5 Cara Menambah Followers TikTok

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang cara menambah followers TikTok. Coba cara menambah followers TikTok yuk! Lakukan dengan rajin supaya akunnya cepat terkenal dan engagement meningkat. Dengan cara ini, tak hanya brand yang akan dikenal banyak orang, tetapi bisa jadi pembuat konten alias pemilik akun secara pribadi juga akan ikut terkenal. Artinya, seseorang bisa langsung jadi artis dadakan di TikTok.

#1. Cari Ide Yang Menarik

Konten yang kita unggah di TikTok juga tergantung pada ide yang telah diusung. Apabila idenya menarik, maka akan jauh lebih mudah untuk membuat konten yang menarik pula buat para pengguna TikTok.

Ide konten yang cukup menarik biasanya bersifat umum dan dibutuhkan banyak orang. Misalnya, informasi soal kesehatan, tutorial gerakan senam, tutorial sederhana soal masak memasak, dan yang lainnya.

Anda juga bisa mencoba konten unik seperti review produk-produk yang tidak biasa. Contoh: mesin cuci mini, alat multifungsi, atau yang lainnya.

Meski terlihat sepele, nyatanya konten semacam ini memiliki banyak peminat. Khususnya, mereka yang penasaran dengan hal-hal yang unik dan kreatif.

#2. Ikuti Tren

Musik menjadi elemen penting dalam TikTok. Kita bisa mengikuti tren yang ada di TikTok bermodalkan judul lagu yang sedang booming atau viral. Mulai dari lagu dalam negeri hingga luar negeri.

Selain musiknya, kita juga bisa mengikuti tren di TikTok dari dancenya, dubbing, kreasi makanan atau minuman, hingga challenge. Dengan begitu konten kita akan lebih mudah untuk masuk FYP.

#3. Gunakan Hashtag

Penggunaan hashtag idak hanya di Twitter dan Instagram saja, kini di TikTok juga bisa. salah satu hashtag yang paling banyak digunakan oleh pengguna yang lainnya adalah #fyp atau for yout page.

Konon katanya, hashtag ini dapat membantu kita untuk viral di TikTok dan bisa muncul  di halaman depan pengguna lainnya. Apabila konten sudah banyak dilihat oleh orang lain, kemungkinan untuk viral dan terkenal semakin mudah.

Tidak hanya hashtag #fyp saja, kamu juga bisa menyelipkan beberapa hashtag lainnya yang sesuai dengan isi konten tersebut. Harapanya lewat hashtag ini bisa menjangkau lebih banyak orang untuk melihat konten yang kita unggah.

#4. Sering Posting

Ritme postingan yang kita unggah di media sosial, termasuk TikTok dapat membuat kita lebih mudah untuk dikenal. Misalnya seperti konten TikTok Mainan yang banyak di bahas oleh konten kreator bernama Medy Renaldy.

Karena sering mengunggah konten seputar mainan, akhirnya bang Medy lebih mudah dikenal oleh orang lain berkat ciri khasnya tersebut.  Agar bisa mendapatkan perhatian dari pengguna lainnya kamu bisa mengunggah konten tersebut secara terus menerus. Jnagan patah semangat ya.

#5. Beli follower di penyedia terpercaya

Cara instan berikutnya adalah dengan membeli jasa tambah follower di situs terpercaya, seperti jasaviral.com atau di bisnison.com

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di TikTok seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenal akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers TikTok dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

Creator Musik Makin Dilirik TikTok Untuk Bekerja Sama Dalam Program Barunya

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang program terbaru TikTok yang bakal mengakuisisi para creator musik dalam platformnya. Selain terkenal dengan jedag-jedugnya, ternyata TikTok juga telah banyak mempopulerkan beragam karya musik loh. Mulai dari lagu bagaikan langit karya mba Melly, sampai lagu infinity karya bang Jaymes. 

Tentu saja, kepopuleran musik tersebut tidak lepas dari campur tangan para kreator TikTok dalam penggunaan latar klip vidio yang mereka buat. Layaknya sebuah album, lagu-lagu yang populer tersebut sudah terangkum dalam satu daftar ‘Lagu TikTok Viral’ yang bisa kita search di Spotify sampe YouTube. 

Terlepas dari konten joget yang masih menjadi stereotipe TikTok. Harapannya lewat program ‘SoundOn’ terbaru ini, bisa menarik hati pengguna beriman lainnya untuk menggunakan aplikasi mereka. Simak selengkapnya berikut ini. Cekidot!

SoundOn tiktok - www.bisnison.com
SoundOn tiktok – www.bisnison.com

Apa Itu Program SoundOn?

Lagi-lagi TikTok mendapatkan juara untuk menaklukan hati pengguna media sosial lain untuk beralih menggunakan aplikasi mereka lewat ciri khas yang telah mereka bangun. Seperti format vidio vertikal singkat, latar musik yang menemani cerita klip vidio, hingga ajang penghargaan untuk para creator. 

Lewat program ‘SoundOn’, TikTok ingin memberikan lebih banyak dukungan langsung untuk para creator musik yang tidak memiliki label untuk membantu mereka dalam meningkatkan distribusi lagu yang telah dibuatnya. Ya, harapannya supaya lagu tersebut bisa cepat viral dan banyak digunakan oleh akun lain dalam latar klip vidio yang dibuatnya. 

