa saja kebutuhan mereka di usia-usia segitu. Bisa kita asumsikan, bahwa hampir sebagian besar pengguna TikTok masih mengenyam dunia pendidikan. Misalnya, kita akan mengambil pasar anak kuliahan yang kuliah di jurusan informatika. 

Tentu saja, leptop, keyboard wireless, mouse gaming atau alat-alat elektronik lainnya akan lebih cocok untuk menarik minat mereka. Dan kita bisa mempromosikan barang tersebut jauh lebih terarah.

Baca juga: Strategi pemasaran yang memanfaatkan jempol netizen 

#2. Mengumpulkan audiens itu butuh proses 

Setelah kita mengunggah konten vidio, foto, atau tulisan di media sosial seputar barang yang kita jual, tidak serta merta kita tinggalkan begitu saja dan hanya menunggu konsumen datang. Tapi kita juga perlu melakukan strategi lainnya untuk lebih menarik perhatian audiens. Untuk mendapatkan strategi bisnis lainnya, kamu bisa cek di www.bisnison.com di situ banyak informasi mengenai strategi bisnis yang bisa kamu pelajari dan aplikasikan. 

Lalu setelah semua dipelajari sambil berproses tak lupa kita juga harus rajin posting atau rajin membuat konten jualan agar orang-orang bisa tahu dan ingat bahwa kita itu jualan. 

Mengutip dari laman bisnison.com untuk memasarkan iklan, baik lewat radio, televisi, hingga media sosial seperti sekarang, harus dilakukan secara berulang-ulang supaya audiens benar-bener memperhatikan iklan yang kita pasarkan tersebut. 

Baca juga: Strategi social proof untuk meningkatkan kepercayaan pembeli di media sosial 

#3. Mengembangkan akun medsos bisnis itu butuh proses 

Untuk menarik audiens, untuk mau mengikuti akun bisnis yang teman-teman jalankan, harus ada konten yang relate dengan mereka. Misalnya, kita ambil contoh dari target pasar tadi. Kita bisa cari tahu apa saja yang sering dikeluhkan oleh orang-orang yang berkuliah di jurusan informatika tersebut. 

Misalnya, mood untuk skripsian lagi bagus, eh tiba-tiba laptop nggak mau nyala. Nah, dari keluhan-keluhan ini kita bisa memanfaatkannya sebagai media promosi dari barang yang kita jual. Contohnya, teman-teman bisa memasarkan produk laptop dengan spesifikasi dewa biar nggak gampang mati-matian. 

Kalian juga bisa menambahkan beberapa jumlah followers atau like di akun media sosial bisnismu untuk menambahkan kepercayaan audiens. Seperti yang kita ketahui, jumlah followers di media sosial terutama di TikTok seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenal akun tersebut.

Kami sebagai penyedia layanan SMM Panel di Indonesia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kalian untuk memilih kami sebagai teman menemani perjalanan bisnis di media sosial. Kami juga sangat terbuka untuk mendengarkan keluh kesah kalian terhadap kualitas pelayanan kami. Mulai dari pelayanan, fitur, dan keluhan bug. Mohon bantu kami dengan klik ‘tulisan ini’ untuk bisa saling terhubung lebih dekat. 

Read More

LinkedIn Luncurkan Fitur Halaman Buletin Untuk Share Content Marketing

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog Kali ini akan membahas tentang fitur terbaru dari Linkedln yang bisa digunakan untuk memasarkan konten marketing. Lewat fitur ‘Halaman Buletin’ temen-temen bisa share artikel yang membahas tentang pengetahuan produk dari bidang usaha yang dijalankannya. Simak cara penggunaanya berikut ini yaa. Cekidot!  

Mengutip dari laman databoks.com jumlah pengguna Linkedln di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 20,46 juta pengguna. Sebagian besar pengguna berada di rentang usia 34 sampai 54 tahun. 

Linkedln kerap kali digambarkan sebagai media sosial untuk ‘serius’ dan jauh dari pencitraan. Dalam artian, temen-temen yang pernah atau sesekali membuka Linkedln akan menjumpai orang-orang yang sedang membangun relasi, mencari partner bisnis, atau mencari pekerjaan. 

