Brand Talkability: Strategi Pemasaran Online Yang Memanfaatkan Jempol Netizen

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang strategi bisnis yang memanfaatkan jempol netizen untuk dikenal. Lah kok bisa ya min? Kalau diliat dari kandungan namanya yang sudah berusia delapan bulan. Eh ups! Istilah yang satu ini menjelaskan tentang teknik pemasaran online yang memanfaatkan citra brand sebagai media promosi. Hal ini bisa baik maupun buruk loh lur. 

Dalam kasus yang sedang ramai diperbincangkan di twitter baru-baru. Ada salah satu brand asal Indonesia yang pergi ke ajang paris fashion week tahun 2022 yang konon katanya diundang oleh pihak penyelenggara untuk menghadiri undangan tersebut. Usut punya usut, brand tersebut sebenarnya tidak di undang ke ajang perhelatan termegah itu loh. Melainkan hanya pergi ke paris diwaktu yang sama. Namun, berbeda event. 

Ibaratnya, kaya kita lagi touring sama temen. Tiba-tiba dijalan ada yang nikahan dan kita berhenti sejenak untuk makan disana. Padahal ngga kenal juga tuh sama si penggantinya. Eh ujug-ujug langsung abis aja tuh rabegnya. 

Rasa penasaran - Photo by homestudio from www.freepik.com
Rasa penasaran – Photo by homestudio from www.freepik.com

Faktor-faktor yang menggerakan jempol netizen

Di era percepatan informasi seperti sekarang ini, berita apapun yang ada di belahan dunia bisa kita ketahui dengan cepat lewat peranan media sosial. Mulai dari skandal durasi 2 menit sampe anak artis yang baru bisa naik sepeda pun kita jadi tahu berkat media sosial. 

Lantas, faktor apa yang menjadikan informasi tersebut mudah tersebar dengan cepat di media sosial? Simak selengkapnya setelah ini ya lur. Lanjuttt! 

#1. Rasa penasaran 

Pernah ngga sih kalian membuka sesuatu yang jelas-jelas ada tulisan ‘jangan dibuka’. Entah kenapa, semakin dilarang kita jadi semakin penasaran ya? Sama halnya dengan gosip yang trending di twitter.  

Faktor penasaran tersebutlah yang akhirnya kita sebagai netizen terkena strategi brand talkability. Tentu saja strategi ini tercipta atas pemikiran mind blowing para tim marketing brand tersebut yang memang memanfaatkan rasa penasaran ini sebagai media promosi mereka. Supaya brand mereka ‘diomongin sama netizen’.

Baca juga: Seberapa pengaruhnya buzzer dalam pemasaran online 

Baik lewat prestasi sampai kontroversi yang intinya memotivasi konsumen untuk berdiskusi, nyinyir, sambat dan berbagi cerita lainnya seputar brand yang lagi trending tersebut. 

#2. Rasa Humor 

Dalam segudang konten yang merupakan media komunikasi digital, brand perlu membekali diri dengan wawasan terbaik mereka jika ingin berhasil berkomunikasi kepada audiens, terutama di media sosial yang potensial.

Menurut buku yang mimin baca, karya Oh Su Hyang yang berjudul Bicara Itu Ada Seninya. Belio menuliskan bahwa rasa humor bisa mencairkan suasana yang kaku dan menjadikannya sebagai pelumas komunikasi. 

Terutama vidio-vidio parodi. Lewat humor, komedi dan bahasa candaan bisa bikin komunikasi brand terhadap audiens jadi lebih friendly. 

Baca juga: Ubah gaya komunikasi brand yang kaku lewat Teknik Anthropomorphic

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

Ubah Gaya Komunikasi Brand Yang Kaku Lewat Teknik Anthropomorphic

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang teknik anthropomorphic. Teknik yang bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap sebuah brand. Ketika menjalankan sebuah bisnis secara online, baik lewat media sosial maupun e-commerce. Komunikasi menjadi kunci utama dalam membangun kedekatan dengan para konsumen. Menjalani hubungan jarak jauh itu memang nggak enak ya lur. Ada kalanya kita dibuat cemburu oleh kompetitor yang lebih sigap dalam merespon chat dari konsumen.

Nah, chat boot dianggap lebih sigap dalam merespon setiap percakapan yang konsumen tanyakan di toko online. Baru juga ngechat singkat eh di jawab panjang x lebar tuh sama mimin brand tersebut. Kalian pernah merasakan hal yang sama?