Memungkinkan para creator musik atau musisi mana pun untuk mengunggah dan melisensikan lagu mereka untuk digunakan di TikTok dan platform mitranya yakni Resso. Musik telah menjadi elemen penting dalam TikTok yang membuat konten vidio singkat tersebut digandrungi para remaja. 

Baca juga: Tips masarin produk di TikTok 

Creator musik tiktok - www.bisnison.com
Creator musik tiktok – www.bisnison.com

Mengapa Harus Bergabung Dengan Program Tersebut? 

Dengan bergabung bersama ‘SoundOn’, kamu dapat mengunggah musik ciptaanmu sendiri ke platform TikTok yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna dan dapat dinikmati di aplikasi streaming musik, resso. 

SoundOn akan membayar 100% royalty kepada para pencipta musik yang telah bergabung bersama program terbarunya di tahun pertama ini. Kalo lagumu diluncurkan di tahun 2022 ini bakalan cuan banget kan tuh. Namun, ditahun berikutnya bakal dikenakan potongan 10% untuk pembayaran royalty loh. 

Selain itu, mereka juga menyediakan berbagai alat promosi dan dukungan lainnya untuk mensukseskan perilisan lagu yang telah kamu buat. Alat pendukung tersebut termasuk wawasan audiens, catatan pengembangan, saran dari tim artis SoundOn yang berdedikasi, akses ke tab lagu TikTok, dan dukungan promosi melalui pemasaran pembuat konten di aplikasi.

Baca juga: Fitur TikTok Tactics dalam membantu para digital marketing 

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di TikTok seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenal akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers TikTok dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Read More

Durasi TikTok Jadi 10 Menit, Bikin Gen-Z Yang Serba Instan Dilema

Halo dulur BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang durasi TikTok yang bikin generasi-z dan milenial dirundung dilema. Pasalnya, penambahan waktu upload TikTok yang sebelumnya hanya 1 menit dirasa telah bikin penggunanya jatuh hati. Terbukti dari hasil data yang dihimpun oleh statista.com, jumlah pengguna TikTok di tahun 2021 telah mencapai 1 miliar pengguna di seluruh dunia. Termasuk Indonesia yang telah menyumbang sebanyak 92,2 juta pengguna dengan rentang usia 18-34 tahun.

Diusianya yang masih muda, generasi-Z telah merasakan kecanggihan teknologi dalam hal urusan mempermudah hidup. Mulai dari kehadiran gojek, e-commerce, hingga media sosial. Zaman yang serba online dan serba instan ini sebetulnya dapat mempengaruhi pola hidup kita lho. Hayo, siapa yang masih suka pesen makanan lewat aplikasi online? Tidak buruk sebenarnya. Namun, bila dilakukan secara terus-menerus, kita jadi tidak bisa belajar memasak, bukan?

Alhasil kita jadi tidak mau repot, capek dan ingin semuanya serba instan tanpa menghargai sebuah proses. Sama halnya dengan media sosial, TikTok. Tempat yang bisa menghasilkan uang ini menawarkan berbagai fitur instan yang bisa bikin kamu terkenal dengan cepat. Durasi terbaru TikTok yang jadi 10 menitan ini, bikin dilema para generasi instan dalam urusan pembuatan konten. Lah ko bisa? Mari ktia bahas beberapa opini berikut ini. cekidot!

Baca juga: Tips Memasarkan Produk di TikTok  

Experience User - Photo by Artem Podrez from www.pexels.com
Experience User – Photo by Artem Podrez from www.pexels.com

#1. TikTok Ingin Menyaingi Pengguna YouTube

Awalnya, batas waktu vidio TikTok per klip adalah 15 detik, lalu 1 menit, kemudian 3 menit, dan sekarang pengguna bisa mengunggah klip yang lebih panjang, yakni 10 menit. Padahal kalo menurut mimin sih lebih enakan nonton vidio vertikal selama semenit, deh. Emangnnya, engga capek apa tuh leher buat nontonin vidio vertikal selama itu? Tetap lebih enak nonton vidio berdurasi panjang di YouTube, bukan? bisa sambil rebahan pula, hehe.

Selain itu, durasi yang singkat ternyata jauh lebih mudah untuk dibuat oleh sebagian generasi-z yang terkenal dengan instannya. Lantas, mengapa harus repot-repot bikin konten vidio selama 10 menit? Kalau konten salam dari binjai  yang kurang dari 10 menit saja, bisa mencapai ratusan view dan viral dimana-mana.

TikTok User - Photo by cottonbro from www.pexels.com
TikTok User – Photo by cottonbro from www.pexels.com

#2. Durasi 1 Menit Sukses Bikin TikTok Eksklusif

Lewat format vidio vertikal selama satu menit, sukses bikin facebook dan instagram ketar-ketir. Pasalnya, persaingan untuk mendapatkan hati pengguna kian terbuka lebar untuk TikTok raih lewat format vidio khas mereka. Terbukti dari data pengguna yang telah mencapai 1 miliar ini membuktikan TikTok mampu menjadi platform eksklusif dari media sosial lainnya. Sehingga membuat instagram ikut meluncurkan fitur serupa bernama reels, disusul oleh facebook reels, dan Youtube short.

Lantas, mengapa mereka harus menambah durasi unggahan vidio menjadi 10 menit? Padahal dari satu menit saja mereka bisa mendapatkan 1 miliar pengguna dan menjadikannya sebagai platform format vidio vertikal yang ikonik.