Seakan memahami kebutuhan penggunanya, Linkedln berusaha untuk memaksimalkan platform tersebut untuk bisa digunakan dalam hal membangun relasi lewat fitur ‘Halaman Buletin’. Harapannya, fitur terbaru ini dapat memicu percakapan dan mendorong keterlibatan audiens untuk membahas konten artikel yang temen-temen unggah. Berharap boleh toh? Tapi jangan sampai berlebihan ya, biar tidak sakit hati nantinya, hehe.

linkedln - www.bisnison.com
linkedln – www.bisnison.com

Alasan kenapa kalian kudu coba fitur baru ini 

Selain sebagai media untuk membangun relasi, fitur terbaru ini juga menawarkan berbagai keunggulan yang tak kalah menarik lainnya. Mari kita bahas selengkapnya berikut ini. Let’s go! 

#1. Menjadi sarana komunitas 

Fitur ini tidak jauh beda dengan halaman yang ada di Facebook. Memungkinkan audiens untuk saling sharing seputar topik yang sama. Ya, mirip-mirip grup WhatsApp gitu deh tapi versi desktopnya. Misalnya kamu ingin membuat halaman tentang Belajar Marketing. Kamu bisa membuat artikelnya terlebih dahulu kemudian di share di halaman tersebut untuk mendorong keterlibatan audiens. 

Para audiens tidak hanya sekedar mendapatkan ilmu saja, tapi juga bisa untuk berlangganan terhadap halaman yang telah kamu buat tersebut. Setelah berlangganan, audiens bisa mendapatkan notifikasi setiap kali artikel kamu diterbitkan disana. 

Baca juga: Strategi community marketing untuk menarik simpati konsumen 

#2. Media campaign produk 

Keistimewaan selanjutnya dari fitur terbaru ini adalah sebagai media campaign produk yang akan dirilis atau sedang dirilis. Memungkinkan halaman untuk memberitahukan kepada pengikut lewat notifikasi. 

Halaman ini bisa kamu gunakan di profil pribadi maupun perusahaan. Dan untuk membuat buletin di Halaman Perusahaan, klik kolom ‘Tulis artikel’ di bagian atas halaman beranda, kemudian akan membawamu ke alat penerbitan.

Baca juga: Strategi pemasaran yang memanfaatkan jempol netizen

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di TikTok seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenal akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers TikTok dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

Apa Itu Buzzer? Seberapa Pengaruhnya Dalam Pemasaran Online

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang pengertian buzzer dan seberapa pengaruhnya mereka dalam pemasaran online. Salah satu kunci sukses menjalankan sebuah bisnis online adalah dengan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara kamu dalam menarik audiens untuk melakukan pembelian produk atau menggunakan jasa yang kamu tawarkan secara online. Baik lewat media sosial, e-commerce, maupun halaman google. 

Nah, untuk menarik perhatian audiens atau pengguna media sosial lainnya, tentu tidaklah mudah ferguso. Butuh teknik persuasif yang kuat. Mari kita ambil contoh dari iklan Ramayana. Berkat keunikan dari seorang ibu-ibu yang keluar dari mejikon. Membuat iklan tersebut mudah dikenali oleh audiens hingga viral seantero jagat maya. Pasti kamu salah satu penontonnya kan? 

Hmm, pasti kamu pernah nonton iklan tersebut dari media sosial kan? Entah dari trending twitter, iklan di YouTube, atau lewat explore Instagram. Dalam dunia bisnis online, keberadaan buzzer atau influencer marketing sangat dibutuhkan oleh sebuah brand lho. Eits, tunggu dulu! Sebelum kamu menjudge buzzer dengan hal-hal negatif. Simak artikel yang satu ini sampai habis ya. Cekidot!

Apa itu Buzzer - Photo by Liza Summer from www,pexels.com
Apa itu Buzzer – Photo by Liza Summer from www,pexels.com

Sebenarnya Apa Sih Buzzer Itu? 

Lewat postingan konten di media sosial, baik itu berupa foto, vidio maupun tulisan yang berkaitan dengan produk atau layanan jasa yang ditawarkan, jauh lebih menarik perhatian audiens untuk berinteraksi dengan sebuah brand. Akan tetapi, untuk bisa mendapatkan perhatian audiens diantara milyaran pengguna media sosial lainnya, kamu harus bisa mengalahkan persaingan dari isi konten yang serupa. 

Tapi tenang, kamu bisa meminta bantuan dari tim digital marketing, para influencer, para affiliate, atau buzzer agency untuk menjadikan kontenmu mudah dilirik audiens. Tidak perlu menggunakan semuanya. Kamu bisa pilih salah satunya.

Nah, buzzer sendiri merupakan sebuah istilah bagi orang-orang yang bekerja untuk menyebarluaskan konten secara berulang-ulang untuk menjangkau lebih banyak akun di media sosial. Lewat kemampuan mereka dalam hal mempengaruhi dan memanipulasi pikiran calon konsumen, diharapkan bisa menjadikan konten tersebut menjadi viral. 

