Suka Duka Jualan di Media Sosial, Dari PHP Sampai Susahnya FYP

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar isi dompet? Semoga cepat terisi yah. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang suka dukanya jualan di media sosial. Dalam menjalani sebuah bisnis, akan jauh lebih mudah bila kita sudah memiliki mindset berjuang. Dapetin ayang aja bisa, masa bergabung di BisnisOn belum nyoba. 

Tenang aja lur! Menjadi seorang pebisnis masih bisa mengalahkan mas-mas berseragam lainnya kok. Asalkan mau bekerja keras, kamu bisa dapatkan emas. Dalam perjalanan merintis bisnis, kamu pasti pernah menemui beberapa hal yang kadang bikin hati ’nyes’ untuk diingat kembali kan? Mulai dari pembeli yang suka PHP sampai sulitnya masuk FYP. Ikuti mimin terus ya untuk cari tahu suka dukanya jualan di media sosial, biar kita bisa saling evaluasi bareng-bareng. Let’s go. 

#1. Mencari Target Pasar Itu Butuh Proses 

Jualan di media sosial, baik itu di Facebook, Twitter, Instagram, hingga TikTok memang tidak semudah membuat mie instan. Kita harus benar-benar mengetahui target pasar dari masing-masing media sosial tersebut. Kita ambil contoh dari TikTok. Menurut Ginee.com hampir sebagian besar pengguna TikTok berada di rentang usia 18-34 tahun. 

Maka dari itu, kita harus mengetahui apa saja kebutuhan mereka di usia-usia segitu. Bisa kita asumsikan, bahwa hampir sebagian besar pengguna TikTok masih mengenyam dunia pendidikan. Misalnya, kita akan mengambil pasar anak kuliahan yang kuliah di jurusan informatika. 

Tentu saja, leptop, keyboard wireless, mouse gaming atau alat-alat elektronik lainnya akan lebih cocok untuk menarik minat mereka. Dan kita bisa mempromosikan barang tersebut jauh lebih terarah.

Baca juga: Strategi pemasaran yang memanfaatkan jempol netizen 

#2. Mengumpulkan audiens itu butuh proses 

Setelah kita mengunggah konten vidio, foto, atau tulisan di media sosial seputar barang yang kita jual, tidak serta merta kita tinggalkan begitu saja dan hanya menunggu konsumen datang. Tapi kita juga perlu melakukan strategi lainnya untuk lebih menarik perhatian audiens. Untuk mendapatkan strategi bisnis lainnya, kamu bisa cek di www.bisnison.com di situ banyak informasi mengenai strategi bisnis yang bisa kamu pelajari dan aplikasikan. 

Lalu setelah semua dipelajari sambil berproses tak lupa kita juga harus rajin posting atau rajin membuat konten jualan agar orang-orang bisa tahu dan ingat bahwa kita itu jualan. 

Mengutip dari laman bisnison.com untuk memasarkan iklan, baik lewat radio, televisi, hingga media sosial seperti sekarang, harus dilakukan secara berulang-ulang supaya audiens benar-bener memperhatikan iklan yang kita pasarkan tersebut. 

Baca juga: Strategi social proof untuk meningkatkan kepercayaan pembeli di media sosial 

#3. Mengembangkan akun medsos bisnis itu butuh proses 

Untuk menarik audiens, untuk mau mengikuti akun bisnis yang teman-teman jalankan, harus ada konten yang relate dengan mereka. Misalnya, kita ambil contoh dari target pasar tadi. Kita bisa cari tahu apa saja yang sering dikeluhkan oleh orang-orang yang berkuliah di jurusan informatika tersebut. 

Misalnya, mood untuk skripsian lagi bagus, eh tiba-tiba laptop nggak mau nyala. Nah, dari keluhan-keluhan ini kita bisa memanfaatkannya sebagai media promosi dari barang yang kita jual. Contohnya, teman-teman bisa memasarkan produk laptop dengan spesifikasi dewa biar nggak gampang mati-matian. 

Kalian juga bisa menambahkan beberapa jumlah followers atau like di akun media sosial bisnismu untuk menambahkan kepercayaan audiens. Seperti yang kita ketahui, jumlah followers di media sosial terutama di TikTok seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenal akun tersebut.

Kami sebagai penyedia layanan SMM Panel di Indonesia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kalian untuk memilih kami sebagai teman menemani perjalanan bisnis di media sosial. Kami juga sangat terbuka untuk mendengarkan keluh kesah kalian terhadap kualitas pelayanan kami. Mulai dari pelayanan, fitur, dan keluhan bug. Mohon bantu kami dengan klik ‘tulisan ini’ untuk bisa saling terhubung lebih dekat. 

Read More

Seberapa Ngegasnya Generasi Sandwich di Media Sosial?

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang seberapa ngegasnya generasi sandwich di media sosial. Dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maya maupun dunia nyata, tentu kita tak bisa lepas dari bumbu-bumbu drama kehidupan. Istilah ngegas ini sering kali kita temui saat kumpul bersama teman. Namun, sering disalah artikan saat berinteraksi di media sosial. 

Menurut buku Filosofi Teras yang ditulis oleh Henry Manampiring, belio berpesan bahwa kita harus bisa membedakan mana yang ‘bisa kita kontrol’ dan mana yang ‘tidak bisa kita kontrol’. Termasuk cara kita dalam mengontrol emosi saat melihat unggahan di media sosial yang kadang bikin kesel, marah, hingga maunya ngeGAS di kolom komentar. Apalagi soal isu kenaikan harga barang pokok dan jaminan kesehatan. Lantas, hal-hal apa aja sih yang bikin kita kesel saat menggunakan media sosial? Simak selengkapnya berikut ini yaa. Cekidot! 