TikTok Shop – Photo by Liza Summer from www.pexels.com

#3. Penambahan Durasi TikTok Antara Monetisasi dan Kreatifitas

Durasi yang singkat ternyata bikin pihak TikTok sulit untuk memonetisasi konten. Sehingga dengan penambahan durasi vidio menjadi 10 menitan ini, diharapkan bisa mendatangkan pengiklan untuk menyematkan iklannya di konten yang diunggah oleh para kreator.

Sebenarnya sih, para kreator tetep bisa mendapatkan penghasilan dari hasil promosi produk yang mereka pasarkan lewat fitur live streaming dengan durasi yang lebih lama. Semua itu tergantung dari kreatifitas para kreator untuk memonetisasi konten yang mereka buat. Namun, tetap diimbangi dengan personal branding yang kuat untuk menarik audiens memfollow akun TikTok mereka.

Baca juga: Fitur Kursus Online Yang Disediakan Oleh TikTok 

Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di TikTok seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredibel atau terkenalnya akun tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers TikTok dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Promosi - www.bisnison.com
Promosi – www.bisnison.com
Read More

6 Cara Bikin Konsumen Betah Scrolling Di Akun Media Sosial Bisnismu

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang cara bikin konsumen betah scrolling di akun media sosial bisnismu. Di era perkembangan teknologi yang semakin canggih, kini penjual tidak perlu repot lagi teriak-teriak untuk memasarkan produk dagangannya, ya kecuali kalau kamu jualannya lewat live shoppe, hehehe.

Pembahasan yang akan kita bahas kali ini berkaitan dengan pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk. Baik secara hardselling atau softselling. Mulai dari Instagram, Twitter, TikTok, bahkan Facebook. Hmm, kira-kira rekan BisnisOn udah mulai dari aplikasi yang mana aja nih untuk memasarkan produk? Berdasarkan pernyataan dari miss Laurence Dessart di tahun 2015. Belio pernah bilang kalau untuk membangun customer engagement di media sosial itu ada 7 cara. Nah, mari kita bahas caranya satu-persatu yuk! Cekidot.

Enjoyment Customer Engagement - www.bisnison.com
Enjoyment Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang pertama yakni, Enjoyment. Konten yang kamu unggah di media sosial tidak harus melulu berjualan, tapi cobalah untuk membuat konten-konten yang memberikan kesenangan atau kebahagiaan bagi audiens, seperti konten meme, tweet-tweet yang puitis nan lucu, atau konten vidio TikTok yang diberi sedikit sentukan komedi. Menurut Oh Su Hyang dalam bukunya tentang komunikasi, Humor atau komedi dapat berperan mencairkan suasana yang kaku. Sehingga dari konten tersebut dapat memancing konsumen untuk berkomentar dan menaikkan engagement. Cara ini bisa diukur dengan melihat seberapa banyak Like, Comment, dan Share yang dilakukan para audiens dalam sebuah unggahan di media sosial.

Ethusiasm Customer Engagement - www.bisnison.com
Ethusiasm Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang kedua yakni, Enthusiasm. Buatlah konten softselling di akun media sosial bisnismu yang bisa menarik antusiasme audiens untuk berkomentar. Seperti gambar diatas, kira-kira promosiin bisnis apa ya yang cocok? Nah, dari contoh diatas kita bisa melihat pembuktiaan bahwa konten semacam ini bisa menaikkan keterlibatan audiens untuk berkomentar.

Attention Customer Engagement - www.bisnison.com
Attention Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang ketiga yakni, Attention. Setelah mengunggah konten softselling di akun media sosial bisnismu, cobalah untuk membalas dan menyukai salah satu atau salah tiga dari komentar para audiens. Hal ini dilakukan untuk memberikan kesan humble sehingga membuat audiens memberikan simpatinya untuk berkomentar lagi dikonten selanjutnya.

Absorption Customer Engagement - www.bisnison.com
Absorption Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang keempat, yakni Absorption. Unggahlah konten-konten di stories Instagram atau feed Instagram yang dapat membuat audiens berinteraksi. Baik itu berupa komentar ajakan berdiskusi atau games-games pengetahuan. Berinteraksi dengan audiens dapat dihitung dengan cara melihat siapa yang paling aktif melakukan posting, komentar dan share.

Sharing Customer Engagement - www.bisnison.com
Sharing Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang kelima yakni, Sharing. Dalam media sosial, bertukar berita atau testimoni adalah cara bagi audiens atau konsumen untuk bertukar pengalaman, ide, atau konten yang menarik. Dengan membuat seminar online, baik itu di zoom, live Instagram, live TikTok, atau YouTube dapat saling mengenal konsumen lebih dekat.

Learning Customer Engagement - www.bisnison.com
Learning Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang keenam yakni, Learning. Selain mengunggah foto produk atau layanan jasa yang ditawarkan, rekan-rekan BisnisOn bisa mengunggah konten yang berisikan wawasan seputar produk atau jasa. Dimana lewat akun media sosial bisnismu, audiens dapat mencari bantuan, gagasan, dan sumber informasi dari produk atau jasa yang kamu tawarkan. Hal ini dapat dilihat dari seberapa banyak komentar  yang dilakukan audiens yang dikategorikan menjadi saran atau pertanyaan, semakin sedikit pertanyaan semakin baik pembelajaran para audiens terhadap brandmu.

