Monkey Bisnis: Alasan Dibalik Harga Minyak Goreng Yang Tinggi

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang monkey bisnis. Walaupun namanya terdengar tidak sopan, tapi kenyataanya memang para pelaku usaha yang menimbun barang hingga barang tersebut langka dipasaran yang membuat harganya melambung tinggi, pantas mendapatkan julukan demikian. Haduh, mimin jadi emosi deh dibuatnya. Dari pada emosi kita mubazir, lebih baik kita menyuarakan tindakan kotor semacam ini lewat tulisan yang bisa rekan-rekan bagikan ke yang lainnya biar kasus macam ini tak terjadi lagi.

monkey bisnis - photo by kindel media from www.pexels.com
monkey bisnis – photo by kindel media from www.pexels.com
minyak goreng - photo by kampus production from www.pexels.com
Minyak goreng – photo by kampus production from www.pexels.com

Strategi monkey bisnis tidak hanya terjadi pada kasus harga minyak goreng yang tinggi saja. Namun, pernah terjadi juga pada kasus masker yang dulu sempat menyentuh harga 400 ribu rupiah per box. Padahal harga normalnya hanya dibandrol 25 ribu rupiah per boxnya. Tidak hanya sekali-duakali, tindakan semacam ini pernah merugikan masyarakat dalam bentuk tumbuhan gelombang cinta, batu akik, ikan louhan, dan yang terakhir sepedah.

Lalu, mengapa strategi semacam ini terus terulang dari waktu ke waktu? Nah mengutip dari laman accurate.com, para pelaku usaha yang melakukan strategi monkey bisnis, mereka memanfaatkan rasa antusias masyarakat pada suatu barang tertentu. Dimana ketersediaan barang tidak sebanding dengan rasa antusiasme orang-orang yang ingin membeli barang tersebut. Harga barang yang tiba-tiba melambung tinggi dari harga normalnya bisa menjadi salah satu indikasi tindakan monkey bisnis.

Baca juga: Strategi affiliate marketing dalam mempromosikan produk 

Nah itu dia ulasan mengenai strategi monkey bisnis yang kerap bikin masyarakat resah. Semoga kasus semacam ini tidak terulang lagi ya sob. Gapapa deh untung sedikit yang penting berkah. Setuju?

Promosi - www.bisnison.com
Promosi – www.bisnison.com
Read More

Mengenal Strategi Affiliate Marketing Dalam Promosi Produk Di Media Sosial

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang strategi affiliate marketing dalam promosi produk di media sosial. Dimasa pandemi covid-19, kebutuhan akan internet semakin meningkat. Orang-orang mulai beralih menggunakan Wireless Fidelity atau WIFI untuk mengurus berbagai hal yang serba digital. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, perekonomian, hingga hiburan. 

Menurut penuturan Ahmad Reza, selaku SPV Telkom yang dikutip dari laman marketbisnis.com, permintaan pemasangan WIFI di Indonesia meningkat sebanyak 47 persen dibanding sebelum adanya pandemi. Hal ini dilatar belakangi oleh adanya kebijakan bekerja dari rumah. 

Ngomongin soal internet, tak lupa juga dengan peran media sosial dalam meningkatkan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Terutama dalam bidang perekonomian. Banyak pelaku usaha yang kini mulai beralih menggunakan media sosial untuk memasarkan produk. Kenali strategi berikut ini untuk kamu yang baru memulai usaha. 

Menurut perusahaan pemasaran ternama asal Amerika Serikat, CJ Affiliate menyatakan bahwa pemasaran afiliasi merupakan sebuah strategi promosi produk maupun jasa kepada calon konsumen. Dimana para affiliate akan dibayar sesuai dengan jumlah produk yang telah berhasil dijualnya lewat sistem komisi. Selain dari komisi, rekan-rekan pelaku usaha juga bisa memberikan produk atau layanan jasa secara cara cuma-cuma kepada para affiliate yang telah mempromosikannya. Strategi semacam ini bisa kita temui di platform media sosial, seperti jasa endorsement, serta paid promote. 

Baca juga: Strategi Social Proof di Media Sosial 

Join the brand – Photo by pixabay from www.pexels.com

Hal yang perlu dipersiapkan untuk strategi affiliate marketing 

Ketika ingin menjalankan strategi online sales seperti ini, ada beberapa pihak yang terlibat, yaitu:

  • Penjual: Pihak yang memiliki produk atau jasa. 
  • Affiliate Marketer: Orang-orang yang mau bergabung untuk mempromosikan produk atau jasa di media sosial mereka pribadi, seperti influencer serta blogger. 
  • Konsumen: Pihak yang menerima promosi dari para affiliate marketer. 

Strategi online sales seperti ini sangat cocok untuk menargetkan para pengguna media sosial yang ingin mulai belajar bisnis atau pemasaran. Semakin banyak affiliate marketer yang mau bergabung, semakin banyak orang-orang mengenal produk atau jasa yang ditawarkan. 

Baca juga: Praktik Cross-Border Yang Bisa Hancurkan UMKM

Contoh Affiliate Marketing – Photo by cottonbro from www.pexels.com

Cara mengemas strategi affiliate marketing di Internet 

  • Kemas konten produk atau jasa secara soft selling dengan kata-kata yang manis, persuasive, dan bikin penasaran. Baik berupa foto, vidio, e-book, atau blog. 
  • Buatlah konten yang berkualitas sehingga memberikan informasi yang bermanfaat untuk audien terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Libatkan orang lain terutama komunitas untuk berkontribusi dalam pembuatan konten yang berkaitan dengan produk atau jasa.
  • Mengadakan lomba untuk menarik perhatian banyak pengunjung untuk melihat produk atau jasa yang ditawarkan. 

Baca juga: Teknik Decoy-Effect Untuk Menentukan Harga 

Nah itu dia ulasan mengenai strategi affiliate marketing dalam membranding produk di media sosial. Semakin banyak para affiliate yang mau bergabung, semakin besar peluang produk mu dikenal luas.

Read More

Mengenal Social Proof Sebagai Strategi Jitu Pemasaran Bisnis Online

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang social proof. Sebuah fenomena unik dalam dunia pemasaran. Ketika membangun sebuah bisnis, baik itu secara fisik mau pun online. Memasarkan produk adalah hal terpenting yang wajib dilakukan secara konsisten dan berskala. Mulai dari beriklanan di media sosial hingga memasang spanduk di toko fisik. Upaya ini dilakukan untuk memperkenalkan produk ke masyarakat calon pembeli. Kamu juga bisa gunakan jasa influencer untuk menyebarluaskan konten produk melalui media sosial. 