Generasi sandwich - www.bisnison.com
Generasi sandwich – www.bisnison.com

Siapa saja yang termasuk dalam generasi sandwich? 

Mungkin sebagian diantara kita masih belum tahu apa itu generasi sandwich. Memang sih, sebutan yang satu ini kalah pamornya dari generasi-generasi lainnya, seperti generasi z dan milenial yang kerap disinggung di media sosial. 

Mengutip dari laman koinworks.com mereka yang masuk dalam kategori sandwich, biasanya sering dilema dalam membagi keuangannya. Pasalnya, mereka harus bisa menyeimbangkan kebutuhan orang tua, anak-anaknya, dan juga untuk diri mereka sendiri yang sering dilupakan. 

Ngga cuma usia 30 an saja loh yang bisa masuk dalam kategori sandwich ini. Buat kamu yang masih umur 20 an dan sudah memiliki pekerjaan, juga bisa merasakannya. Wabil khusus untuk kamu yang memiliki seorang adik. Hayo, gimana? Sudah mulai terasa kan, buat ikut nambahin biaya adik sekolah atau uang jajan. 

Tenang lur! Semua itu tidak perlu dipikirkan kok, cukup jalani dengan sepenuh hati. Entar juga semua masalah bisa terselesaikan.

Baca juga :  apa itu strategi brand talkability untuk memanfaatkan jempol netizen 

Ngegas - www.bisnison.com
Ngegas – www.bisnison.com

Hal apa aja sih yang bikin kita ngegas di media sosial 

Konten yang kita unggah atau lihat di media sosial entah itu dalam bentuk foto, vidio, atau tulisan bisa berpotensi memancing amarah orang untuk ngegas di kolom komentar. Padahal maksud dari unggahan doi bukan untuk kita. Bisa saja untuk orang lain yang tidak kita kenal. 

Karena dalam komunikasi tulis yang tak terlihat ekspresi maupun emosi penuturnya, sering kali disalah artikan. Lantas, hal apa aja sih yang kerap bikin kita ngegas di media sosial selain lewat tulisan? Simak selengkapnya disini yak. Lets go! 

#1. Follower hilang jadi overthinking 

Penggunaan media sosial memang tidak bisa jauh dari pencitraan, bukan? Ngga cuma flexing aja loh. Eh ups! Kamu juga bisa gunakan media sosial untuk berinteraksi dengan lawan jenis. Memang sih ngumpulin followers di media sosial itu nggak mudah. Kudu effort lebih untuk bisa menyingkirkan ego demi bisa dm “follbacknya dong kaka” hehe. 

Kehilangan satu follower, bikin kita penasaran untuk cari tahu siapa yang munafik dalam pertemanan. Makanya, ngga jarang dari kita suka ngegas sama orang-orang yang udah follow terus di unfollow lewat informasi bio. Siapa ya yang dulu pernah nulis unfollow = back di bio instagram? Mimin sih cukup tau aja. 

#2. Ikut dalam perdebatan 

Saat scrolling timeline di media sosial, ada kalanya hasrat untuk memberikan komentar terhadap isu yang lagi happening bikin jari jemari hilang kendali. Bawaannya pengen ngegass aja untuk memberikan pendapat. Apalagi soal isu kenaikan harga barang pokok. Bikin kita sebagai generasi sandwich ikut terdampak dalam memenuhi kebutuhan orang tua. Hadeh, ini mah harus cari sumber cuan lagi nih supaya bisa self-reward lewat shopee. 

Baca juga: Tips memasarkan produk di tiktok untuk menjangkau generasi-z 

#3. Tiba-tiba ayang like foto orang 

Hal apapun yang kita lakukan di media sosial, kudu hati-hati dan dipikirkan dengan matang. Termasuk like foto orang. Apalagi foto sang mantan, bisa perang dunia ketiga kali tuh ya. Hanya karena perkara like foto orang, hubungan sama ayang bisa jadi renggang. 

Tenang! jangan risau wahai kisanak yang budiman. Kini kamu bisa dapatkan kembali hati ayang dan jadi kebanggaan calon mertua dengan #mulaiajadulu merintis bisnis online. Dengan bergabung bersama kami di tim bisnison.com. Kamu bisa dapatkan promo maret GASPOL, Gajian Seru Hematnya POL. 

Ada discount 22% untuk kamu yang telah bergabung bersama kami di tim premium member dan dapatkan segera CASHBACK 50rb. Buat yang masih mikir untuk join ke premium member, tetep ada discount 10% untuk setiap pembelian layanan Instagram Indonesia dan Shopee Likes. Ayo buruan di order! sebelum promonya berakhir. Mimin tunggu sampai tanggal 1 april ye. 

 

Read More

Kini Bisa Tidur Nyenyak Dengan Promo Midnight Sale Dari BisnisOn!

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga malam ini, overthinking kalian cepat terselesaikan ya. Gapapa deh dia udah sama yang lain, asal kamu tetap bekerja keras untuk bisa membahagiakan diri sendiri. Kalo bukan dirimu sendiri, siapa lagi yang akan peduli? Hehehe. Nah, dari pada memikirkan sesuatu hal yang belum tentu terjadi, lebih baik ikutan promo midnight sale kuy!

Mimin bakal berikan diskon besar-besaran untuk kamu yang telah bekerja keras dalam membangun bisnis online. Penasaran? Yuk langsung kita simak pembahasan kali ini. Cekidot!

Promo midnight sale itu apa sih?