Endorsing Customer Engagement - www.bisnison.com
Endorsing Customer Engagement – www.bisnison.com

Cara yang ketujuh yakni, Endorsing. Lewat cara ini, audiens diberi kesempatan untuk ikut membuat konten atau gagasan yang berkaitan dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan. Dengan memberikan kesempatan ini membuat audiens merasa dihargai dan membuat mereka semakin mencintai brandmu.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan contoh-contoh barang rekomendasi dari toko lain yang menjual produk yang sama dengan produk yang kamu jual. Misalnya kamu menjual pakaian dress perempuan. Kamu bisa ikut memberikan produk serupa dari toko lain, seperti contoh gambar diatas. Jangan lupa juga untuk tag produk dari toko lain supaya mereka mengenal tokomu.

Baca juga: Cara membangun strategi community marketing 

Nah itu dia ulasan mengenai cara membangun customer engagement di media sosial supaya audiens merasa betah untuk scrolling di akun media sosial bisnismu. Foto produk yang Asthetic boleh saja, asal jangan lupakan komunikasi yang hangat dengan para audiensmu ya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kemajuan bisnis rekan-rekan sekalian. Dapatkan informasi seputar bisnis lainnya, hanya di www.BisnisOn.com, rajanya jual beli follower Indonesia.

 

Read More

Cara Menghasilkan Uang Dari YouTube Lewat Fitur Terbarunya

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang cara menghasilkan uang dari YouTube lewat fitur terbarunya. Tidak hanya Atta Halilintar dan Ria Ricis saja yang boleh melenggang di platform YouTube. Kamu juga berkesempatan untuk menggeser kedudukan mereka lho. Asalkan Atta dan Ria Ricis pamit dari YouTube mereka, hehe. 

Mengutip dari laman markettreading.com, hampir sebagian besar orang menonton vidio YouTube dari smartphone. Selain enak untuk menonton podcast closethedoor sambil rebahan. Ternyata fitur terbaru ini akan hadir dalam versi pengguna smartphone. Simak selengkapnya hanya disini. Check this out! 

YouTube Short Vidio - Photo by michael burrows from www.pexels.com
YouTube Short Vidio – Photo by michael burrows from www.pexels.com

Menghasilkan uang lewat fitur short vidio YouTube 

Persaingan bisnis tidak hanya terjadi di sesama pelapak saja, tetapi sesama pengembang media sosial pun ikut merasakannya. Berbagai fitur pun silih berganti mewarnai suasana media sosial. Bila rekan-rekan BisnisOn ingat, tempo lalu di tahun 2021, twitter resmi menghapus fitur fleets. Fitur yang mirip seperti Instagram stories ini, hanya berjalan selama 8 bulan saja. 

Mengutip dari pernyataan Veronica Utami selaku Direktur Marketing Google Indonesia Filipina dan YouTube Asia Tenggara, “Dengan kehadiran fitur ini kami ingin mempermudah kreator untuk berkreasi dari handphone mereka, mereka bisa secara mudah berkreasi, mengedit, dan meng-upload hasilnya,” 

Seakan tidak mau ketinggalan tren, YouTube segera meluncurkan fitur short vidio yang mirip seperti Instagram stories. Memungkinkan para kreator untuk membuat vidio berdurasi singkat, sekitar 15 detik hingga 1 menit. Terdengar mudah bukan? Begitu pula dengan penawaran yang akan YouTube berikan. 

Sebagai platform media sosial terpopuler nomor dua di seluruh dunia. Fitur short vidio diharapkan bisa kembali memikat hati pengguna dengan cara memperluas konten dalam fitur tersebut  dan memonetisasinya. 

Baca juga: Cara menghasilkan uang dari Instagram 

Fitur Terbaru YouTube - Photo by kampus production from www.pexels.com
Fitur Terbaru YouTube – Photo by kampus production from www.pexels.com

Cara memonetisasi konten lewat fitur short vidio YouTube 

Penggunaan fitur terbaru dari YouTube ini, akan menghemat waktu para tim pemasaran dan para pembuat konten dalam memproduksi vidio. Cukup 15 detik hingga 1 menit, konten vidio marketingmu sudah bisa di tonton oleh jutaan pengguna YouTube lainnya. Akan tetapi, lewat fitur ini rekan-rekan BisnisOn dituntut untuk lebih kreatif dalam memasarkan produk atau layanan jasa secara soft selling dalam waktu singkat. 

Tapi tenang, kini YouTube berencana untuk memperkenalkan cara baru bagi mereka yang ingin memonetisasi konten shorts vidio YouTube. Cara yang pertama, yakni dengan memperluas konten pemasaran. Kedua, dengan menghadirkan fitur chat untuk bisa saling bertukar pesan. Dan terakhir, yakni memungkinkan pengguna untuk berbelanja dari short vidio YouTube. 

Baca juga: Cara menghasilkan uang dari Twitter 

Nah itu dia ulasan mengenai cara menghasilkan uang dari youtube lewat fitur terbarunya. Ayo! tunggu apalagi. Saatnya bangun ide konten vidio pemasaran mu lewat fitur terbaru YouTube. 

Read More

YouTube Memperluas Dana Shorts ke Lebih dari 70 Wilayah Baru

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang YouTube yang sedang memperluas dana Shorts ke lebih dari 70 wilayah baru, serta menambahkan fitur baru Analytics Shorts.

YouTube telah mengumumkan beberapa pembaruan baru untuk Shorts, termasuk perluasan Shorts Fund-nya yang memungkinkan lebih banyak pembuat konten mendapatkan bayaran untuk memposting klip yang paling banyak ditonton dan alat analisis Shorts baru di YouTube Studio.