Sebelum adanya media sosial, memasarkan produk banyak dilakukan dari mulut ke mulut. Biasanya pembeli akan secara sukarela merekomendasikan produk ke orang-orang terdekatnya karena merasa puas dengan barang atau pelayanan yang telah diberikan. Rekan BisnisOn! Bisa bayangkan, hanya dari satu orang saja bisa membawa pengaruh yang begitu kuat terhadap lingkungan sekitar mengenai citra dari tokomu. Konsep inilah yang sampai saat ini tetap dipertahankan walau perkembangan zaman telah berubah secara digital.

Social Proof – Photo by Henry Perks from www.unsplash.com

Seberapa pentingnya social proof dalam dunia bisnis 

Social Proof atau bukti sosial adalah sebuah gagasan yang mengatakan bahwa tindakan seseorang bisa dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Terutama pada situasi yang masih baru atau asing baginya dan cenderung mempertimbangkan omongan orang yang telah lebih dulu melakukannya. 

Beberapa jenis social proof yang paling umum adalah ulasan online, sertifikasi dari sebuah lembaga, rekomendasi dari teman, keluarga, atau influencer. Baik itu berupa ucapan, tulisan maupun vidio. Tindakan tersebut sangat membantu calon pembeli untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai baik, buruknya sebuah produk atau layanan sebelum melakukan transaksi pembelian maka dari itu social proof berperan penting dalam mempengaruhi keputusan calon pembeli terlebih dalam bisnis online. 

Strategi ini juga bisa meningkatkan kepercayaan pembeli loh. Semakin banyak ulasan, semakin bermanfaat pula bagi calon pembeli lainnya dalam memutuskan pembelian sebuah produk atau layanan jasa di toko online. Penggunaan social proof sering di identifikasikan dengan rating bintang.

Baca Juga: Strategi Decoy-Effect Dalam Menentukan Harga Produk 

Before After – Photo form www.googleimage.com

Cara mengemas social proof di media sosial 

Seperti namanya, social proof atau bukti sosial, mengharuskan kamu memberikan bukti nyata kepada calon pembeli lainnya dengan menjadikannya sebagai konten di media sosial. Salah satunya lewat konten before-after. 

Ketika pembeli memberikan ulasan testimoni mengenai produk atau layanan jasa di kolom penilaian e-commerce atau melalui pesan WhatsApp. Kamu bisa membagikan bukti tersebut lewat akun media sosial bisnis yang kamu miliki, seperti lewat story instagram, menjadikan sebagai sorotan di instagram, atau menaruh bukti tersebut di profil whatsapp bisnismu. Hal ini dikarenakan jejak digital akan tersimpan dalam waktu lama dan menghemat ruang. 

Baca juga: Strategi Affiliate Marketing dalam dunia bisnis

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

YouTube Memperluas Dana Shorts ke Lebih dari 70 Wilayah Baru

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang YouTube yang sedang memperluas dana Shorts ke lebih dari 70 wilayah baru, serta menambahkan fitur baru Analytics Shorts.

YouTube telah mengumumkan beberapa pembaruan baru untuk Shorts, termasuk perluasan Shorts Fund-nya yang memungkinkan lebih banyak pembuat konten mendapatkan bayaran untuk memposting klip yang paling banyak ditonton dan alat analisis Shorts baru di YouTube Studio.

Pengumuman utamanya adalah perluasan pendanaan Shorts YouTube. Kembali pada bulan Mei, YouTube mengumumkan bahwa mereka akan membayar $100 juta selama 2021-22 kepada pembuat Shorts teratas, berdasarkan berbagai kriteria untuk memberikan dukungan tambahan dan motivasi atas upaya mereka.

Awalnya, pendanaan itu hanya tersedia untuk pembuat konten di AS, kemudian pada bulan September, YouTube memperluas akses ke program ini ke 30 wilayah tambahan.

YouTube sekarang menambahkan 70 pasar lain ke daftar kelayakan, yang berarti bahwa pembuat konten dari lebih banyak pasar sekarang akan memenuhi syarat untuk bonus Shorts.

Dana Shorts

Pembuat konten di negara-negara ini sekarang dapat mengklaim sebagian dari dana tersebut, dengan YouTube membayar antara $100 dan $10.000 setiap bulan ke saluran berdasarkan kinerja klip Shorts mereka.

Meskipun faktor-faktor yang diperhitungkan YouTube di bagian depan ini tidak sepenuhnya jelas:

“Tidak ada ambang batas kinerja khusus untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan bonus. Tingkat kinerja yang diperlukan untuk memenuhi syarat pembayaran bonus dapat berubah dari bulan ke bulan berdasarkan berbagai faktor, termasuk lokasi pemirsa Anda dan pertumbuhan Shorts secara keseluruhan.”

Kreator yang memenuhi syarat untuk mengklaim pendanaan Shorts akan diberi tahu oleh YouTube, berdasarkan performa konten mereka di bulan sebelumnya. YouTube berharap bahwa dengan menambahkan motivasi tambahan ke dalam prosesnya, hal itu dapat membantunya menumbuhkan adopsi Shorts di lebih banyak wilayah dan membuat lebih banyak pembuat konten selaras dengan YouTube untuk upaya kreatif mereka.

Anda dapat membaca lebih lanjut tentang spesifik dana Shorts YouTube di sini.

YouTube juga menambahkan elemen analisis khusus Shorts baru ke YouTube Studio, termasuk kartu baru yang akan menampilkan berapa banyak Shorts Anda yang telah di-remix serta klip Shorts Anda yang paling populer.

YouTube juga menambahkan alat Shorts ‘Align’ di Android yang sebelumnya hanya tersedia di iOS, yang memungkinkan Anda melihat bingkai sebelumnya yang Anda rekam untuk membantu mengatur bidikan Anda.

Dana Shorts

Terakhir, YouTube juga menambahkan tampilan kisi Shorts baru di halaman saluran, sehingga memudahkan pengunjung untuk mendapatkan ikhtisar konten Shorts Anda.