Baca juga: Strategi social proof untuk meningkatkan kepercayaan konsumen 

Seberapa pengaruhnya mereka - Photo by Evelina Zhu from www.pexels.com
Seberapa pengaruhnya mereka – Photo by Evelina Zhu from www.pexels.com

Seberapa Pengaruh Buzzer Dalam Pemasaran? 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buzzer digunakan untuk membangun citra yang lebih baik di media sosial. Misalnya kita ambil contoh dari buzzer politik, buzzer tersebut berupaya untuk membuat citra politisi tersebut lebih baik dimata netizen. 

Begitu juga dengan buzzer brand, tentu mereka akan membangun citra brand tersebut lebih baik lewat konten-konten yang dibagikannya di media sosial. 

Mengutip pernyataan pak Rudiantara di laman kominfo.go.id, belio menegaskan bahwa buzzer yang menyebar konten negatif, fitnah dan ujaran kebencian bakal ditindak tegas. Kemudian akun buzzer itu akan segera ditutup. Kalau yang baik-baik masih boleh dong, kan ya? 

Baca juga: Strategi brand talkability yang memanfaatkan jempol netizen 

Bedanya apa emang - Photo by Afta Putta from www.pexels.com
Bedanya apa emang – Photo by Afta Putta from www.pexels.com

Apa Bedanya Buzzer Dengan Para Affiliate? 

Walaupun sama-sama memasarkan konten produk atau layanan jasa di media sosial. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang cukup terlihat jelas. Salah satunya yakni dilihat dari jumlah pengikutnya. 

Untuk buzzer sendiri, mereka tidak harus memiliki banyak pengikut untuk bisa memasarkan konten. Yang terpenting adalah seberapa banyak akun yang bisa mereka jalankan untuk bisa memaksimalkan konten tersebut sampai viral. 

Buzzer seringkali tidak sendirian dalam menjalankan tugasnya, mereka biasanya bekerja dalam satu tim yang beranggotakan hingga belasan orang. Sedangkan para affiliate, mereka hanya bisa memiliki satu akun untuk mempromosikan konten produk atau layanan jasa yang dikerjakannya dan tentu jumlah pengikut akunnya berasal dari teman-temannya.

Nah itu dia ulasan mengenai pengaruh buzzer dalam pemasaran bisnis online. Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di TikTok seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenal akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers TikTok dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

Brand Talkability: Strategi Pemasaran Online Yang Memanfaatkan Jempol Netizen

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang strategi bisnis yang memanfaatkan jempol netizen untuk dikenal. Lah kok bisa ya min? Kalau diliat dari kandungan namanya yang sudah berusia delapan bulan. Eh ups! Istilah yang satu ini menjelaskan tentang teknik pemasaran online yang memanfaatkan citra brand sebagai media promosi. Hal ini bisa baik maupun buruk loh lur. 

Dalam kasus yang sedang ramai diperbincangkan di twitter baru-baru. Ada salah satu brand asal Indonesia yang pergi ke ajang paris fashion week tahun 2022 yang konon katanya diundang oleh pihak penyelenggara untuk menghadiri undangan tersebut. Usut punya usut, brand tersebut sebenarnya tidak di undang ke ajang perhelatan termegah itu loh. Melainkan hanya pergi ke paris diwaktu yang sama. Namun, berbeda event. 

Ibaratnya, kaya kita lagi touring sama temen. Tiba-tiba dijalan ada yang nikahan dan kita berhenti sejenak untuk makan disana. Padahal ngga kenal juga tuh sama si penggantinya. Eh ujug-ujug langsung abis aja tuh rabegnya. 

Rasa penasaran - Photo by homestudio from www.freepik.com
Rasa penasaran – Photo by homestudio from www.freepik.com

Faktor-faktor yang menggerakan jempol netizen

Di era percepatan informasi seperti sekarang ini, berita apapun yang ada di belahan dunia bisa kita ketahui dengan cepat lewat peranan media sosial. Mulai dari skandal durasi 2 menit sampe anak artis yang baru bisa naik sepeda pun kita jadi tahu berkat media sosial. 

Lantas, faktor apa yang menjadikan informasi tersebut mudah tersebar dengan cepat di media sosial? Simak selengkapnya setelah ini ya lur. Lanjuttt! 

#1. Rasa penasaran 

Pernah ngga sih kalian membuka sesuatu yang jelas-jelas ada tulisan ‘jangan dibuka’. Entah kenapa, semakin dilarang kita jadi semakin penasaran ya? Sama halnya dengan gosip yang trending di twitter.  