Ketika menjalankan sebuah bisnis, baik secara offline maupun online. Memasarkan iklan produk atau layanan jasa adalah cara terbaik untuk menjangkau lebih banyak audiens mengenal bisnismu.

Menurut Thomas Smith dibuku yang berjudul Successful Advertising terbitan tahun 1885. Belio bilang kalo untuk memasarkan iklan, baik lewat radio, televisi, hingga media sosial seperti sekarang, harus dilakukan secara berulang-ulang supaya audiens bener-bener memperhatikan iklan yang kita pasarkan tersebut.

Ada berbagai macam cara yang bisa kamu lakukan untuk menarik perhatian audiens untuk melihat iklan yang dipasarkan di media sosial. Salah satunya dengan mengadakan promo, mulai dari promo buy 2 get 1, promo batas waktu, hingga promo midnight sale.

Baca juga: Seberapa pengaruhnya buzzer dalam promosi di medsos 

Nah, buat dulur-dulur yang sudah menjadi member premium dari BisnisOn! Kini bisa klaim promo midnight sale dari kami untuk dapatkan potongan harga hingga 22% untuk setiap pembelian layanan Instagram Indonesia. Baik followers, like, comment, sampai view bisa kamu dapatkan dengan harga termurah.

Tenang! Buat kamu yang masih menjadi member regular, tetep bisa ambil kesempatan ini untuk dapatkan potongan harga 10% untuk setiap transaksi pembelian layanan Instagram Indonesia.

Baca juga: Tips Memasarkan produk di TikTok 

Sampe jam berapa sih promo ini berlangsung?

Seperti namanya, midnight sale dimulai dari jam 00.00 sampai azan subuh berkumandang. Menemani malam-malam overthinkingmu yang kelabu.

Ayo buruan di order! Kesempatan ini hanya terjadi sebulan sekali loh. Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredible atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Promosi - www.bisnison.com

 

Read More

6 Cara Bikin Konsumen Betah Scrolling Di Akun Media Sosial Bisnismu

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang cara bikin konsumen betah scrolling di akun media sosial bisnismu. Di era perkembangan teknologi yang semakin canggih, kini penjual tidak perlu repot lagi teriak-teriak untuk memasarkan produk dagangannya, ya kecuali kalau kamu jualannya lewat live shoppe, hehehe.

Pembahasan yang akan kita bahas kali ini berkaitan dengan pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk. Baik secara hardselling atau softselling. Mulai dari Instagram, Twitter, TikTok, bahkan Facebook. Hmm, kira-kira rekan BisnisOn udah mulai dari aplikasi yang mana aja nih untuk memasarkan produk? Berdasarkan pernyataan dari miss Laurence Dessart di tahun 2015. Belio pernah bilang kalau untuk membangun customer engagement di media sosial itu ada 7 cara. Nah, mari kita bahas caranya satu-persatu yuk! Cekidot.

Enjoyment Customer Engagement - www.bisnison.com
Enjoyment Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang pertama yakni, Enjoyment. Konten yang kamu unggah di media sosial tidak harus melulu berjualan, tapi cobalah untuk membuat konten-konten yang memberikan kesenangan atau kebahagiaan bagi audiens, seperti konten meme, tweet-tweet yang puitis nan lucu, atau konten vidio TikTok yang diberi sedikit sentukan komedi. Menurut Oh Su Hyang dalam bukunya tentang komunikasi, Humor atau komedi dapat berperan mencairkan suasana yang kaku. Sehingga dari konten tersebut dapat memancing konsumen untuk berkomentar dan menaikkan engagement. Cara ini bisa diukur dengan melihat seberapa banyak Like, Comment, dan Share yang dilakukan para audiens dalam sebuah unggahan di media sosial.

Ethusiasm Customer Engagement - www.bisnison.com
Ethusiasm Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang kedua yakni, Enthusiasm. Buatlah konten softselling di akun media sosial bisnismu yang bisa menarik antusiasme audiens untuk berkomentar. Seperti gambar diatas, kira-kira promosiin bisnis apa ya yang cocok? Nah, dari contoh diatas kita bisa melihat pembuktiaan bahwa konten semacam ini bisa menaikkan keterlibatan audiens untuk berkomentar.

Attention Customer Engagement - www.bisnison.com
Attention Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang ketiga yakni, Attention. Setelah mengunggah konten softselling di akun media sosial bisnismu, cobalah untuk membalas dan menyukai salah satu atau salah tiga dari komentar para audiens. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesan humble sehingga membuat audiens memberikan simpatinya untuk berkomentar lagi dikonten selanjutnya.

Absorption Customer Engagement - www.bisnison.com
Absorption Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang keempat, yakni Absorption. Unggahlah konten-konten di stories Instagram atau feed Instagram yang dapat membuat audiens berinteraksi. Baik itu berupa komentar ajakan berdiskusi atau games-games pengetahuan. Berinteraksi dengan audiens dapat dihitung dengan cara melihat siapa yang paling aktif melakukan posting, komentar dan share.

Sharing Customer Engagement - www.bisnison.com
Sharing Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang kelima yakni, Sharing. Dalam media sosial, bertukar berita atau testimoni adalah cara bagi audiens atau konsumen untuk bertukar pengalaman, ide, atau konten yang menarik. Dengan membuat seminar online, baik itu di zoom, live Instagram, live TikTok, atau YouTube dapat saling mengenal konsumen lebih dekat.