Dana Shorts

Seperti yang Anda lihat, tampilan grid sangat mirip dengan TikTok, dengan jumlah tampilan di setiap klip. Kreator akan dapat memilih bagaimana petak Shorts mereka ditampilkan dengan mengubah urutan galeri dalam YouTube Studio di desktop.

Meskipun mungkin merupakan salinan langsung dari TikTok, Shorts telah menjadi pemenang untuk YouTube dengan klip Shorts sekarang menghasilkan lebih dari 15 miliar tampilan harian global yang lebih dari dua kali lipat dari yang dilihatnya pada bulan Maret (6,5 miliar tampilan). Tampaknya selera untuk konten pendek yang dipicu oleh TikTok telah menyebar ke setiap aplikasi lain dan YouTube telah mampu memanfaatkan dan menangkis setidaknya beberapa persaingan dari aplikasi yang sedang naik daun, dengan mereplikasi fitur-fitur utamanya dan mendorong mereka melalui adopsi oleh bintang-bintang topnya.

Di situlah YouTube memiliki keunggulan tersendiri. YouTube memiliki sistem bagi hasil yang jauh lebih halus untuk pembuat konten, dan pada akhirnya ketika bintang top ingin bergerak melampaui konten bentuk pendek dan ke hal-hal yang lebih besar dan lebih baik, di situlah YouTube menyambut mereka dan menggunakan pemirsa yang mereka inginkan. Telah dibuat di aplikasi lain untuk mengubah mereka menjadi jutawan.

Dan sekarang, ia juga memiliki Shorts sehingga mereka dapat membuat semua konten mereka di satu platform dan menggunakannya untuk membangun audiens dan pendapatan di aplikasi.

Ini mungkin tampak seperti taktik yang dipertanyakan, menyalin fitur teratas dari aplikasi lain. Tapi itu berhasil, dan YouTube Shorts adalah contoh lain dari ini.

Itulah penjelasan mengenai perluasan dana YouTube Shorts ke lebih dari 70 wilayah baru dan penambahan fitur baru yaitu Analytics Shorts. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

Facebook Luncurkan ‘Profil Profesional’ untuk Membantu Para Kreator

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang Facebook yang meluncurkan fitur ‘Profil Profesional’ untuk membantu lebih banyak kreator dalam memaksimalkan kehadirannya.

Dengan semakin banyak orang yang akan memiliki lebih banyak waktu selama periode liburan yang berarti lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan audiens dan lebih banyak waktu bagi calon pembuat konten untuk mencoba hal-hal baru. Facebook mendorong untuk memfasilitasi lebih banyak peluang bagi pembuat konten dalam aplikasinya dengan ‘Mode Profesional Profil’ untuk menyambut pembuat konten baru dan pembaruan untuk Laman Pembuat Konten.

Tambahan utama adalah Mode Profesional yang menyediakan platform alternatif bagi pembuat konten baru untuk mengumpulkan wawasan audiens dan terhubung.

Facebook

Seperti yang dijelaskan oleh Facebook:

“Kami tahu bahwa banyak pembuat konten, terutama mereka yang baru memulai menggunakan profil, jadi mulai hari ini kami mengumumkan peluncuran mode profesional baru untuk profil. Mode profesional akan membuka akses ke postingan, audiens, dan wawasan profil, serta memberikan akses mudah ke fitur monetisasi, semuanya di satu tempat.”

Jadi, daripada mendorong pembuat baru ke Halaman profesional, Mode Profesional untuk Profil akan memberikan lebih banyak wawasan tentang kinerja pos dan pertumbuhan pemirsa bagi mereka yang menggunakan profil Facebook biasa.

Yang pada dasarnya adalah pintu gerbang untuk menjadi pencipta atau setidaknya menguji air untuk melihat apakah Anda ingin mengambil langkah berikutnya atau memang jika Anda melihat keterlibatan yang Anda perlukan untuk meningkatkan upaya Anda. Seperti yang Anda lihat pada contoh di atas, mereka yang mengaktifkan Mode Profesional juga memenuhi syarat untuk bonus Reel dan fitur lainnya yang diharapkan Facebook akan memikat lebih banyak orang untuk lebih sering memposting dengan tujuan untuk meningkatkan statistik keterlibatan yang baru hadir ini.

Perhatikan, tepat di bagian bawah tangkapan layar pertama, Anda dapat mematikan Mode Profesional kapan saja, jika Anda memutuskan bahwa menjadi pembuat media sosial bukan untuk Anda.

Ini bisa menjadi cara mudah untuk menggantungkan wortel di depan pengguna yang mungkin membutuhkan dorongan ekstra untuk menjadi pembuat konten yang lebih aktif.

Mode Profesional akan diuji dengan profil dalam jumlah terbatas di AS sebelum diluncurkan di EMEA tahun depan.

Selain memberi insentif kepada pembuat konten baru, Facebook juga mengumumkan beberapa pembaruan untuk para profesional yang lebih mapan yang menggunakan Halaman Pembuatnya.

Pertama, Facebook menambahkan Dasbor Profesional baru yang memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang data kinerja Halaman dan wawasan audiens.

Facebook

Seperti yang Anda lihat di sini, dasbor baru memberikan statistik kinerja yang lebih mendalam serta info tentang Bintang dan Bonus untuk membantu pembuat konten melacak berbagai elemen.

Facebook juga menambahkan bagian atas baru dari permintaan ikhtisar umpan yang memberikan cuplikan komentar dan pembagian baru pada konten pembuat.

Facebook

Panel juga akan memberikan tips tentang cara membuat konten berperforma tinggi berdasarkan data dan tren keterlibatan.

Dan terakhir, Facebook juga menguji komposer posting dua langkah baru yang akan memberi pembuat yang menggunakan Halaman kemampuan untuk menjadwalkan posting dan memposting silang ke dalam grup langsung dari jendela komposer biasa.

Facebook

Itu dapat membantu merampingkan proses pengeposan terutama bagi pembuat konten yang juga memiliki grup sendiri atau menjalin koneksi dengan komunitas penggemar atau sektor.

Facebook ingin memperkuat potensinya sebagai platform utama bagi pembuat konten yang juga merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk memenangkan kembali pengguna yang lebih muda dengan idealnya memikat lebih banyak bintang populer ke platformnya daripada TikTok yang kemudian akan membawa pemirsa mereka bersama mereka.