Pengumuman utamanya adalah perluasan pendanaan Shorts YouTube. Kembali pada bulan Mei, YouTube mengumumkan bahwa mereka akan membayar $100 juta selama 2021-22 kepada pembuat Shorts teratas, berdasarkan berbagai kriteria untuk memberikan dukungan tambahan dan motivasi atas upaya mereka.

Awalnya, pendanaan itu hanya tersedia untuk pembuat konten di AS, kemudian pada bulan September, YouTube memperluas akses ke program ini ke 30 wilayah tambahan.

YouTube sekarang menambahkan 70 pasar lain ke daftar kelayakan, yang berarti bahwa pembuat konten dari lebih banyak pasar sekarang akan memenuhi syarat untuk bonus Shorts.

Dana Shorts

Pembuat konten di negara-negara ini sekarang dapat mengklaim sebagian dari dana tersebut, dengan YouTube membayar antara $100 dan $10.000 setiap bulan ke saluran berdasarkan kinerja klip Shorts mereka.

Meskipun faktor-faktor yang diperhitungkan YouTube di bagian depan ini tidak sepenuhnya jelas:

“Tidak ada ambang batas kinerja khusus untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan bonus. Tingkat kinerja yang diperlukan untuk memenuhi syarat pembayaran bonus dapat berubah dari bulan ke bulan berdasarkan berbagai faktor, termasuk lokasi pemirsa Anda dan pertumbuhan Shorts secara keseluruhan.”

Kreator yang memenuhi syarat untuk mengklaim pendanaan Shorts akan diberi tahu oleh YouTube, berdasarkan performa konten mereka di bulan sebelumnya. YouTube berharap bahwa dengan menambahkan motivasi tambahan ke dalam prosesnya, hal itu dapat membantunya menumbuhkan adopsi Shorts di lebih banyak wilayah dan membuat lebih banyak pembuat konten selaras dengan YouTube untuk upaya kreatif mereka.

Anda dapat membaca lebih lanjut tentang spesifik dana Shorts YouTube di sini.

YouTube juga menambahkan elemen analisis khusus Shorts baru ke YouTube Studio, termasuk kartu baru yang akan menampilkan berapa banyak Shorts Anda yang telah di-remix serta klip Shorts Anda yang paling populer.

YouTube juga menambahkan alat Shorts ‘Align’ di Android yang sebelumnya hanya tersedia di iOS, yang memungkinkan Anda melihat bingkai sebelumnya yang Anda rekam untuk membantu mengatur bidikan Anda.

Dana Shorts

Terakhir, YouTube juga menambahkan tampilan kisi Shorts baru di halaman saluran, sehingga memudahkan pengunjung untuk mendapatkan ikhtisar konten Shorts Anda.

Dana Shorts

Seperti yang Anda lihat, tampilan grid sangat mirip dengan TikTok, dengan jumlah tampilan di setiap klip. Kreator akan dapat memilih bagaimana petak Shorts mereka ditampilkan dengan mengubah urutan galeri dalam YouTube Studio di desktop.

Meskipun mungkin merupakan salinan langsung dari TikTok, Shorts telah menjadi pemenang untuk YouTube dengan klip Shorts sekarang menghasilkan lebih dari 15 miliar tampilan harian global yang lebih dari dua kali lipat dari yang dilihatnya pada bulan Maret (6,5 miliar tampilan). Tampaknya selera untuk konten pendek yang dipicu oleh TikTok telah menyebar ke setiap aplikasi lain dan YouTube telah mampu memanfaatkan dan menangkis setidaknya beberapa persaingan dari aplikasi yang sedang naik daun, dengan mereplikasi fitur-fitur utamanya dan mendorong mereka melalui adopsi oleh bintang-bintang topnya.

Di situlah YouTube memiliki keunggulan tersendiri. YouTube memiliki sistem bagi hasil yang jauh lebih halus untuk pembuat konten, dan pada akhirnya ketika bintang top ingin bergerak melampaui konten bentuk pendek dan ke hal-hal yang lebih besar dan lebih baik, di situlah YouTube menyambut mereka dan menggunakan pemirsa yang mereka inginkan. Telah dibuat di aplikasi lain untuk mengubah mereka menjadi jutawan.

Dan sekarang, ia juga memiliki Shorts sehingga mereka dapat membuat semua konten mereka di satu platform dan menggunakannya untuk membangun audiens dan pendapatan di aplikasi.

Ini mungkin tampak seperti taktik yang dipertanyakan, menyalin fitur teratas dari aplikasi lain. Tapi itu berhasil, dan YouTube Shorts adalah contoh lain dari ini.

Itulah penjelasan mengenai perluasan dana YouTube Shorts ke lebih dari 70 wilayah baru dan penambahan fitur baru yaitu Analytics Shorts. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

YouTube Sedang Menguji ‘Search Insight’ untuk Membantu Upaya Konten

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang YouTube yang sedang menguji coba fitur barunya yaitu ‘Search Insight’ untuk membantu upaya dalam membuat konten nantinya.

Dengan lebih dari 500 jam konten yang diupload ke YouTube setiap menitnya, hampir mustahil untuk menemukan apa yang Anda butuhkan tanpa adanya bantuan untuk menyortir semua video tersebut. Sistem peringkat penelusuran YouTube mengurutkan video dalam jumlah besar untuk memilah hasil yang paling berguna dan relevan bagi kueri penelusuran Anda, dan menampilkannya dengan cara yang mempermudah Anda dalam menemukan apa yang dicari.