Faktor penasaran tersebutlah yang akhirnya kita sebagai netizen terkena strategi brand talkability. Tentu saja strategi ini tercipta atas pemikiran mind blowing para tim marketing brand tersebut yang memang memanfaatkan rasa penasaran ini sebagai media promosi mereka. Supaya brand mereka ‘diomongin sama netizen’.

Baca juga: Seberapa pengaruhnya buzzer dalam pemasaran online 

Baik lewat prestasi sampai kontroversi yang intinya memotivasi konsumen untuk berdiskusi, nyinyir, sambat dan berbagi cerita lainnya seputar brand yang lagi trending tersebut. 

#2. Rasa Humor 

Dalam segudang konten yang merupakan media komunikasi digital, brand perlu membekali diri dengan wawasan terbaik mereka jika ingin berhasil berkomunikasi kepada audiens, terutama di media sosial yang potensial.

Menurut buku yang mimin baca, karya Oh Su Hyang yang berjudul Bicara Itu Ada Seninya. Belio menuliskan bahwa rasa humor bisa mencairkan suasana yang kaku dan menjadikannya sebagai pelumas komunikasi. 

Terutama vidio-vidio parodi. Lewat humor, komedi dan bahasa candaan bisa bikin komunikasi brand terhadap audiens jadi lebih friendly. 

Baca juga: Ubah gaya komunikasi brand yang kaku lewat Teknik Anthropomorphic

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

Cara Menghasilkan Uang Dari YouTube Lewat Fitur Terbarunya

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang cara menghasilkan uang dari YouTube lewat fitur terbarunya. Tidak hanya Atta Halilintar dan Ria Ricis saja yang boleh melenggang di platform YouTube. Kamu juga berkesempatan untuk menggeser kedudukan mereka lho. Asalkan Atta dan Ria Ricis pamit dari YouTube mereka, hehe. 

Mengutip dari laman markettreading.com, hampir sebagian besar orang menonton vidio YouTube dari smartphone. Selain enak untuk menonton podcast closethedoor sambil rebahan. Ternyata fitur terbaru ini akan hadir dalam versi pengguna smartphone. Simak selengkapnya hanya disini. Check this out! 

YouTube Short Vidio - Photo by michael burrows from www.pexels.com
YouTube Short Vidio – Photo by michael burrows from www.pexels.com

Menghasilkan uang lewat fitur short vidio YouTube 

Persaingan bisnis tidak hanya terjadi di sesama pelapak saja, tetapi sesama pengembang media sosial pun ikut merasakannya. Berbagai fitur pun silih berganti mewarnai suasana media sosial. Bila rekan-rekan BisnisOn ingat, tempo lalu di tahun 2021, twitter resmi menghapus fitur fleets. Fitur yang mirip seperti Instagram stories ini, hanya berjalan selama 8 bulan saja. 

Mengutip dari pernyataan Veronica Utami selaku Direktur Marketing Google Indonesia Filipina dan YouTube Asia Tenggara, “Dengan kehadiran fitur ini kami ingin mempermudah kreator untuk berkreasi dari handphone mereka, mereka bisa secara mudah berkreasi, mengedit, dan meng-upload hasilnya,” 

Seakan tidak mau ketinggalan tren, YouTube segera meluncurkan fitur short vidio yang mirip seperti Instagram stories. Memungkinkan para kreator untuk membuat vidio berdurasi singkat, sekitar 15 detik hingga 1 menit. Terdengar mudah bukan? Begitu pula dengan penawaran yang akan YouTube berikan. 

Sebagai platform media sosial terpopuler nomor dua di seluruh dunia. Fitur short vidio diharapkan bisa kembali memikat hati pengguna dengan cara memperluas konten dalam fitur tersebut  dan memonetisasinya. 

Baca juga: Cara menghasilkan uang dari Instagram 

Fitur Terbaru YouTube - Photo by kampus production from www.pexels.com
Fitur Terbaru YouTube – Photo by kampus production from www.pexels.com

Cara memonetisasi konten lewat fitur short vidio YouTube 

Penggunaan fitur terbaru dari YouTube ini, akan menghemat waktu para tim pemasaran dan para pembuat konten dalam memproduksi vidio. Cukup 15 detik hingga 1 menit, konten vidio marketingmu sudah bisa di tonton oleh jutaan pengguna YouTube lainnya. Akan tetapi, lewat fitur ini rekan-rekan BisnisOn dituntut untuk lebih kreatif dalam memasarkan produk atau layanan jasa secara soft selling dalam waktu singkat. 