TikTok telah menjadi tempat yang tepat untuk para bintang yang sedang naik daun, tetapi Facebook masih dapat memberikan jangkauan yang lebih luas dan jika itu juga dapat memberi lebih banyak insentif kepada orang-orang untuk memposting, melalui peluang monetisasi yang lebih baik yang pada akhirnya dapat membuat lebih banyak pembuat konten beralih ke Facebook dan Instagram yang akan menjadi langkah besar dalam mendapatkan kembali momentum pemuda.

Ini bukan tambahan baru yang mencolok atau alat AR baru yang keren yang merupakan cara yang lebih terdepan untuk memenangkan pengguna tetapi melalui fitur pembuat yang ditingkatkan yang dapat memberikan jalur yang lebih baik untuk memenangkan kembali pemirsa, terutama jika TikTok tidak dapat memberikan yang sebanding potensi monetisasi.

TikTok masih mengembangkan alatnya di bagian depan ini melalui integrasi eCommerce dan kesepakatan kemitraan merek tetapi kerangka monetisasi Facebook lebih mapan. Menarik lebih banyak pembuat konten ke dalam ekosistemnya bisa menjadi cara utama untuk memaksimalkan elemen ini.

Selain itu, Facebook juga telah mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan Reels di EMEA pada paruh pertama tahun 2022 yang bisa menjadi cara lain untuk menekan keunggulannya dengan memasuki pasar di mana TikTok belum terbentuk.

Popularitas TikTok meningkat di semua wilayah tetapi Facebook memiliki kehadiran yang jauh lebih besar di setiap pasar dan dengan memperluas akses ke Reels, itu dapat membatasi penggunaan aplikasi video bentuk pendek di beberapa negara. Jelas, EMEA sekarang menjadi fokus dalam hal ini.

Sangat menarik untuk mempertimbangkan taktik Facebook dalam pertempuran baru untuk mendapatkan perhatian ini dan bagaimana cara Facebook untuk menghambat pertumbuhan TikTok. Akankah itu berhasil dan akankah Facebook benar-benar dapat memenangkan kembali audiens muda?

2022 akan membawa medan pertempuran baru di depan ini.

Itulah penjelasan mengenai peluncuran fitur ‘Profil Profesional’ di Facebook untuk membantu lebih banyak para kreator memaksimalkan kehadirannya. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

TikTok Akan Melampaui 1,5 Miliar Pengguna pada 2022

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang TikTok yang mengumumkan bahwa penggunanya akan melampaui 1,5 miliar pada tahun 2022 nanti.

Terlepas dari tantangan berkelanjutan dari platform saingan, bersama dengan masalah peraturan dan bahkan pembatasan di beberapa wilayah, TikTok terus berkembang dari kekuatan ke kekuatan. Dan menurut data terbaru dari App Annie, momentum pertumbuhan aplikasi tidak akan melambat dalam waktu dekat.

Sesuai laporan Perkiraan Seluler App Annie 2022, TikTok akan melampaui 1,5 miliar pengguna dalam dua belas bulan ke depan karena pengaruh budayanya terus menyebar ke seluruh dunia.

Tiktok

Itu akan menempatkannya jauh di depan Instagram yang tetap memiliki satu miliar aktif, angka yang pertama kali dilaporkan pada tahun 2018 dan belum diperbarui sejak itu. Apakah pertumbuhan Instagram berhenti begitu saja? Dan jika demikian, apa artinya itu bagi popularitas aplikasi yang lebih luas?

Prediksi App Annie juga kuat di masa lalu. November lalu, App Annie memperkirakan bahwa TikTok akan melampaui satu miliar pengguna aktif pada tahun 2021, yang terjadi pada bulan September.

Tiktok

Seperti yang dicatat App Annie (di atas), tingkat pertumbuhan TikTok belum pernah terjadi sebelumnya dengan aplikasi menjadi kekuatan budaya yang lebih cepat daripada platform lain dalam sejarah. Beberapa di antaranya, tentu saja muncul di belakang tren yang sudah mapan, Facebook dan Instagram mengalami kesulitan menjangkau miliaran pengguna pertama mereka karena mereka perlu membangun perilaku kebiasaan baru yang telah diuntungkan oleh TikTok dalam kebangkitannya.

Namun demikian, peningkatan pesat aplikasi ini signifikan dan ini tanpa India yang pada satu tahap merupakan pasar pengguna terbesar TikTok, dengan 200 juta aktif bulanan. Cukup aman untuk mengasumsikan bahwa jika TikTok tidak dilarang di India pada Juni 2020, basis pengguna India sekarang akan mendekati 500 juta yang berarti bahwa TikTok sudah berada di pasar pengguna 1,5 miliar pada tahap ini.

Sungguh menakjubkan untuk mempertimbangkan bagaimana TikTok dapat mencapai kinerja yang kuat di pasar media sosial yang semakin ramai. Snapchat pernah muncul untuk pertumbuhan besar yang serupa sampai Instagram menyalin Stories dan memperlambatnya yang merupakan pedoman yang sama yang diikuti oleh perusahaan induk Instagram Meta dengan TikTok dengan menambahkan Reels di Facebook dan Instagram dalam upaya untuk mencuri audiens berbagi kembali dari saingan potensial yang meningkat.

Tetapi bahkan lebih dari itu, YouTube juga telah menambahkan Shorts, Snapchat menambahkan Spotlight, dan aplikasi lain telah menguji alat serupa TikTok. Namun, bahkan dengan semua alat yang bersaing ini diadu melawannya, TikTok tetap tangguh.

Jauh dari memperlambat jika ada, TikTok hanya mendapatkan lebih banyak penonton sebagai hasil dari upaya kontra-pertumbuhan ini.

Bagaimana TikTok bisa terus menang, di mana yang lain layu di hadapan raksasa yang sudah mapan?

Kuncinya terletak pada pencocokan algoritmenya yang masih jauh lebih baik daripada platform lain mana pun dalam menyediakan aliran konten tanpa akhir yang sangat sesuai dengan minat spesifik kalian.

Tiktok

Seperti yang akan diketahui oleh siapa pun yang menggunakan TikTok beberapa kali, umpan video ‘Untuk Anda’ yang disesuaikan yang mungkin diminati sangat adiktif dan sangat bagus dalam menyelaraskan dengan minat pribadi dengan cepat.