Learning Customer Engagement - www.bisnison.com
Learning Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang keenam yakni, Learning. Selain mengunggah foto produk atau layanan jasa yang ditawarkan, rekan-rekan BisnisOn bisa mengunggah konten yang berisikan wawasan seputar produk atau jasa. Dimana lewat akun media sosial bisnismu, audiens dapat mencari bantuan, gagasan, dan sumber informasi dari produk atau jasa yang kamu tawarkan. Hal ini dapat dilihat dari seberapa banyak komentar  yang dilakukan audiens yang dikategorikan menjadi saran atau pertanyaan, semakin sedikit pertanyaan semakin baik pembelajaran para audiens terhadap brandmu.

Endorsing Customer Engagement - www.bisnison.com
Endorsing Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang ketujuh yakni, Endorsing. Lewat cara ini, audiens diberi kesempatan untuk ikut membuat konten atau gagasan yang berkaitan dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan. Dengan memberikan kesempatan ini membuat audiens merasa dihargai dan membuat mereka semakin mencintai brandmu.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan contoh-contoh barang rekomendasi dari toko lain yang menjual produk yang sama dengan produk yang kamu jual. Misalnya kamu menjual pakaian dress perempuan. Kamu bisa ikut memberikan produk serupa dari toko lain, seperti contoh gambar diatas. Jangan lupa juga untuk tag produk dari toko lain supaya mereka mengenal tokomu.

Baca juga: Cara membangun strategi community marketing 

Nah itu dia ulasan mengenai cara membangun customer engagement di media sosial supaya audiens merasa betah untuk scrolling di akun media sosial bisnismu. Foto produk yang Asthetic boleh saja, asal jangan lupakan komunikasi yang hangat dengan para audiensmu ya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kemajuan bisnis rekan-rekan sekalian. Dapatkan informasi seputar bisnis lainnya, hanya di www.BisnisOn.com, rajanya jual beli follower Indonesia.

 

Read More

Instagram Meluncurkan Fitur Yang Bisa Menghasilkan Uang

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang fitur terbaru Instagram yang bisa menghasilkan uang. Sejak kemunculannya di tahun 2010, Instagram terus mengembangkan fitur-fitur terbarunya untuk memberikan wadah kebebasan berekspresi para penggunanya. Seiring dengan perkembangan internet yang semakin mudah di akses melalui ponsel pintar. Kini penggunaan Instagram semakin mencuat dengan kehadiran influencer atau biasa disebut sebagai selebgram. Selain menawarkan ketenaran dan meraih pundi-pundi rupiah, jumlah follower di Instagram kerap kali dijadikan sebagai penilaian strata sosial di dunia maya loh. 

Dalam menghadapi bonus demografi yang terjadi di tahun 2020 sampai 2035 mendatang, banyak muda-mudi di negeri kita tercinta, mencoba peruntungan nasib melalui media sosial. Penawaran pekerjaan di media sosial pun semakin beragam, mulai dari menjadi seorang content writer, copywriter, digital marketing, selebgram, atau kreator. Peluang inilah yang membuat pihak pengembang Instagram menciptakan sebuah fitur terbarunya yang dapat menyejahterakan para pembuat konten. Simak sampai habis untuk dapatkan update terkini dari fitur Instagram. Check this out! 

Fitur Subscribe di akun instagram

Fitur Subscribe memungkinkan para kreator meraih rupiah dari konten yang dibuat. 

Kehadiran fitur subscribe dapat memberikan nafas segar untuk para kreator setelah sekian purnama membranding diri dengan konten-konten yang diunggahnya secara cuma-cuma.  

Warna ungu pun telah dipilih pihak Instagram untuk mewakili ikon subscribe yang akan terlihat di kolom komentar postingan dan stories dari para pengikut yang telah berlangganan. Dengan adanya fitur ini, diharapkan para pembuat konten dapat berinteraksi lebih dekat dengan para pengikutnya melalui konten-konten eksklusif. 

Fitur terbaru ini masih dalam tahap pengujian yang sangat terbatas. Hanya segelintir kreator terkemuka yang sudah bisa menggunakan fitur subscribe yang dapat terlihat di akun profil mereka untuk menghubungkan penggemar ke alur pendaftaran. 

Baca juga : Timeline instagram akan dirubah! 

fitur subscribe instagram

Penawaran fitur subscribe yang akan dinikmati para penggemar.  

Berbeda dengan Youtube yang memberikan kemudahan dengan bebas biaya untuk mengklik tombol ‘subscribe’. Pihak Instagram telah memberikan range harga untuk berlangganan. Mulai dari 14.000 rupiah hingga 1 juta rupiah. Harga yang cukup fantastis untuk para penggemar bisa mengakses konten eksklusif dari para kreator yang mereka cintai ini. Berikut ini penawaran dari fitur subscribe yang bisa dinikmati para penggemar. 

Live Khusus Pelanggan – Kreator dapat menyiarkan live eksklusif kepada penggemar, memungkinkan mereka untuk terlibat lebih dalam.

Cerita Khusus Pelanggan – Para kreator dapat membuat cerita eksklusif yang hanya dapat diakses oleh penggemar yang telah berlangganan. Selain itu, para kreator dapat menyimpan cerita ini ke sorotan.

Lencana Pelanggan – Para kreator dapat melihat lencana berwarna ungu dari para penggemar yang telah berlangganan di samping komentar, pesan utama (DM) dan permintaan kotak masuk. 

Mengutip dari laman social media today, pihak Instagram tidak akan mengambil potongan biaya dari langganan penggemar hingga setidaknya tahun 2023. Namun tetap saja, tidak semua kreator bisa menggunakan fitur subscribe. Kayanya sih, untuk para kreator yang sudah mempunyai centang biru nih. 