Tapi tenang, kini YouTube berencana untuk memperkenalkan cara baru bagi mereka yang ingin memonetisasi konten shorts vidio YouTube. Cara yang pertama, yakni dengan memperluas konten pemasaran. Kedua, dengan menghadirkan fitur chat untuk bisa saling bertukar pesan. Dan terakhir, yakni memungkinkan pengguna untuk berbelanja dari short vidio YouTube. 

Baca juga: Cara menghasilkan uang dari Twitter 

Nah itu dia ulasan mengenai cara menghasilkan uang dari youtube lewat fitur terbarunya. Ayo! tunggu apalagi. Saatnya bangun ide konten vidio pemasaran mu lewat fitur terbaru YouTube. 

Read More

Mengenal Social Proof Sebagai Strategi Jitu Pemasaran Bisnis Online

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang social proof. Sebuah fenomena unik dalam dunia pemasaran. Ketika membangun sebuah bisnis, baik itu secara fisik mau pun online. Memasarkan produk adalah hal terpenting yang wajib dilakukan secara konsisten dan berskala. Mulai dari beriklanan di media sosial hingga memasang spanduk di toko fisik. Upaya ini dilakukan untuk memperkenalkan produk ke masyarakat calon pembeli. Kamu juga bisa gunakan jasa influencer untuk menyebarluaskan konten produk melalui media sosial. 

Sebelum adanya media sosial, memasarkan produk banyak dilakukan dari mulut ke mulut. Biasanya pembeli akan secara sukarela merekomendasikan produk ke orang-orang terdekatnya karena merasa puas dengan barang atau pelayanan yang telah diberikan. Rekan BisnisOn! Bisa bayangkan, hanya dari satu orang saja bisa membawa pengaruh yang begitu kuat terhadap lingkungan sekitar mengenai citra dari tokomu. Konsep inilah yang sampai saat ini tetap dipertahankan walau perkembangan zaman telah berubah secara digital.

Social Proof – Photo by Henry Perks from www.unsplash.com

Seberapa pentingnya social proof dalam dunia bisnis 

Social Proof atau bukti sosial adalah sebuah gagasan yang mengatakan bahwa tindakan seseorang bisa dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Terutama pada situasi yang masih baru atau asing baginya dan cenderung mempertimbangkan omongan orang yang telah lebih dulu melakukannya. 

Beberapa jenis social proof yang paling umum adalah ulasan online, sertifikasi dari sebuah lembaga, rekomendasi dari teman, keluarga, atau influencer. Baik itu berupa ucapan, tulisan maupun vidio. Tindakan tersebut sangat membantu calon pembeli untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai baik, buruknya sebuah produk atau layanan sebelum melakukan transaksi pembelian maka dari itu social proof berperan penting dalam mempengaruhi keputusan calon pembeli terlebih dalam bisnis online. 

Strategi ini juga bisa meningkatkan kepercayaan pembeli loh. Semakin banyak ulasan, semakin bermanfaat pula bagi calon pembeli lainnya dalam memutuskan pembelian sebuah produk atau layanan jasa di toko online. Penggunaan social proof sering di identifikasikan dengan rating bintang.

Baca Juga: Strategi Decoy-Effect Dalam Menentukan Harga Produk 

Before After – Photo form www.googleimage.com

Cara mengemas social proof di media sosial 

Seperti namanya, social proof atau bukti sosial, mengharuskan kamu memberikan bukti nyata kepada calon pembeli lainnya dengan menjadikannya sebagai konten di media sosial. Salah satunya lewat konten before-after. 

Ketika pembeli memberikan ulasan testimoni mengenai produk atau layanan jasa di kolom penilaian e-commerce atau melalui pesan WhatsApp. Kamu bisa membagikan bukti tersebut lewat akun media sosial bisnis yang kamu miliki, seperti lewat story instagram, menjadikan sebagai sorotan di instagram, atau menaruh bukti tersebut di profil whatsapp bisnismu. Hal ini dikarenakan jejak digital akan tersimpan dalam waktu lama dan menghemat ruang. 

Baca juga: Strategi Affiliate Marketing dalam dunia bisnis

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

Jalin Kedekatan Pembeli dengan 4 Fitur WhatsApp Business

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang fitur-fitur WhatsApp Business yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan pemasaran. Dalam upaya memasarkan produk, penggunaan WhatsApp kerap kali dipandang sebelah mata. Padahal bila dilihat dengan data, pengguna aplikasi obrolan ini telah mencapai 2 miliar pengguna aktif di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang menempati urutan keempat sebagai pengguna terbanyak, yakni 68,8 juta. 