Keuntungan yang dimiliki TikTok dibandingkan platform lain adalah umpan layar penuhnya yang berarti bahwa setiap tindakan yang kalian lakukan saat setiap video ditampilkan di layar menunjukkan respons terhadap klip tertentu. Gesek cepat dan konten video itu jelas tidak menarik, tonton semuanya sampai tuntas dan itu adalah sinyal yang kuat sambil mengetuk elemen apa pun juga memberikan data respons yang jelas untuk pencocokannya.

Instagram tidak memiliki hal yang sama, karena sering kali ada beberapa posting di layar dan sementara Reel dapat lebih disesuaikan secara khusus dengan cara ini, algoritmenya tidak sebaik mendeteksi minat kalian, dengan Reel sering kali terlalu sensitif terhadap konten yang sedang tren kemudian menunjukkan lebih banyak kepada kalian tanpa mempertimbangkan konteks yang lebih luas.

Sistem TikTok jauh lebih baik dalam menentukan kecocokan yang lebih rumit sebagai tanggapan atas tindakan, itulah sebabnya sistem ini sangat adiktif bagi banyak orang dan itu membantunya terus menambah pengguna bahkan ketika aplikasi lain mencoba mereplikasi fitur utamanya.

Karena sungguh, mereka tidak bisa atau setidaknya mereka belum bisa. Dan sementara sepertinya Meta dan YouTube, pada tahap tertentu dapat mengetahuinya, fakta bahwa keduanya belum membuat landasan yang signifikan mungkin menunjukkan bahwa TikTok hanya memiliki kapasitas yang lebih baik dan pemahaman audiens yang lebih baik daripada para pesaingnya. Yang sekali lagi menunjukkan kesuksesan berkelanjutan untuk aplikasi, yang sekarang bisa dibilang sebagai tempat yang lebih keren bagi pembuat konten.

Monetisasi adalah langkah selanjutnya dan memberikan kapasitas komparatif bagi bintang-bintang top untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin di TikTok seperti di aplikasi lain. Tapi itu juga bergerak seiring dengan eCommerce platform dan alat kemitraan merek/pencipta berkembang dengan cepat memfasilitasi lebih banyak peluang di depan ini.

Jika kalian belum menganggap TikTok sebagai platform potensial untuk upaya pemasaran, pada tahun 2022 mungkin sudah waktunya untuk memikirkannya lagi. Tidak semua merek akan berkembang di TikTok dan itu memang membutuhkan pendekatan tipe organik yang lebih berdedikasi, jadi diperlukan mengetahui tren khusus platform atau bekerja dengan pembuat konten yang selaras dengan itu. Tetapi peluang untuk merek yang tepat dengan pendekatan yang tepat dapat menjadi signifikan.

Dan mereka tumbuh lebih banyak setiap hari dengan membangun momentum pertumbuhannya. Pada tingkat ini, TikTok dapat memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif pada tahun 2023 dan bahkan lebih banyak relevansi budaya di seluruh dunia.

Ini mungkin bukan platform yang datang secara alami untuk promosi dan mungkin juga bukan platform yang diminati. Tetapi pada tahun 2022, ada baiknya kalian membiasakan diri dengan tren TikTok terbaru dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang aplikasi tersebut.

Itulah penjelasan mengenai pengumuman baru TikTok yang penggunanya terus bertambah bahkan akan melampaui 1,5 miliar pengguna pada tahun 2022. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

Instagram Uji Coba Fitur Baru ‘Istirahatlah’

[fusion_builder_container hundred_percent=”no” equal_height_columns=”no” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” background_position=”center center” background_repeat=”no-repeat” fade=”no” background_parallax=”none” parallax_speed=”0.3″ video_aspect_ratio=”16:9″ video_loop=”yes” video_mute=”yes” border_style=”solid” flex_column_spacing=”0px” type=”flex” link_hover_color=”#1763a4″ link_color=”#1763a4″][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_color=”” border_style=”solid” border_position=”all” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding_top=”” padding_right=”” padding_bottom=”” padding_left=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”small-visibility,medium-visibility,large-visibility” center_content=”no” last=”true” min_height=”” hover_type=”none” link=”” first=”true”][fusion_text]

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang Instagram yang menguji coba opsi fitur barunya yang diberi nama ‘Istirahatlah’. Kira-kira seperti apa ya cara kerja fiturnya ini? Apakah memang sangat membantu untuk mendorong penggunanya dalam membatasi waktu ketika menggunakan aplikasi Instagram?

Instagram

Instagram sedang menguji opsi kesejahteraan pengguna baru yang disebut ‘Istirahatlah’ yang akan memungkinkan pengguna untuk mengatur pengingat untuk mengambil beberapa waktu dari aplikasi setelah periode aktivitas tertentu, baik 10, 20, atau 30 menit.

Opsi baru nantinya beberapa pengguna akan diminta untuk mengaktifkan dari umpan mereka, memungkinkan kalian untuk memilih jangka waktu pengingat untuk beristirahat dari aplikasi yang kemudian juga akan menyarankan aktivitas alternatif yang dapat dilakukan untuk pergi sejenak.

Hal ini dapat membuat lebih banyak pengguna menjadi lebih sadar tentang keterlibatan Instagram mereka, setidaknya berfungsi sebagai dorongan lembut untuk memutuskan sambungan sesekali daripada ditarik ke dalam lubang kelinci konten atau menggulir tanpa berpikir selama berjam-jam.

Fitur ini dibangun diatas berbagai alat kesehatan Meta, dengan Facebook dan Instagram keduanya sudah menawarkan pengingat batas waktu untuk mengelola waktu Anda dengan lebih baik di setiap aplikasi, sementara Facebook juga memiliki opsi ini untuk menonaktifkan pengguna individu yang postingannya mulai masuk ke akun kalian.

Facebook juga memperkenalkan ‘Mode Senyap’ tahun lalu yang menonaktifkan notifikasi, menyediakan cara lain untuk mengambil waktu khusus dari aplikasi.

Instagram

Juru bicara Meta Nick Clegg pertama kali menandai opsi ‘Istirahatlah’ yang akan datang untuk Instagram bulan lalu, dalam sebuah wawancara tentang dampak negatif aplikasi pada remaja, seperti yang diungkapkan sebagai bagian dari kebocoran ‘File Facebook’ baru-baru ini.