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

Panduan Dasar Menggunakan Hashtag Di Instagram

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang panduan dasar menggunakan hashtag di instagram. Seperti yang kita ketahui bahwa untuk memasarkan produk di dunia digital dengan memanfaatkan media sosial adalah cara efektif untuk memperkenalkan produk atau layanan jasa ke lebih banyak audiens. Menurut data dari statista.com jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 170 juta pengguna aktif. Mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, hingga TikTok. Namun yang perlu diingat bahwa setiap platform media sosial memiliki karakternya masing-masing. Jadi, tentukan jenis konten apa yang cocok untuk diunggah di platform media sosial tersebut. 

Sebenarnya, ada cara promosi lain yang bisa kamu tingkatkan di media sosial selain menggunakan jasa advertising yang telah disediakan oleh pihak media sosial terkait. Penggunaan keyword atau kata kunci untuk mengkategorikan jenis konten yang kamu buat adalah cara organik dan gratis untuk menjangkau lebih banyak pengguna. Untuk Instagram sendiri, kamu bisa menargetkan audiens dengan menggunakan hashtag. Nah, berikut ini mimin bakal kasih tau cara mudah menentukan hashtag di Instagram. Simak sampai habis untuk bisa kamu aplikasikan di akun bisnismu.

Gunakan hashtag secara efektif – Photo by rawpixel from www.freepik.com

Apa itu Hashtag ? 

Hashtag atau dalam bahasa indonesia tagar adalah sebuah tanda (#) untuk menyatukan topik dari pengguna lainnya. Penggunaan Hashtag pertama kali digunakan oleh Chris Messina seorang web marketing specialist twitter pada tahun 2007. Sejak saat itu, penggunaan hashtag kian meluas dan telah digunakan oleh berbagai platform media sosial, seperti Instagram yang akan kita bahas kali ini.

Panduan dasar penggunaan hashtag instagram – Photo by rawpixel from www.freepik.com

Bagaimana panduan dasar menggunakan hashtag ? 

Penggunaan hashtag di Instagram memang susah susah gampang. Kadang konten kamu muncul di atas sebagai Top Post dengan engagement paling banyak atau kontenmu hanya bisa mencapai Most Recent dari kumpulan post Instagram terbaru dari semua orang yang menggunakan hashtag yang sama. Berikut ini panduan dasar yang harus kamu ‘ceklis’ sebelum menggunakan hashtag di Instagram. 

  • Gunakan hashtag yang relate dengan konten 

Ketika kamu memiliki konten yang membahas tentang penjualan. Kamu bisa gunakan hashtag #mediasosial #entrepreneurs atau yang lainnya yang masih relate dengan isi dari konten yang kamu buat. 

  • Sesuaikan konten anda dengan konten hashtag

Penggunaan hashtag di Instagram akan lebih cocok bila promosi produkmu berbasis foto bukan vidio reels. Seperti yang telah disebutkan di awal, bahwa setiap media sosial memiliki karakteristiknya masing—masing. Nah untuk Instagram sendiri konten dari hashtag saat ini masih didominasi oleh konten berbasis foto. 

  • Research terlebih dahulu masa aktif dari hashtag

Sebelum menggunakan hashtag dicaption, pastikan terlebih dahulu masa aktif dari hashtag yang akan kamu gunakan. Misalnya #design yang telah digunakan lebih dari 307 juta pengguna. Disitu kamu bisa melihat postingan teratas dari hashtag tersebut telah diunggah 2 jam yang lalu atau beberapa menit lalu, yang tandanya topik dari hashtag tersebut masih aktif. Intinya adalah jangan lebih dari 14 hari dari konten orang lain yang berada di posisi teratas hashtag.

  • Buatlah kategori hashtag kamu dengan panduan ini 

Gunakan 10 hashtag yang relate dengan audiens , gunakan 10 hashtag yang relate dengan isi konten, gunakan 5 hashtag yang sesuai dengan industri produk atau jasa yang kamu miliki, dan gunakan 1 hashtag autentik kamu. 

 

Nah itu dia beberapa panduan yang harus kamu ‘ceklis’ terlebih dahulu dalam menentukan strategi pemasaran sebelum mengunggah konten promosi di media sosial. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan rekan BisnisOn! yaa. 

Read More

Intip Fitur Terbaru Instagram Yang Akan Memudahkan Pengguna

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang fitur-fitur terbaru yang akan diluncurkan Instagram dalam waktu dekat ini. Penambahan fitur yang tengah dilakukan Instagram, tentu saja tujuannya untuk menarik lebih banyak hati penggunanya. Selain itu persaingan antar platform media sosial pun semakin memanas. Mulai dari Facebook yang kini menambahkan fitur story, Youtube yang tak ketinggalan dengan menambah fitur short vidio, hingga Instagram yang menambahkan fitur reels untuk menandingi platform berbagi vidio pendek asal tiongkok yang tengah naik daun saat ini. 

Instagram sendiri telah diunduh lebih dari 1 milyar pengguna melalui playstore dari total 7,8 milyar jiwa penduduk dunia saat ini. Rata-rata pengguna Instagram di Indonesia berada diusia 16-24 Tahun. Ini merupakan kesempatan emas pihak instagram untuk melakukan terobosan terbarunya soal fitur yang akan memudahkan pengguna dan para pembuat konten dalam mencari informasi dan menyebarluaskan informasi tersebut. Nah penasaran kan apa saja fitur terbaru yang akan diluncurkan Instagram, so simak sampe habis ya Sobat Bisnis On. 