Di Penelusuran YouTube, ada tiga elemen utama yang diprioritaskan untuk memberikan hasil penelusuran terbaik: relevansi, interaksi, dan kualitas.

Untuk memperkirakan relevansi, memeriksa dari banyak faktor, seperti seberapa cocok judul, tag, deskripsi, dan konten video dengan kueri penelusuran Anda.

Sinyal interaksi adalah cara yang sangat penting untuk menentukan relevansi. Youtube menyertakan sinyal interaksi agregat dari pengguna. Misalnya, dapat melihat waktu tonton video tertentu untuk kueri tertentu guna menentukan relevan tidaknya video tersebut dengan kueri pengguna lain.

Terakhir, terkait kualitas, sistem YouTube dirancang untuk mengidentifikasi sinyal yang dapat membantu menentukan channel mana yang memperlihatkan keahlian, kredibilitas, dan ketepercayaan dalam topik tertentu.

Selain tiga faktor utama tersebut, YouTube berusaha keras membuat hasil penelusuran relevan bagi setiap pengguna dan juga akan mempertimbangkan histori penelusuran dan tontonan Anda. Itulah sebabnya hasil penelusuran Anda mungkin berbeda dengan hasil penelusuran pengguna lain untuk kueri yang sama. Misalnya, jika seorang pengguna menonton banyak video otomotif dan menelusuri kata “jaguar”, YouTube mungkin akan merekomendasikan video tentang mobil Jaguar dan bukan video alam yang menampilkan hewan jaguar.

Nah baru-baru ini, YouTube sedang mengerjakan fitur Search Insight untuk YouTube Studio yang akan memberikan informasi tentang apa yang ditelusuri orang di aplikasi, baik yang berkaitan dengan saluran dan konten Anda secara khusus dan untuk pertanyaan penelusuran yang lebih umum.

Setiap elemen bisa sangat berharga untuk perencanaan konten Anda. Disebut ‘Search Insights’, fitur baru yang saat ini dalam pengujian pada akhirnya akan tersedia di tab Analytics/Riset Anda dan akan hadir dengan dua tab terpisah untuk riset kueri.

Tab pertama akan memberikan daftar apa yang dicari pemirsa saluran Anda, yaitu insight tentang apa yang juga dicari orang secara teratur melihat konten Anda di YouTube.

YouTube

Seperti yang Anda lihat di sini, tab tersebut akan memberikan insight tentang topik utama yang menarik minat pemirsa Anda bersama dengan keseluruhan volume penelusuran masing-masing dan jumlah lalu lintas yang diperoleh saluran Anda berdasarkan setiap kueri.

Anda juga akan melihat penanda ‘Kesenjangan Konten’, YouTube juga menambahkan kapasitas untuk memfilter cantuman ini berdasarkan kueri penelusuran yang tidak mengembalikan volume kecocokan yang tinggi. Idenya di sini adalah bahwa dengan menyorot kueri ini, pembuat konten kemudian dapat fokus membuat konten yang selaras dengan penelusuran yang saat ini tidak disajikan oleh video yang tersedia di aplikasi yang dapat menghadirkan peluang baru untuk upaya Anda.

Pada tab kedua ‘Penelusuran Di Seluruh YouTube’, Anda akan dapat memperoleh insight tentang kueri penelusuran paling umum berdasarkan kata kunci apa pun, jadi jika Anda ingin tahu penelusuran ‘cara’ apa yang paling umum di platform, Anda bisa memasukkan ‘how to’ sebagai istilah pencarian.

YouTube

Persempit daftar menjadi ‘Hanya Kesenjangan Konten’ dan alat ini kemudian akan memberi Anda daftar beberapa istilah ‘cara’ yang paling dicari yang saat ini tidak disajikan oleh video yang disejajarkan secara langsung.

YouTube

Dalam kueri ini, menggunakan ‘chromebook’ sebagai kueri kata kunci, ini adalah penelusuran terkait Chromebook paling umum yang tidak memiliki video YouTube yang berkorelasi langsung yang dapat menyoroti peluang baru untuk pendekatan Anda.

Ini bisa menjadi alat yang sangat berharga sejalan dengan Google Search Console dan Google Trends, memberikan lebih banyak insight tentang apa yang mendorong lalu lintas saluran YouTube Anda dan bagaimana Anda dapat mengoptimalkan upaya konten Anda untuk menyelaraskan dengan tren ini.

Tapi itu belum live. YouTube mengatakan bahwa modul baru ini masih dalam pengujian, dengan peluncuran yang diperluas segera hadir. Pasti salah satu yang dinanti-nantikan untuk pemasar YouTube.

Itulah penjelasan mengenai pengujian fitur baru YouTube ‘Search Insight’ yang berguna untuk kedepannya dalam membuat upaya konten. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

TikTok Akan Melampaui 1,5 Miliar Pengguna pada 2022

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang TikTok yang mengumumkan bahwa penggunanya akan melampaui 1,5 miliar pada tahun 2022 nanti.

Terlepas dari tantangan berkelanjutan dari platform saingan, bersama dengan masalah peraturan dan bahkan pembatasan di beberapa wilayah, TikTok terus berkembang dari kekuatan ke kekuatan. Dan menurut data terbaru dari App Annie, momentum pertumbuhan aplikasi tidak akan melambat dalam waktu dekat.