Ketika paket internetan semakin murah, antusiasme konsumen untuk membeli suatu barang lewat online semakin tinggi. Mulai dari beli barang printilan rumah tangga sampai beli barang buat ayang. Proses transaksi yang dilakukan secara online, rentan terjadinya tindakan penipuan.

Untuk menghindari kecurigaan dari calon konsumen, komunikasi yang friendly dan jauh dari kesan boot diharapkan bisa menjawab rasa overthinking mereka. Dengan teknik Anthropomorphic, kita bisa belajar gimana caranya menjadikan sebuah brand layaknya seorang manusia yang bisa diajak berkomunikasi. Penuh dengan humor, jauh dari gaya komunikasi yang kaku, dan sedikit membahas topik yang relate dengan kegiatan sehari-hari mereka.

Siapa sih yang enggak kenal dengan brand Gojek. Brand yang memiliki segudang iklan yang unik-unik ini telah bikin siapa saja yang menontonnya jadi merasa relate dan merasa terwakilkan atas keresahaan yang tengah mereka rasakan. Salah satunya iklan gojek yang berjudul “Jangan Sepelekan Kekuatan dari Sebuah Jempol”. Dari iklan tersebut kita bisa melihat bahwa Gojek tengah mengkampanyekan gerakan #KasihJempol yang ditujukan untuk para driver yang sering kali disepelekan oleh jempol-jempol konsumen yang sering kasih rating kecil tanpa alasan yang jelas.

Dari narasi yang ada di dalam iklan tersebut, Gojek ingin mendekatkan emosial para konsumen meraka lewat isu-isu yang relate dengannya dan menjadikan brand mereka layaknya seorang manusia. Memiliki jiwa kepedulian terhadap sesama dan memiliki selera humor.

Humanisasi Brand - www.bisnison.com
Humanisasi Brand – www.bisnison.com

Bagaimana Cara Humanisasikan Sebuah Brand

Sentukan humanisasi pada sebuah brand dimulai dari penggunaan wajah yang ikonik. Ketika sebuah brand memiliki persona karakater yang mereka ciptakan sendiri, disitulah timbul rasa emosional para konsumen terhadap brand tersebut. Sehingga konsumen menganggap bahwa dibalik percakapan mereka dengan brand tersebut adalah bener-bener orang bukan robot atau logo semata.

Hal ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi brand dengan mengasosiasikannya lewat karakter atau makhluk hidup yang bisa memecahkan kode makna emosional para konsumen.

Proses humanisasi brand adalah bagian dari anthropomorphic marketing.  Membuat brand yang dulur miliki seperti manusia dengan memberi sentuhan wajah, memperkayanya dengan cerita, dan terhubung dengan para konsumen yang memiliki karakteristik yang sesuai dengannya.

Baca juga: Cara mengemas persona brand di TikTok

persona brand - www.bisnison.com
persona brand – www.bisnison.com

Cara Membangun Persona Brand Layaknya Seorang Manusia 

Proses pembuatan persona brand dilakukan dengan mengemasnya lewat karakter. Misalnya, pria Michelin yang menjadi simbol sebuah brand ban kendaraan, Ada juga badut McDonald’s, serta lebah pada karakter Alfamart. Itu semua tentang cerita yang dimiliki oleh brand – representasi karakter tersebut adalah bagian dari proses bercerita.

Tujuan membangun persona brand lewat karakter ini supaya dapat bersaing dengan brand lain yang ada di pasaran. Selain dari karakter yang telah disebutkan tadi untuk mewakili sebuah brand, dulur-dulur bisa menggunakan warna, lokasi, jenis melodi tertentu, penggunaan aroma tertentu, dan lain sebagainya untuk memberikan ciri khas brand tersebut.

Baca juga: Teknik pemasaran lewat aroma seperti bau Roti’o yang semerbak

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Promosi - www.bisnison.com
Promosi – www.bisnison.com
Read More

Mengenal Strategi Affiliate Marketing Dalam Promosi Produk Di Media Sosial

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang strategi affiliate marketing dalam promosi produk di media sosial. Dimasa pandemi covid-19, kebutuhan akan internet semakin meningkat. Orang-orang mulai beralih menggunakan Wireless Fidelity atau WIFI untuk mengurus berbagai hal yang serba digital. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, perekonomian, hingga hiburan. 