Menanggapi kekhawatiran, Clegg mencatat bahwa Instagram akan menambahkan opsi ‘Istirahatlah’ dengan fokus pada pengguna muda secara khusus, sementara dia juga mengatakan bahwa aplikasi tersebut akan memperkenalkan petunjuk baru untuk ‘mendorong’ remaja menjauh dari konten yang berpotensi berbahaya.

“Kami akan memperkenalkan sesuatu yang menurut saya akan membuat perbedaan besar, dimana sistem kami melihat bahwa remaja melihat konten yang sama berulang kali dan konten itu mungkin tidak kondusif untuk kesejahteraan mereka, kami akan mendorong mereka untuk melihat konten lain.”

Instagram

Dalam kombinasi, alat-alat tersebut memberikan lebih banyak kapasitas bagi pengguna Instagram untuk mengatur waktu mereka di aplikasi, meskipun baik Facebook dan Instagram telah memiliki pengingat batas waktu sejak 2018. Jadi, secara fungsional itu tidak menambahkan apapun selain mungkin beberapa petunjuk baru.

Yang kemudian menimbulkan pertanyaan tentang nilai sebenarnya apa yang akan diberikan oleh opsi baru? Jika pengguna sudah dapat melakukan ini, maka dorongan sebenarnya adalah bagaimana membuat orang mengambil tindakan seperti itu, yang mungkin akan dilakukan oleh pemberitahuan push baru ini.

Tapi kenyataannya Instagram tidak dapat menghentikan kalian menggunakan aplikasi selama yang diinginkan dan tidak banyak pengguna yang secara sukarela membatasi waktu mereka.

Jadi apakah itu akan benar-benar efektif? Sulit untuk melihatnya ditambah banyak proses, meskipun pembaruan apapun yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan layak untuk diuji. Tapi mungkin ini lebih berharga sebagai latihan, menanggapi klaim bahwa Instagram bisa merugikan pengguna.

Meta memberi pengguna alat untuk mengelolanya dengan lebih baik tetapi Meta tidak bertanggung jawab untuk mendikte waktu kalian. Diri sendirilah yang memilih untuk menetapkan batas atau tidak. Kita akan melihat berapa banyak orang yang benar-benar mengaktifkan lansiran baru ini.

Itulah penjelasan mengenai fitur uji coba terbaru Instagram ‘Istirahatlah’. Tanpa fitur ini juga, seharusnya kalian semua harus bisa membagi waktu dalam bermain Instagram yaa. Inget!!! radiasi layar elektronik itu sangat berbahaya loh apalagi dalam jangka waktu yang lama. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Read More
Image

Tren Belanja Liburan untuk Perencanaan Promosi di TikTok

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang TikTok yang berbagi wawasan baru tentang tren belanja liburan untuk membantu perencanaan promosi.

Perusahaan consumer intelligence nomor satu di dunia Talkwalker, platform customer relationship management (CSR) HubSpot,  merilis Laporan Tren Media Sosial terbaru secara global. Berdasarkan laporan ini, Tik Tok di prediksi akan menjadi tren utama media sosial di tahun depan. Laporan ini juga menunjukkan sejumlah temuan menarik yang perlu diperhatikan oleh merek (brand) di tahun depan karena tren media sosial akan ditopang oleh konsumen.

Pandemi telah mempercepat era konsumen, dan agar mampu bertahan, merek perlu mengantisipasi dan merespon permintaan konsumen, karena sekarang konsumen yang memegang kendali. Situasi global saat ini menantang sekaligus menawarkan peluang bagi perusahaan tertentu untuk maju. Tren teratas dan wawasan konsumen dalam laporan ini akan membantu pemasar dan merek global terkenal merencanakan strategi yang sukses pada 2022.

Tren

Platform video yang berkembang pesat telah menjadi tempat bagi banyak konsumen muda, dan semakin mendorong tren terbaru, yang meluas ke produk dan perilaku konsumen juga. Memang, bahkan tahun lalu, TikTok mengatakan bahwa 80% penggunanya yang membeli sesuatu pada Black Friday menunjukkan bahwa TikTok telah berperan dalam keputusan itu, sementara 40% mengatakan bahwa mereka melakukan pembelian setelah melihat item yang tepat di TikTok.

Temuan, termasuk dalam laporan penelitian terbaru TikTok, keduanya signifikan, namun tidak mengejutkan, dengan TikTok menjadi bagian yang lebih besar dari lanskap media sosial, dan budaya populer secara keseluruhan, selama pandemi.

Apakah itu akan memiliki pengaruh yang lebih besar pada perilaku konsumen selama dorongan belanja liburan 2021? Sepertinya taruhan yang aman bahwa itu akan berdampak. Untuk membantu merek mempersiapkan ini, TikTok telah menguraikan beberapa catatan tren utama untuk diperhitungkan dalam perencanaan kalian.

Tren

TikTok mengatakan bahwa merek harus memulai lebih awal untuk menjangkau konsumen sebelum serbuan belanja Black Friday.

“Tahun lalu pengecer online memperpanjang penjualan selama beberapa minggu, dimulai lebih awal dan bertahan lebih lama. Penayangan tagar #blackfriday meningkat tiga kali lipat pada minggu kedua Oktober, memuncak pada hari itu sendiri dan tetap relatif tinggi hingga tepat sebelum Natal.”

Kemudian lagi, itu selalu merupakan saran dari platform bahwa kalian harus memulai lebih awal dan membelanjakan lebih banyak untuk iklan mereka untuk memaksimalkan manfaatnya. Yang tampaknya seperti saran yang cukup mementingkan diri sendiri tetapi data disini menceritakan kisah tersebut dan menunjukkan bahwa keterlibatan di sekitar acara belanja yang signifikan memuncak lebih awal dan kemungkinan akan lebih awal lagi tahun ini mengingat kebangkitan eCommerce dan meningkatnya antisipasi untuk musim ini. Sekarang banyak yang akan memiliki kesempatan untuk terhubung dengan teman dan keluarga lagi.

Tren

TikTok juga membagikan catatan tentang produk yang paling banyak diminati di platform tahun ini yang secara mengejutkan menunjukkan bahwa pakaian adalah fokus utama. Tidak ada lagi celana dan kaos oblong, sekarang setelah kalian benar-benar harus meninggalkan rumah sekali lagi mungkin perlu mengganti beberapa staples lama berlubang di sekitar rumah, sementara kegembiraan lagi yang lebih luas sekitar kembalinya ke pertemuan sosial telah melihat banyak membeli hadiah untuk dibagikan saat Natal.