Walaupun berbeda dengan aplikasi media sosial lainnya yang bisa diakses tanpa batas. Penggunaan WhatsApp akan lebih cocok untuk menjalin kedekatan dengan pembeli, seperti menanyakan testimoni, mengingatkan akan ada promo, atau sebagai sarana komunikasi efektif. Simak sampai habis untuk mengetahui fitur-fitur WhatsApp Business yang bisa kamu gunakan. 

1. Fitur Katalog Untuk Menampilkan Produk

Fitur ini sangat cocok digunakan untuk kamu yang ingin mengunggah lebih dari satu produk. Dengan adanya fitur ini, memudahkan pembeli untuk melihat produk-produk yang ada ditokomu, seperti spesifikasi produk, harga, dan memudahkan pembeli untuk bertanya seputar produk tersebut. Selain itu, kamu juga bisa tambahkan lebih dari satu foto dalam satu produk. 

2. Fitur Share Lokasi Toko

Ketika pembeli membuka profil WhatsApp kamu, disitu kamu bisa menaruh sejumlah informasi yang dapat meningkatkan kepercayaan pembeli, seperti lokasi toko yang langsung diarahkan dengan google maps, alamat email, situs website, dan beberapa kalimat yang bisa kamu isi untuk menjelaskan apa yang kamu jual. 

Baca juga: https://bisnison.com/mengenal-praktik-cross-border-yang-bisa-hancurkan-umkm-lokal/

3. Fitur Pesan Otomatis 

Fitur balas pesan secara otomatis ini bisa kamu isi dengan kata-kata pembukaan yang sopan, daftar produk yang kamu jual, atau informasi tambahan seputar bisnis. Cara kerjanya cukup mudah, ketika seseorang pembeli yang menghubungi via chat, secara otomatis pesan yang telah kamu custom tersebut akan terkirim. 

4. Fitur Label 

Fitur yang satu ini digunakan untuk pengelompokan chat berdasarkan kriteria tertentu, seperti  prospek, pesan baru, menunggu pembayaran, dan pesan selesai. Selain kriteria yang telah disebutkan tadi, kamu bisa tambahkan judul kriteria baru yang sesuai dengan keinginanmu. 

Nah itu dia beberapa fitur yang dapat kamu gunakan untuk meningkatkan penjualan. Jalin komunikasi secara harmonis dengan pelanggan. Jadilah penjual yang friendly, ramah, dan sopan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan rekan BisnisOn! semua yaa.  

 

Read More

Mengenal Praktik Cross-border Yang Bisa Hancurkan UMKM Lokal

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang praktik cross-border yang marak terjadi di kalangan bisnis online. Kalian pernah nggak sih nemuin barang-barang murah di aplikasi belanja online? Buat kalian yang termasuk dalam sobat mendang-mending, pasti bakalan seneng banget kan tuh kalau berhasil nemuin barang murah di toko online. Ternyata oh ternyata, barang-barang murah yang sering kita temui di e-commerce marak terjadi praktik cross-border yang bisa merugikan UMKM lokal loh. 

Melansir dari detik.com cross-border merupakan perdagangan berbasis e-commerce dengan layanan pengiriman dari luar negeri atau sebaliknya. Jual beli di e-commerce memungkinkan penjual dari lintas negara bisa langsung bertransaksi dengan pembeli yang ada di Indonesia tanpa melalui proses bea, cukai serta pembayaran pajak. Hal inilah yang membuat harga barang-barang dari luar negeri yang di jual melalui e-commerce menjadi sangat murah. Membuat para UMKM lokal yang memproduksi jenis barang yang sama, harus bisa bersaing dengan harga barang dari luar negeri. 

Bagaimana tidak? Kalau saja pelaku UMKM lokal ikut banting harga dengan barang dari luar negeri, yang ada harga tersebut sulit untuk menutupi modal. Mau berdagang dengan harga normal pun jelas bakal ditinggal pembeli bertipe nggak peduli barangnya dari mana yang penting murah. Sejauh ini, pemerintah belum memberikan regulasi impor barang yang dijual melalui e-commerce. 

Menurut Ikhsan Ingratubun, selaku Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), jika praktik cross border tidak diregulasi secepatnya, maka akan merugikan banyak pihak. Pengusaha akan mengalami kerugian karena produk mereka akan kalah bersaing dengan produk cross-border ilegal yang harganya jauh lebih murah.