Menurut penuturan Ahmad Reza, selaku SPV Telkom yang dikutip dari laman marketbisnis.com, permintaan pemasangan WIFI di Indonesia meningkat sebanyak 47 persen dibanding sebelum adanya pandemi. Hal ini dilatar belakangi oleh adanya kebijakan bekerja dari rumah. 

Ngomongin soal internet, tak lupa juga dengan peran media sosial dalam meningkatkan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Terutama dalam bidang perekonomian. Banyak pelaku usaha yang kini mulai beralih menggunakan media sosial untuk memasarkan produk. Kenali strategi berikut ini untuk kamu yang baru memulai usaha. 

Menurut perusahaan pemasaran ternama asal Amerika Serikat, CJ Affiliate menyatakan bahwa pemasaran afiliasi merupakan sebuah strategi promosi produk maupun jasa kepada calon konsumen. Dimana para affiliate akan dibayar sesuai dengan jumlah produk yang telah berhasil dijualnya lewat sistem komisi. Selain dari komisi, rekan-rekan pelaku usaha juga bisa memberikan produk atau layanan jasa secara cara cuma-cuma kepada para affiliate yang telah mempromosikannya. Strategi semacam ini bisa kita temui di platform media sosial, seperti jasa endorsement, serta paid promote. 

Baca juga: Strategi Social Proof di Media Sosial 

Join the brand – Photo by pixabay from www.pexels.com

Hal yang perlu dipersiapkan untuk strategi affiliate marketing 

Ketika ingin menjalankan strategi online sales seperti ini, ada beberapa pihak yang terlibat, yaitu:

  • Penjual: Pihak yang memiliki produk atau jasa. 
  • Affiliate Marketer: Orang-orang yang mau bergabung untuk mempromosikan produk atau jasa di media sosial mereka pribadi, seperti influencer serta blogger. 
  • Konsumen: Pihak yang menerima promosi dari para affiliate marketer. 

Strategi online sales seperti ini sangat cocok untuk menargetkan para pengguna media sosial yang ingin mulai belajar bisnis atau pemasaran. Semakin banyak affiliate marketer yang mau bergabung, semakin banyak orang-orang mengenal produk atau jasa yang ditawarkan. 

Baca juga: Praktik Cross-Border Yang Bisa Hancurkan UMKM

Contoh Affiliate Marketing – Photo by cottonbro from www.pexels.com

Cara mengemas strategi affiliate marketing di Internet 

  • Kemas konten produk atau jasa secara soft selling dengan kata-kata yang manis, persuasive, dan bikin penasaran. Baik berupa foto, vidio, e-book, atau blog. 
  • Buatlah konten yang berkualitas sehingga memberikan informasi yang bermanfaat untuk audien terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Libatkan orang lain terutama komunitas untuk berkontribusi dalam pembuatan konten yang berkaitan dengan produk atau jasa.
  • Mengadakan lomba untuk menarik perhatian banyak pengunjung untuk melihat produk atau jasa yang ditawarkan. 

Baca juga: Teknik Decoy-Effect Untuk Menentukan Harga 

Nah itu dia ulasan mengenai strategi affiliate marketing dalam membranding produk di media sosial. Semakin banyak para affiliate yang mau bergabung, semakin besar peluang produk mu dikenal luas.

Read More

Fitur Breakout Rooms, Ruang dalam Ruang di Zoom

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat ya. BisnisOn Blog kali ini akan membahas fitur Breakout Rooms di aplikasi Zoom.

Breakout room sendiri merupakan salah satu fitur yang memungkinkan seorang Host untuk membagi pertemuan menjadi beberapa ruang kecil dan menempatkan peserta ke dalam ruangan-ruangan yang sudah dibuat. Fitur ini sangat berguna jika kita menggunakan aplikasi Zoom untuk pertemuan yang membutuhkan beberapa waktu untuk diskusi kelompok. Dimana host tidak dapat mengetahui apa yang didiskusikan oleh masing-masing kelompok dalam ruang diskusi kecil.