Sangat menarik untuk memperhatikan pengaruh TikTok dalam hal ini yang tampaknya tumbuh dari hari ke hari, karena berfungsi untuk mengintegrasikan lebih banyak opsi eCommerce dan promosi tampaknya platform tersebut akan terus memainkan peran besar dalam mendorong perilaku konsumen bergerak kedepan, setidaknya untuk masa mendatang.

Karena itu, ada baiknya menghabiskan waktu di aplikasi meneliti merek di ceruk pasar kalian dan bagaimana mereka menggunakannya. TikTok juga menyediakan beberapa studi kasus untuk dipertimbangkan, sementara kalian juga dapat melihat tampilan iklan TikTok untuk mendapatkan lebih banyak ide.

Itulah penjelasan mengenai wawasan baru tentang tren belanja liburan di TikTok untuk membantu perencanaan promosi. Semoga menambah wawasan serta pengetahuan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

Meta Berencana Membuka Toko Ritel Untuk Menjual Alat Koneksi Digital

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang Meta yang kemungkinan berencana membuka cerita ritel untuk menjual alat koneksi digital seperti VR, AR dan lain-lain.

Dengan Facebook atau Meta sebagai merek induknya sekarang dikenal secara bertahap memperluas katalog produk fisiknya, masuk akal bahwa perusahaan juga akan mempertimbangkan toko fisik juga, sebagai sarana untuk memamerkan desain perangkat keras tingkat berikutnya dengan lebih baik. Menurut The New York Times, mungkin ada di kartu, dengan dokumen internal yang bocor menguraikan rencana untuk toko Facebook IRL di mana ia akan menjual headset VR, kacamata AR, perangkat Portal dan banyak lagi.

Meta

Dilansir dari New York Times: “Meta telah membahas pembukaan toko ritel yang pada akhirnya akan menjangkau dunia, kata orang-orang yang memiliki pengetahuan tentang proyek dan dokumen perusahaan yang dilihat oleh The New York Times. Toko-toko itu akan digunakan untuk memperkenalkan orang-orang ke perangkat yang dibuat oleh divisi Reality Labs perusahaan, seperti headset realitas virtual dan, akhirnya, kacamata augmented reality, kata mereka.

Gagasan yang lebih luas adalah bahwa untuk memandu pengguna menuju visi Meta tentang metaverse, dunia digital yang imersif dengan kemungkinan tak terbatas, Meta perlu memasukkan lebih banyak alat ini ke lebih banyak rumah, dan toko fisik bisa menjadi cara yang lebih baik untuk membangun direct- rantai pasokan ke konsumen, sementara juga memungkinkan peluang pameran baru untuk menghasilkan lebih banyak penjualan.

Yang masuk akal. Saat ini, Anda dapat membeli produk Facebook di toko ritel, tetapi produk tersebut melapisi rak di samping banyak perangkat dan opsi pesaing lainnya, dan umumnya tidak mendapatkan fokus khusus. Jika Facebook ingin berinvestasi lebih banyak ke dalam pemasaran langsung, dan memamerkan rencana tingkat berikutnya, itu akan menjadi tempat terbaik untuk melakukannya melalui promosi khusus dan tampilan produk, yang dapat dikontrol langsung di dalam tokonya sendiri, yang dibuat khusus di sekitar persembahannya.

Meta

Headset VR Meta tampak seperti fokus yang paling jelas dalam hal ini, dengan visi metaverse perusahaan yang sepenuhnya diaktifkan diselaraskan di sekitar dunia VR yang sepenuhnya interaktif, yang hanya benar-benar mungkin terjadi di lingkungan VR.

Jika Meta dapat membangun platform pusat yang akan memfasilitasi koneksi semacam itu, itu akan ditempatkan dengan baik untuk memainkan peran sentral dalam tahap berikutnya dari koneksi digital yang Meta ingin ulangi bahwa tidak ada satu perusahaan pun yang akan ‘memiliki’. Namun pada kenyataannya, seseorang perlu membangun platform yang dapat digunakan oleh pengembang lain, dan Meta kemungkinan besar berada di tempat terbaik untuk memainkan peran kunci dalam menetapkan parameter untuk konektivitas dan fungsionalitas universal dalam hal ini.

Meta

Pada akhirnya, hal itu kemungkinan akan membutuhkan pembentukan konsorsium independen, atau perjanjian industri, yang kemudian akan memfasilitasi penciptaan skema universal dan proses berbagi data untuk interoperabilitas dalam ruang, dan jalur kreatif dan kolaboratif yang lebih luas. Tetapi sekali lagi, Meta, dengan pekerjaan lanjutannya di VR (melalui perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Oculus), sudah memimpin, dan terlihat berada di posisi yang tepat untuk menang dalam perubahan ini.

Yang kemudian menunjuk pada adopsi konsumen, dan memaksimalkan penggunaan perangkat keras untuk membangun ke tahap berikutnya. Meta sudah melihat permintaan konsumen yang kuat untuk unit VR mandirinya, dan memiliki rencana untuk versi perangkat yang lebih canggih, sementara sekarang juga memiliki perangkat panggilan video Portal, yang juga mengalami lonjakan penjualan di tengah pandemi, dan perangkat Ray Larangan kolaborasi kacamata pintar Stories.

Meta juga dilaporkan sedang mengerjakan jam tangan pintar baru, dan juga dapat mencari untuk mengembangkan suar baru untuk toko ritel, sebagai sarana untuk memberikan lebih banyak wawasan penjualan langsung untuk mengatasi kehilangan data sebagai akibat dari pembaruan ATT Apple. Di sisi lain, Meta juga dapat menyertakan bilik pemindaian seluruh tubuh di dalam toko ini untuk menghubungkan orang ke ruang virtual dengan lebih baik.

Selain itu, menarik juga untuk memperhatikan katalog data visual yang diperluas yang dapat dibuat Meta dengan ini. Perusahaan baru-baru ini mengumumkan penutupan program pengenalan wajahnya, karena masalah privasi yang sedang berlangsung, namun pada saat yang sama, ia ingin membuat pemindaian seluruh tubuh seperti ini, mengambil lebih banyak data visual.