Untuk saat ini Instagram tengah mempersiapkan peluncurkan fitur terbarunya dengan berencana mengubah tampilan home feed atau yang biasa kita lihat dengan logo rumah. Kedepannya nanti sistem timeline di home feed kita akan diurutkan berdasarkan apa yang disukai, yang paling menarik perhatian, dan yang paling banyak berinteraksi. So, buat teman-teman yang ingin mengunggah foto atau vidio di akun Instagram pribadi, siap-siap untuk di share juga di instagram story ya supaya postingan kamu tidak tenggelam. 

Instagram home feed – Photo by Adamo Mosseri from Instagram

Beberapa Perubahan dari Home Feed Instagram 

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Adam Mosseri menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan tiga pilihan kepada pengguna untuk memilih pada saat ingin menjelajahi home feed. Mulai dari Home, Following dan Favorites. Berikut ini mimin bakal jelasin satu persatu dari ketiga pilihan tersebut.

  1. Pilihan pertama yakni, Home. Ketika kamu memilih home, secara otomatis timeline Instagram akan berisikan rekomendasi konten yang mungkin akan disukai olehmu.
  2. Dan untuk pilihan yang kedua yakni, following. Ketika memilih opsi ini, secara otomatis timeline Instagram akan berisikan unggahan foto atau konten dari pengikut saja.
  3. Nah untuk pilihan yang terakhir yakni, favorites. Dimana kita bisa memasukan beberapa akun ke dalam daftar favorites yang nantinya ketika memilih pilihan ini secara otomatis timeline Instagram hanya akan berisikan konten-konten dari akun favorite saja. Fitur ini cocok banget buat kamu yang ingin mengasah keterampilan dan haus akan wawasan. Dengan menjadikannya sebagai akun favorite, kamu bisa menikmati konten tersebut secara eksklusif.

Dibalik gebrakan fitur terbaru yang telah diluncurkan oleh beberapa media sosial, sebenarnya ada fitur-fitur yang ditarik kembali karena kurang diminati oleh penggunanya. Mulai dari fitur IGTV yang kini harus dinonaktifkan, serta fitur fleets dari twitter yang juga harus dinonaktifkan. Namun, akankah tampilah home feed Instagram yang akan dirilis awal tahun 2022 ini mendapatkan respon baik dari para penggunanya? 

Nah itu dia penjelasan mengenai fitur-fitur terbaru yang akan diluncurkan oleh Instagram dalam waktu dekat ini. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

 

Read More

Instagram Luncurkan Uji Langsung Video yang Lebih Panjang di Stories

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang Instagram yang sedang menguji langsung fitur terbarunya yaitu Longer Stories.

Setelah terlihat dalam pengujian bulan lalu, Instagram kini telah secara resmi meluncurkan uji langsung video 60 detik di Stories, yang berarti bahwa klip video yang lebih panjang tidak akan lagi dibagi menjadi segmen 15 detik dan diputar di berbagai bingkai Stories.

Seperti dicatat, bulan lalu peneliti aplikasi Alessandro Paluzzi membagikan pesan ini yang disimpan dalam kode back-end aplikasi yang sekarang ditampilkan ke beberapa pengguna di lingkungan langsung.

Kami bertanya kepada Instagram tentang pembaruan tersebut dan itu memberikan pernyataan ini:

“Kemampuan untuk membuat postingan Stories yang lebih panjang sangat diminta oleh komunitas kami. Kami senang menguji Stories 60 detik sehingga orang dapat membuat dan melihat Stories dengan lebih sedikit gangguan.”

Instagram mengatakan bahwa opsi tersebut saat ini sedang diuji dengan sekelompok kecil pengguna dengan maksud untuk memberikan lebih banyak kebebasan berkreasi dan selanjutnya mengintegrasikan berbagai opsi video aplikasi untuk merampingkan alat dan fungsi kreatifnya.

Yang sebenarnya adalah fokus utama, kembali pada bulan Januari, kepala Instagram Adam Mosseri menandai konsolidasi yang akan datang dari produk video aplikasi dengan maksud untuk memfasilitasi pembuatan dengan lebih baik dan mengurangi berbagai alat platform. Itu dimulai dengan penggabungan posting umpan videonya ke dalam satu format awal bulan lalu bersamaan dengan pensiunnya merek IGTV.

Stories

Seperti yang dijelaskan Mosseri kepada Decoder:

“Kami mencari cara tidak hanya dengan IGTV tetapi di seluruh Instagram, menyederhanakan dan menggabungkan ide karena tahun lalu kami memasang banyak taruhan baru. Saya pikir tahun ini kita harus kembali fokus pada kesederhanaan dan kerajinan.”

Pemikiran ulang pendekatannya sebagian besar dipengaruhi oleh TikTok yang telah menjadi aplikasi sosial paling populer di kalangan pengguna muda, menyalip Instagram sebagai tempat yang keren.

Bagian dari daya tarik inti TikTok adalah kesederhanaan di TikTok, kalian membuka umpan layar penuh dari klip video dan streaming langsung dengan semuanya digabungkan menjadi satu, daftar yang dioptimalkan, terfokus, disesuaikan untuk setiap pengguna individu.

Stories

Instagram jauh lebih tersegmentasi dengan Reel di feed terpisah dan Stories dibagiannya sendiri. Itu bisa membatasi pengambilan yang optimal, itulah sebabnya Instagram sekarang ingin menyatukan semua elemen ini yang pada akhirnya juga akan memungkinkannya untuk menampilkan yang terbaik dari setiap aspek dalam satu aliran yang lebih menarik.

Perluasan ke klip video 60 detik di Stories adalah langkah lain dalam penggabungan bertahap ini, yang pada tahap tertentu kemungkinan akan melihat aplikasi terbuka untuk umpan layar penuh feed Stories, feed posts dan Reels, semuanya dalam satu, memungkinkan IG seperti TikTok untuk menggunakan seluruh konten yang diunggah untuk memaksimalkan keterlibatan pengguna.