Sesuai laporan Perkiraan Seluler App Annie 2022, TikTok akan melampaui 1,5 miliar pengguna dalam dua belas bulan ke depan karena pengaruh budayanya terus menyebar ke seluruh dunia.

Tiktok

Itu akan menempatkannya jauh di depan Instagram yang tetap memiliki satu miliar aktif, angka yang pertama kali dilaporkan pada tahun 2018 dan belum diperbarui sejak itu. Apakah pertumbuhan Instagram berhenti begitu saja? Dan jika demikian, apa artinya itu bagi popularitas aplikasi yang lebih luas?

Prediksi App Annie juga kuat di masa lalu. November lalu, App Annie memperkirakan bahwa TikTok akan melampaui satu miliar pengguna aktif pada tahun 2021, yang terjadi pada bulan September.

Tiktok

Seperti yang dicatat App Annie (di atas), tingkat pertumbuhan TikTok belum pernah terjadi sebelumnya dengan aplikasi menjadi kekuatan budaya yang lebih cepat daripada platform lain dalam sejarah. Beberapa di antaranya, tentu saja muncul di belakang tren yang sudah mapan, Facebook dan Instagram mengalami kesulitan menjangkau miliaran pengguna pertama mereka karena mereka perlu membangun perilaku kebiasaan baru yang telah diuntungkan oleh TikTok dalam kebangkitannya.

Namun demikian, peningkatan pesat aplikasi ini signifikan dan ini tanpa India yang pada satu tahap merupakan pasar pengguna terbesar TikTok, dengan 200 juta aktif bulanan. Cukup aman untuk mengasumsikan bahwa jika TikTok tidak dilarang di India pada Juni 2020, basis pengguna India sekarang akan mendekati 500 juta yang berarti bahwa TikTok sudah berada di pasar pengguna 1,5 miliar pada tahap ini.

Sungguh menakjubkan untuk mempertimbangkan bagaimana TikTok dapat mencapai kinerja yang kuat di pasar media sosial yang semakin ramai. Snapchat pernah muncul untuk pertumbuhan besar yang serupa sampai Instagram menyalin Stories dan memperlambatnya yang merupakan pedoman yang sama yang diikuti oleh perusahaan induk Instagram Meta dengan TikTok dengan menambahkan Reels di Facebook dan Instagram dalam upaya untuk mencuri audiens berbagi kembali dari saingan potensial yang meningkat.

Tetapi bahkan lebih dari itu, YouTube juga telah menambahkan Shorts, Snapchat menambahkan Spotlight, dan aplikasi lain telah menguji alat serupa TikTok. Namun, bahkan dengan semua alat yang bersaing ini diadu melawannya, TikTok tetap tangguh.

Jauh dari memperlambat jika ada, TikTok hanya mendapatkan lebih banyak penonton sebagai hasil dari upaya kontra-pertumbuhan ini.

Bagaimana TikTok bisa terus menang, di mana yang lain layu di hadapan raksasa yang sudah mapan?

Kuncinya terletak pada pencocokan algoritmenya yang masih jauh lebih baik daripada platform lain mana pun dalam menyediakan aliran konten tanpa akhir yang sangat sesuai dengan minat spesifik kalian.

Tiktok

Seperti yang akan diketahui oleh siapa pun yang menggunakan TikTok beberapa kali, umpan video ‘Untuk Anda’ yang disesuaikan yang mungkin diminati sangat adiktif dan sangat bagus dalam menyelaraskan dengan minat pribadi dengan cepat.

Keuntungan yang dimiliki TikTok dibandingkan platform lain adalah umpan layar penuhnya yang berarti bahwa setiap tindakan yang kalian lakukan saat setiap video ditampilkan di layar menunjukkan respons terhadap klip tertentu. Gesek cepat dan konten video itu jelas tidak menarik, tonton semuanya sampai tuntas dan itu adalah sinyal yang kuat sambil mengetuk elemen apa pun juga memberikan data respons yang jelas untuk pencocokannya.

Instagram tidak memiliki hal yang sama, karena sering kali ada beberapa posting di layar dan sementara Reel dapat lebih disesuaikan secara khusus dengan cara ini, algoritmenya tidak sebaik mendeteksi minat kalian, dengan Reel sering kali terlalu sensitif terhadap konten yang sedang tren kemudian menunjukkan lebih banyak kepada kalian tanpa mempertimbangkan konteks yang lebih luas.

Sistem TikTok jauh lebih baik dalam menentukan kecocokan yang lebih rumit sebagai tanggapan atas tindakan, itulah sebabnya sistem ini sangat adiktif bagi banyak orang dan itu membantunya terus menambah pengguna bahkan ketika aplikasi lain mencoba mereplikasi fitur utamanya.

Karena sungguh, mereka tidak bisa atau setidaknya mereka belum bisa. Dan sementara sepertinya Meta dan YouTube, pada tahap tertentu dapat mengetahuinya, fakta bahwa keduanya belum membuat landasan yang signifikan mungkin menunjukkan bahwa TikTok hanya memiliki kapasitas yang lebih baik dan pemahaman audiens yang lebih baik daripada para pesaingnya. Yang sekali lagi menunjukkan kesuksesan berkelanjutan untuk aplikasi, yang sekarang bisa dibilang sebagai tempat yang lebih keren bagi pembuat konten.

Monetisasi adalah langkah selanjutnya dan memberikan kapasitas komparatif bagi bintang-bintang top untuk menghasilkan uang sebanyak mungkin di TikTok seperti di aplikasi lain. Tapi itu juga bergerak seiring dengan eCommerce platform dan alat kemitraan merek/pencipta berkembang dengan cepat memfasilitasi lebih banyak peluang di depan ini.