Tampaknya Meta tidak akan rugi banyak dengan menghapus basis data Face ID yang lama, setidaknya dalam jangka panjang. Dalam kombinasi, perusahaan kemungkinan sekarang memiliki penawaran dan fungsi perangkat keras yang cukup untuk membangun rantai toko ritel, dan motivasi finansial untuk melanjutkan proyek, mengingat penekanan yang diberikannya pada dorongan metaverse-nya.

Membangun rantai pasokan konsumen itu rumit, dan dalam beberapa hal, Snapchat memiliki kaki di Meta di bagian depan ini, dengan produk Spectacles-nya telah tersedia melalui berbagai pengecer untuk beberapa waktu. Tetapi membuka rantai ritelnya sendiri akan meniadakan dampak ini, dan akan menempatkan Meta dengan lebih baik untuk memaksimalkan pertumbuhan penjualan, dan meningkatkan kesadaran produk, semua tetapi memastikan penerimaan yang lebih besar. Ini akan menjadi usaha besar, tetapi masuk akal dan sekali lagi, perluasan lini produk perusahaan menunjukkan peluang yang berkembang dalam hal ini.

Itulah penjelasan mengenai perencanaan Meta untuk membuka cerita ritel yang nantinya digunakan sebagai jual beli alat koneksi digital. Semoga menambah wawasan serta pengetahuan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

Instagram Luncurkan Stiker ‘Tambah Milik Anda’, Fitur Replikasi Lagi?

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang Instagram Luncurkan Stiker ‘Tambah Milik Anda’, Fitur Replikasi Lagi?

Instagram telah meluncurkan stiker ‘Add Yours’ baru untuk Stories, yang memungkinkan pengguna untuk meminta orang lain untuk menanggapi konten Stories mereka, untuk membuat utas balasan yang lebih menarik ke postingan Stories.

Saat pengguna merespons, mereka ditambahkan ke daftar gelembung profil pada stiker, yang, ketika diketuk, memungkinkan pengguna untuk melalui semua respons lain ke utas, membangun rantai respons dalam Stories yang dapat membantu mendorong lebih banyak keterlibatan.

Kreativitas TikTok berbasis komunitas yang menarik adalah elemen kunci dalam daya tariknya, jadi tidak mengherankan melihat Instagram, sekali lagi, mengambil inspirasi dari saingan utamanya yang sekarang. Tetapi pada saat yang sama, ini sedikit berlebihan – pengulangan Facebook terkadang terasa terlalu jauh untuk mencoba dan mengikuti tren penggunaan ini.

Instagram Stiker

TikTok melihat keterlibatan yang besar, dan Instagram ingin menghubungkannya di mana pun ia bisa, untuk mencegah pengguna bermigrasi dari aplikasinya, dan jika ia dapat menggunakan fungsi serupa, ia mungkin setidaknya harus menguji dan melihat hasil apa yang didapatnya. Tapi ini adalah replikasi yang cukup jelas di sini.

Tapi tetap saja, Instagram, dan Facebook (atau Meta) secara lebih luas, tidak terlalu bagus dalam memunculkan ide-ide baru dan orisinal dalam hal ini.

Yang akan menjadi hambatan utama untuk dorongan barunya untuk memenangkan kembali audiens yang lebih muda, dengan CEO Facebook Mark Zuckerberg baru-baru ini mencatat bahwa itu akan menjadikan melayani orang dewasa muda sebagai prioritas dalam produknya, daripada mengoptimalkan untuk pengguna yang lebih tua.

Facebook tahu bahwa ia perlu mempertahankan keterlibatan dengan kelompok pengguna yang lebih muda untuk memaksimalkan penggunaan penawaran lanjutannya yang diselaraskan dengan metaverse, dan data menunjukkan bahwa ia kalah dalam hal ini, dengan penggunaan Facebook di antara orang-orang di bawah usia 24 tahun menurun selama beberapa tahun dekade terakhir.

Instagram Stiker

Masalah utama dalam pengertian ini adalah bahwa Facebook hanya kekurangan budaya, dan memahami apa yang ditanggapi oleh audiens yang lebih muda, itulah sebabnya Snapchat secara teratur dapat memicu dan memimpin tren baru, dan sekarang TikTok telah menjadi yang utama untuk hal yang sama.

Instagram pernah memiliki kehadiran budaya itu, yang berhubungan langsung dengan komunitas online kreatif, tetapi seiring waktu, sejak Facebook mengambil alih itu juga kehilangan kontak. Tren yang sama kemungkinan juga terjadi di IG, oleh karena itu fokus baru Zuck pada grup yang lebih muda.

Facebook telah melihat keberhasilan dalam mencuri fitur dari Snapchat dan TikTok, pada tingkat yang berbeda-beda, dengan Instagram Stories menjadi pemenang utama, sementara Reels juga menjadi hit untuk Instagram, meskipun penggunaan masih jauh di belakang TikTok. Tapi itu tidak membantu Facebook memenangkan pergeseran budaya yang lebih luas, Facebook tidak lagi dilihat sebagai inovator, itu kehilangan faktor kerennya dalam hal ini, karena replikasi terus-menerus.

Instagram Stiker

Tetapi bagi mereka yang selalu mengikuti tren utama berikutnya seperti, audiens yang lebih muda, replikasi Facebook tampaknya basi dan tingkat kedua. Ini adalah orang-orang yang lebih tua yang mengejar hal-hal di belakang orang lain, lalu memberi tahu tentang fitur baru yang keren ini yang telah digunakan dengan baik sebelum mereka menemukannya.

Itulah kegagalan yang melekat dalam pendekatan replikasi Facebook, yang terus-menerus meninggalkannya selangkah di belakang, daripada menjadi pemimpin dan jika itu bukan pemimpin, Instagram kehilangan kredibilitas keren itu, dan sebagai akibatnya keterlibatan audiens yang lebih muda.

Instagram telah menguji stiker ‘Add Yours’ dengan beberapa pengguna selama sebulan terakhir, tetapi sekarang sedang diluncurkan ke semua pengguna secara global, di iOS dan Android.

Itulah penjelasan mengenai peluncuran fitur stiker baru ‘Add Yours’ oleh Instagram yang bisa dibilang memang hampir sama dengan fitur aplikasi TikTok, seperti yang sebelumnya Instagram Reels. Semoga menambah wawasan serta pengetahuan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More