Ini masih jauh dari tahap berikutnya tetapi video yang lebih panjang berarti bahwa pengguna sekarang dapat memposting Reels lengkap ke Stories, misalnya pada dasarnya menggabungkan dua fungsi secara otomatis. Maka itu hanya menentukan bagaimana itu bergeser dari umpan tradisional ke yang lebih banyak Stories/Reels yang selaras.

Itu langkah yang lebih besar dan perubahan yang lebih mendasar untuk aplikasi. Tetapi sebagai bagian dari fokus Meta yang lebih luas untuk memenangkan kembali pengguna yang lebih muda, itu akan datang dan kemungkinan lebih cepat daripada nanti.

Tes baru ini merupakan langkah yang signifikan. Ini terbatas untuk saat ini tetapi kalian dapat berharap untuk melihat video Stories yang lebih panjang datang ke aplikasi Instagram dalam waktu dekat.

Itulah penjelasan mengenai peluncuran fitur baru Instagram yang dimana nantinya kalian bisa membuat Stories lebih lama, bukan potongan 15 detik lagi. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

Instagram Uji Coba Fitur Baru ‘Istirahatlah’

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” border_style=”solid” flex_column_spacing=”0px” type=”flex” link_hover_color=”#1763a4″ link_color=”#1763a4″][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”true” min_height=”” hover_type=”none” link=”” first=”true”][fusion_text]

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang Instagram yang menguji coba opsi fitur barunya yang diberi nama ‘Istirahatlah’. Kira-kira seperti apa ya cara kerja fiturnya ini? Apakah memang sangat membantu untuk mendorong penggunanya dalam membatasi waktu ketika menggunakan aplikasi Instagram?

Instagram

Instagram sedang menguji opsi kesejahteraan pengguna baru yang disebut ‘Istirahatlah’ yang akan memungkinkan pengguna untuk mengatur pengingat untuk mengambil beberapa waktu dari aplikasi setelah periode aktivitas tertentu, baik 10, 20, atau 30 menit.

Opsi baru nantinya beberapa pengguna akan diminta untuk mengaktifkan dari umpan mereka, memungkinkan kalian untuk memilih jangka waktu pengingat untuk beristirahat dari aplikasi yang kemudian juga akan menyarankan aktivitas alternatif yang dapat dilakukan untuk pergi sejenak.

Hal ini dapat membuat lebih banyak pengguna menjadi lebih sadar tentang keterlibatan Instagram mereka, setidaknya berfungsi sebagai dorongan lembut untuk memutuskan sambungan sesekali daripada ditarik ke dalam lubang kelinci konten atau menggulir tanpa berpikir selama berjam-jam.

Fitur ini dibangun diatas berbagai alat kesehatan Meta, dengan Facebook dan Instagram keduanya sudah menawarkan pengingat batas waktu untuk mengelola waktu Anda dengan lebih baik di setiap aplikasi, sementara Facebook juga memiliki opsi ini untuk menonaktifkan pengguna individu yang postingannya mulai masuk ke akun kalian.

Facebook juga memperkenalkan ‘Mode Senyap’ tahun lalu yang menonaktifkan notifikasi, menyediakan cara lain untuk mengambil waktu khusus dari aplikasi.

Instagram

Juru bicara Meta Nick Clegg pertama kali menandai opsi ‘Istirahatlah’ yang akan datang untuk Instagram bulan lalu, dalam sebuah wawancara tentang dampak negatif aplikasi pada remaja, seperti yang diungkapkan sebagai bagian dari kebocoran ‘File Facebook’ baru-baru ini.

Menanggapi kekhawatiran, Clegg mencatat bahwa Instagram akan menambahkan opsi ‘Istirahatlah’ dengan fokus pada pengguna muda secara khusus, sementara dia juga mengatakan bahwa aplikasi tersebut akan memperkenalkan petunjuk baru untuk ‘mendorong’ remaja menjauh dari konten yang berpotensi berbahaya.

“Kami akan memperkenalkan sesuatu yang menurut saya akan membuat perbedaan besar, dimana sistem kami melihat bahwa remaja melihat konten yang sama berulang kali dan konten itu mungkin tidak kondusif untuk kesejahteraan mereka, kami akan mendorong mereka untuk melihat konten lain.”

Instagram

Dalam kombinasi, alat-alat tersebut memberikan lebih banyak kapasitas bagi pengguna Instagram untuk mengatur waktu mereka di aplikasi, meskipun baik Facebook dan Instagram telah memiliki pengingat batas waktu sejak 2018. Jadi, secara fungsional itu tidak menambahkan apapun selain mungkin beberapa petunjuk baru.

Yang kemudian menimbulkan pertanyaan tentang nilai sebenarnya apa yang akan diberikan oleh opsi baru? Jika pengguna sudah dapat melakukan ini, maka dorongan sebenarnya adalah bagaimana membuat orang mengambil tindakan seperti itu, yang mungkin akan dilakukan oleh pemberitahuan push baru ini.

Tapi kenyataannya Instagram tidak dapat menghentikan kalian menggunakan aplikasi selama yang diinginkan dan tidak banyak pengguna yang secara sukarela membatasi waktu mereka.

Jadi apakah itu akan benar-benar efektif? Sulit untuk melihatnya ditambah banyak proses, meskipun pembaruan apapun yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan layak untuk diuji. Tapi mungkin ini lebih berharga sebagai latihan, menanggapi klaim bahwa Instagram bisa merugikan pengguna.