Baca juga: Strategi affiliate marketing dalam promosi produk di media sosial 

Bersama kita bangkit – Photo by Fauxels from www.pexels.com

Lalu, bagaimana sikap yang perlu kita ambil untuk dapat bersaing? 

Persaingan bisnis yang begitu ketat, baik secara offline maupun online melalui e-commerce, memaksa kita selaku pelaku usaha untuk bisa bersaing dengan barang-barang dari luar negeri. Dengan memberikan kualitas terbaik. Namun, harga tak beda jauh, kesempatan untuk bisa diterima di masyarakat masih ada. 

Baca juga: https: Strategi decoy effect untuk kelancaran bisnis online

Nah, itu dia ulasan mengenai praktik cross-border yang sering kita temui di aplikasi belanja online. Faktor pembelilah yang memegang kendali penuh atas terjadinya praktik ini. Jika saja pembeli lebih memperdulikan nasib UMKM lokal dan menjauhi gengi untuk bisa maju bersama-sama, rasanya praktik semacam ini akan kehilangan pamornya. 

Promosi - www.bisnison.com

Read More

Mengenal Teknik Decoy Effect Untuk Meningkatkan Penjualan

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang teknik decoy effect untuk meningkatkan penjualan di media sosial. Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, kini kita bisa mengembangkan bisnis melalui media sosial. Coba deh kamu cek, seberapa banyak temanmu yang sudah mulai melakukan bisnisnya dengan membuat akun media sosial baru yang dikhususkan untuk menaruh foto produk atau layanan jasanya disana. Sudah banyak bukan? 

Berdasarkan data dari internetworldstats, pengguna internet di Indonesia mencapai 212,35 juta jiwa dan menjadi pengguna internet terbanyak ketiga di asia. Artinya ada banyak peluang untuk kamu dalam memasarkan produk atau layanan jasa di Internet. Salah satunya dengan penggunaan media sosial, seperti marketplace Facebook, Instagram store, thread Twitter, serta spill vidio di TikTok. Nah sebelum memasarkan produk di media sosial, kamu harus tahu teknik yang satu ini. Simak sampai habis untuk mendapatkan satu juta pembeli pertamamu.

Cara untung besar di media sosial - Photo from www.shutterstock.com
Tentukan pilihanmu – Photo from www.shutterstock.com

Apa itu Decoy Effect ? 

Teknik Decoy effect adalah cara mempengaruhi calon pembeli dalam memutuskan keputusannya ketika melihat iklan produk atau layanan jasa yang kita unggah di media sosial. Caranya adalah dengan memberikan sebuah pilihan.  

Gunakan teknik ini dengan memberikan tiga pilihan harga yang berbeda-beda. Contohnya, untuk ukuran gelas kecil sebuah thaitea diberi harga 10.000, kemudian ukuran sedang diberi harga 15.000, dan untuk ukuran besar diberi harga 18.000.

Dengan memasukan pilihan medium, membuat pembeli merasa diuntungkan bila membeli ukuran besar karena harganya tidak beda jauh. Nah, teknik yang satu ini bertujuan untuk membuat harga minuman yang berukuran besar memiliki value yang lebih dibandingkan ukuran medium. Opsi medium inilah yang dinamakan dengan decoy. 

Cafe - Photo by Igor Starkov from www.pexels.com
Cafe – Photo by Igor Starkov from www.pexels.com

Contoh teknik Decoy Effect

Tanpa temen-temen sadari, teknik ini kerap kali terjadi di platform e-commerce. Seringnya terjadi di toko-toko yang menjual barang-barang printilan, seperti perabotan rumah tangga, aksesoris handphone, atau aksesoris kendaraan. Menjual barang-barang murah. Namun, dengan biaya ongkos kirim yang mahal. Sehingga membuat kita membeli barang-barang yang sebetulnya tidak diperlukan hanya untuk mencapai minimum biaya gratis ongkos kirim.

Baca juga: Strategi monkey bisnis dibalik harga barang yang tiba-tiba naik 

Contoh lain dari layanan jasa yang bisa kita gunakan teknik decoy effect adalah bengkel motor. Jika pelanggan service motor hanya mengganti oli dengan harga 35.000 maka berikan pilihan service rantai yang diberi harga 50.000 lalu tambahkan opsi ketiga yaitu dengan mengganti oli dan rantai hanya dikenakan 55.000 disertai penulisan yang persuasive. Misalnya “Ganti oli dan lakukan perawatan rantai untuk membuat motor anda, layaknya motor baru”. 