Breakout Rooms memungkinkan Anda membagi rapat Zoom hingga 50 sesi terpisah. Perlu dicatat, fitur Breakout Rooms hanya muncul untuk pengguna yang berperan sebagai host dan menjalankan aplikasi Zoom menggunakan PC desktop/laptop. Pengguna tidak bisa membuat Breakout Rooms menggunakan aplikasi di ponsel. Host rapat dapat memilih untuk membagi peserta rapat ke dalam sesi terpisah ini secara otomatis atau manual, atau mereka dapat mengizinkan peserta untuk memilih dan memasuki sesi breakout sesuka mereka. Host dapat beralih antar sesi kapan saja. Untuk mengaktifkannya setiap kelompok yang memiliki akun Zoom dapat berpartisipasi dalam ruang kerja kelompok tersebut secara gratis dengan masuk ke profil masing-masing dan mengaktifkannya pada bagian pengaturan di zoom.us. Perlu kalian ingat, aplikasi Zoom harus diinstall terlebih dahulu. Untuk pengguna Android kalian bisa download di Play Store, sedangkan IOS bisa download di App Store, berikut penjelasannya.

Membuat breakout rooms

  • Mulai rapat instan atau terjadwal.
  • Klik Breakout Rooms.
  • Pilih jumlah ruangan yang ingin Anda buat, dan bagaimana Anda ingin menetapkan peserta Anda ke ruangan tersebutFitur Breakout
  • Klik buat Breakout Rooms.
  • Ruangan Anda akan dibuat, tetapi tidak akan dimulai secara otomatis.

Menugaskan peserta ke ruangan

Untuk menetapkan peserta ke ruangan Anda, pilih Tetapkan di sebelah ruangan yang ingin Anda tetapkan pesertanya dan pilih peserta yang ingin Anda tetapkan ke ruangan itu. Ulangi ini untuk setiap kamar. Setelah peserta ditetapkan (secara manual atau otomatis), jumlah peserta akan ditampilkan sebagai pengganti tombol Tetapkan.

Mengelola breakout rooms yang sedang berlangsung

Setelah breakout room dimulai, peserta yang ditugaskan akan diminta untuk bergabung dengan Breakout Session. Host yang meluncurkan breakout dan host asli, akan tetap berada di rapat utama hingga bergabung dengan sesi secara manual. Jika peserta belum mengikuti sesi, maka akan dicatat (belum bergabung) di sebelah namanya. Anda dapat mengklik opsi ini di jendela ruang kerja kelompok:

  • Gabung: Bergabung dengan ruang kerja kelompok.
  • Keluar: Meninggalkan ruangan dan kembali ke pertemuan utama (hanya muncul saat berada di ruang kerja).
  • Tutup Semua Ruangan: Menghentikan semua ruangan setelah hitungan mundur 60 detik, yang ditunjukkan kepada host, dan peserta, dan mengembalikan semua peserta kembali ke rapat utama.

Menyiarkan pesan ke semua breakout rooms

Host dapat menyiarkan pesan ke semua ruang kerja kelompok untuk berbagi informasi dengan semua peserta. Ini dapat dilakukan dari sesi utama atau dari dalam breakout rooms.

  • Klik Breakout Rooms di kontrol rapat.
  • Klik Siarkan pesan ke semua, masukkan pesan Anda, dan klik Siarkan.Fitur Breakout
  • Pesan sekarang akan muncul untuk semua peserta di breakout rooms.

Bagikan layar ke breakout rooms

Setelah breakout rooms terbuka, host dapat membagikan layar mereka dari sesi utama langsung ke semua breakout rooms yang terbuka. Ini memungkinkan penyaji untuk berbagi informasi visual ke semua ruang kerja kelompok sekaligus, membimbing mereka pada langkah atau tugas berikutnya.

  • Klik Bagikan Layar di kontrol rapat.Fitur Breakout
  • Aktifkan opsi Bagikan ke ruang kerja kelompok di sepanjang bagian bawah jendela berbagi.
  • Pilih apa yang ingin Anda bagikan, termasuk seluruh layar, program terbuka tertentu, atau lainnya.
  • Klik Bagikan. Konten yang dipilih akan dibagikan ke semua ruang kerja kelompok. Setiap pembagian aktif di ruang kerja kelompok mana pun akan terganggu untuk layar bersama host. Anotasi atau papan tulis disimpan sebelum konten bersama host dilihat.

Itu tadi beberapa penjelasan tentang fitur Breakout Rooms di Zoom. Cukup sekian dan semoga bermanfaat serta menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya.

Read More