Meta memberi pengguna alat untuk mengelolanya dengan lebih baik tetapi Meta tidak bertanggung jawab untuk mendikte waktu kalian. Diri sendirilah yang memilih untuk menetapkan batas atau tidak. Kita akan melihat berapa banyak orang yang benar-benar mengaktifkan lansiran baru ini.

Itulah penjelasan mengenai fitur uji coba terbaru Instagram ‘Istirahatlah’. Tanpa fitur ini juga, seharusnya kalian semua harus bisa membagi waktu dalam bermain Instagram yaa. Inget!!! radiasi layar elektronik itu sangat berbahaya loh apalagi dalam jangka waktu yang lama. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Read More

Instagram Luncurkan Stiker ‘Tambah Milik Anda’, Fitur Replikasi Lagi?

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang Instagram Luncurkan Stiker ‘Tambah Milik Anda’, Fitur Replikasi Lagi?

Instagram telah meluncurkan stiker ‘Add Yours’ baru untuk Stories, yang memungkinkan pengguna untuk meminta orang lain untuk menanggapi konten Stories mereka, untuk membuat utas balasan yang lebih menarik ke postingan Stories.

Saat pengguna merespons, mereka ditambahkan ke daftar gelembung profil pada stiker, yang, ketika diketuk, memungkinkan pengguna untuk melalui semua respons lain ke utas, membangun rantai respons dalam Stories yang dapat membantu mendorong lebih banyak keterlibatan.

Kreativitas TikTok berbasis komunitas yang menarik adalah elemen kunci dalam daya tariknya, jadi tidak mengherankan melihat Instagram, sekali lagi, mengambil inspirasi dari saingan utamanya yang sekarang. Tetapi pada saat yang sama, ini sedikit berlebihan – pengulangan Facebook terkadang terasa terlalu jauh untuk mencoba dan mengikuti tren penggunaan ini.

Instagram Stiker

TikTok melihat keterlibatan yang besar, dan Instagram ingin menghubungkannya di mana pun ia bisa, untuk mencegah pengguna bermigrasi dari aplikasinya, dan jika ia dapat menggunakan fungsi serupa, ia mungkin setidaknya harus menguji dan melihat hasil apa yang didapatnya. Tapi ini adalah replikasi yang cukup jelas di sini.

Tapi tetap saja, Instagram, dan Facebook (atau Meta) secara lebih luas, tidak terlalu bagus dalam memunculkan ide-ide baru dan orisinal dalam hal ini.

Yang akan menjadi hambatan utama untuk dorongan barunya untuk memenangkan kembali audiens yang lebih muda, dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg baru-baru ini mencatat bahwa itu akan menjadikan melayani orang dewasa muda sebagai prioritas dalam produknya, daripada mengoptimalkan untuk pengguna yang lebih tua.

Facebook tahu bahwa ia perlu mempertahankan keterlibatan dengan kelompok pengguna yang lebih muda untuk memaksimalkan penggunaan penawaran lanjutannya yang diselaraskan dengan metaverse, dan data menunjukkan bahwa ia kalah dalam hal ini, dengan penggunaan Facebook di antara orang-orang di bawah usia 24 tahun menurun selama beberapa tahun dekade terakhir.

Instagram Stiker

Masalah utama dalam pengertian ini adalah bahwa Facebook hanya kekurangan budaya, dan memahami apa yang ditanggapi oleh audiens yang lebih muda, itulah sebabnya Snapchat secara teratur dapat memicu dan memimpin tren baru, dan sekarang TikTok telah menjadi yang utama untuk hal yang sama.

Instagram pernah memiliki kehadiran budaya itu, yang berhubungan langsung dengan komunitas online kreatif, tetapi seiring waktu, sejak Facebook mengambil alih itu juga kehilangan kontak. Tren yang sama kemungkinan juga terjadi di IG, oleh karena itu fokus baru Zuck pada grup yang lebih muda.

Facebook telah melihat keberhasilan dalam mencuri fitur dari Snapchat dan TikTok, pada tingkat yang berbeda-beda, dengan Instagram Stories menjadi pemenang utama, sementara Reels juga menjadi hit untuk Instagram, meskipun penggunaan masih jauh di belakang TikTok. Tapi itu tidak membantu Facebook memenangkan pergeseran budaya yang lebih luas, Facebook tidak lagi dilihat sebagai inovator, itu kehilangan faktor kerennya dalam hal ini, karena replikasi terus-menerus.

Instagram Stiker

Tetapi bagi mereka yang selalu mengikuti tren utama berikutnya seperti, audiens yang lebih muda, replikasi Facebook tampaknya basi dan tingkat kedua. Ini adalah orang-orang yang lebih tua yang mengejar hal-hal di belakang orang lain, lalu memberi tahu tentang fitur baru yang keren ini yang telah digunakan dengan baik sebelum mereka menemukannya.

Itulah kegagalan yang melekat dalam pendekatan replikasi Facebook, yang terus-menerus meninggalkannya selangkah di belakang, daripada menjadi pemimpin dan jika itu bukan pemimpin, Instagram kehilangan kredibilitas keren itu, dan sebagai akibatnya keterlibatan audiens yang lebih muda.

Instagram telah menguji stiker ‘Add Yours’ dengan beberapa pengguna selama sebulan terakhir, tetapi sekarang sedang diluncurkan ke semua pengguna secara global, di iOS dan Android.

Itulah penjelasan mengenai peluncuran fitur stiker baru ‘Add Yours’ oleh Instagram yang bisa dibilang memang hampir sama dengan fitur aplikasi TikTok, seperti yang sebelumnya Instagram Reels. Semoga menambah wawasan serta pengetahuan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More
  • 1
  • 2