Dengan menggunakan teknik ini, diharapkan dapat menghindari pelanggan membandingkan harga produk atau layanan jasa yang kita miliki dengan toko lain. Dari pada menurunkan harga untuk bisa menyaingi kompetitor, lebih baik berikan penawaran lebih dengan teknik yang satu ini. Sehingga pelanggan lebih banyak menghabiskan uangnya untuk memilih dari ketiga pilihan yang kita tawarkan tersebut. 

Baca juga: Strategi buzzer marketing dalam pemasaran di media sosial  

Nah itu dia penjelasan mengenai teknik decoy effect yang dapat memikat hati pembeli di media sosial. Seperti yang kita ketahui, jumlah followers di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredible atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Promosi - www.bisnison.com

Read More

Intip Fitur Terbaru Instagram Yang Akan Memudahkan Pengguna

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang fitur-fitur terbaru yang akan diluncurkan Instagram dalam waktu dekat ini. Penambahan fitur yang tengah dilakukan Instagram, tentu saja tujuannya untuk menarik lebih banyak hati penggunanya. Selain itu persaingan antar platform media sosial pun semakin memanas. Mulai dari Facebook yang kini menambahkan fitur story, Youtube yang tak ketinggalan dengan menambah fitur short vidio, hingga Instagram yang menambahkan fitur reels untuk menandingi platform berbagi vidio pendek asal tiongkok yang tengah naik daun saat ini. 

Instagram sendiri telah diunduh lebih dari 1 milyar pengguna melalui playstore dari total 7,8 milyar jiwa penduduk dunia saat ini. Rata-rata pengguna Instagram di Indonesia berada diusia 16-24 Tahun. Ini merupakan kesempatan emas pihak instagram untuk melakukan terobosan terbarunya soal fitur yang akan memudahkan pengguna dan para pembuat konten dalam mencari informasi dan menyebarluaskan informasi tersebut. Nah penasaran kan apa saja fitur terbaru yang akan diluncurkan Instagram, so simak sampe habis ya Sobat Bisnis On. 

Untuk saat ini Instagram tengah mempersiapkan peluncurkan fitur terbarunya dengan berencana mengubah tampilan home feed atau yang biasa kita lihat dengan logo rumah. Kedepannya nanti sistem timeline di home feed kita akan diurutkan berdasarkan apa yang disukai, yang paling menarik perhatian, dan yang paling banyak berinteraksi. So, buat teman-teman yang ingin mengunggah foto atau vidio di akun Instagram pribadi, siap-siap untuk di share juga di instagram story ya supaya postingan kamu tidak tenggelam. 

Instagram home feed – Photo by Adamo Mosseri from Instagram

Beberapa Perubahan dari Home Feed Instagram 

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Adam Mosseri menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan tiga pilihan kepada pengguna untuk memilih pada saat ingin menjelajahi home feed. Mulai dari Home, Following dan Favorites. Berikut ini mimin bakal jelasin satu persatu dari ketiga pilihan tersebut.

  1. Pilihan pertama yakni, Home. Ketika kamu memilih home, secara otomatis timeline Instagram akan berisikan rekomendasi konten yang mungkin akan disukai olehmu.
  2. Dan untuk pilihan yang kedua yakni, following. Ketika memilih opsi ini, secara otomatis timeline Instagram akan berisikan unggahan foto atau konten dari pengikut saja.
  3. Nah untuk pilihan yang terakhir yakni, favorites. Dimana kita bisa memasukan beberapa akun ke dalam daftar favorites yang nantinya ketika memilih pilihan ini secara otomatis timeline Instagram hanya akan berisikan konten-konten dari akun favorite saja. Fitur ini cocok banget buat kamu yang ingin mengasah keterampilan dan haus akan wawasan. Dengan menjadikannya sebagai akun favorite, kamu bisa menikmati konten tersebut secara eksklusif.

Dibalik gebrakan fitur terbaru yang telah diluncurkan oleh beberapa media sosial, sebenarnya ada fitur-fitur yang ditarik kembali karena kurang diminati oleh penggunanya. Mulai dari fitur IGTV yang kini harus dinonaktifkan, serta fitur fleets dari twitter yang juga harus dinonaktifkan. Namun, akankah tampilah home feed Instagram yang akan dirilis awal tahun 2022 ini mendapatkan respon baik dari para penggunanya? 

Nah itu dia penjelasan mengenai fitur-fitur terbaru yang akan diluncurkan oleh Instagram dalam waktu dekat ini. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

 

Read More
  • 1
  • 2