Jika kalian belum menganggap TikTok sebagai platform potensial untuk upaya pemasaran, pada tahun 2022 mungkin sudah waktunya untuk memikirkannya lagi. Tidak semua merek akan berkembang di TikTok dan itu memang membutuhkan pendekatan tipe organik yang lebih berdedikasi, jadi diperlukan mengetahui tren khusus platform atau bekerja dengan pembuat konten yang selaras dengan itu. Tetapi peluang untuk merek yang tepat dengan pendekatan yang tepat dapat menjadi signifikan.

Dan mereka tumbuh lebih banyak setiap hari dengan membangun momentum pertumbuhannya. Pada tingkat ini, TikTok dapat memiliki lebih dari 2 miliar pengguna aktif pada tahun 2023 dan bahkan lebih banyak relevansi budaya di seluruh dunia.

Ini mungkin bukan platform yang datang secara alami untuk promosi dan mungkin juga bukan platform yang diminati. Tetapi pada tahun 2022, ada baiknya kalian membiasakan diri dengan tren TikTok terbaru dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang aplikasi tersebut.

Itulah penjelasan mengenai pengumuman baru TikTok yang penggunanya terus bertambah bahkan akan melampaui 1,5 miliar pengguna pada tahun 2022. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More

YouTube Mengumumkan Penghapusan Jumlah Dislike di Video

Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang YouTube yang mengumumkan akan menghapus jumlah dislike video yang biasanya terlihat bersamaan dengan jumlah like.

YouTube telah mengumumkan bahwa mereka membuat perubahan pada cara ketidaksukaan ditampilkan pada video dengan jumlah tidak suka menjadi pribadi untuk membatasi penyalahgunaan opsi. Perubahan terjadi sebagai akibat dari serangan terhadap pengguna dimana opsi tidak suka telah digunakan untuk merusak kinerja video.

Seperti yang dijelaskan oleh Penghubung Pembuat Konten YouTube Matt Koval:

“Sekelompok pemirsa menargetkan tombol tidak suka video untuk meningkatkan jumlah, mengubahnya menjadi sesuatu seperti permainan dengan papan skor yang terlihat, dan biasanya hanya karena mereka tidak menyukai pembuatnya atau apa yang mereka perjuangkan. Itu masalah besar ketika setengah dari misi YouTube adalah memberikan suara kepada semua orang.”

Akibatnya, YouTube menjalankan eksperimen di awal tahun dimana ia membuat jumlah tidak suka menjadi pribadi untuk memeriksa apakah itu mungkin berdampak pada serangan tidak suka yang terkoordinasi. Dan itu terjadi.

“Sebagai bagian dari eksperimen ini, pemirsa masih dapat melihat dan menggunakan tombol tidak suka, tetapi karena jumlah tidak terlihat oleh mereka, kami menemukan bahwa mereka cenderung tidak menargetkan tombol tidak suka video untuk meningkatkan jumlah. Singkatnya, data eksperimen kami menunjukkan penurunan perilaku menyerang yang tidak disukai.”

YouTube mengatakan bahwa mereka juga mendengar dari pembuat konten yang lebih kecil dan mereka yang baru memulai bahwa mereka sering menjadi sasaran serangan brigade ini yang menurut pemeriksaannya benar.

Dengan demikian, YouTube telah membuat keputusan untuk menyembunyikan jumlah tidak suka diseluruh papan dengan maksud untuk membatasi kerusakan dan dampak serta mendorong lebih banyak partisipasi dari lebih banyak pengguna.

Yang merupakan langkah besar. Ada banyak perdebatan seputar nilai atau tidak, opsi tidak suka publik, dengan Facebook khususnya yang secara teratur diminta untuk menambahkan tombol tidak suka pada postingannya untuk memberikan cara lain umpan balik pengguna pada konten.

YouTube

Facebook telah berulang kali menyatakan bahwa itu tidak akan pernah menambahkan opsi tidak suka tetapi telah bereksperimen dengan downvotes pada komentar dan elemen serupa lainnya untuk menarik umpan balik langsung dari pengguna.

Twitter juga telah bereksperimen dengan downvotes dalam berbagai bentuk, sementara Reddit telah melihat kesuksesan besar dalam moderasi berbasis komunitas sebagai hasil dari up dan downvotes pada posting pengguna.

Tapi seperti yang dicatat YouTube itu bisa berdampak negatif. Contoh yang lebih umum adalah tren film baru-baru ini yang mendapat ulasan bintang satu seringkali bahkan sebelum dirilis, karena hubungannya dengan gerakan sosial atau tren politik, sementara merek juga menjadi sasaran spam ulasan pengguna pada waktu-waktu tertentu.

YouTube sendiri sebenarnya terkait secara tangensial dengan salah satu serangan umpan balik pengguna yang lebih signifikan akhir-akhir ini.

Tidak diragukan lagi bahwa ulasan dapat dijadikan senjata untuk merugikan pembuat konten, platform, atau merek. Akan menarik untuk melihat apakah penghapusan jumlah tidak suka berdampak dalam hal ini? Apakah temuan awal YouTube benar dalam jangka panjang dan menghalangi brigade downvote dari penargetan pencipta?

Akan menarik juga untuk melihat apakah platform lain mencatat dan mempertimbangkan pendekatan mereka sendiri yang serupa terhadap opsi downvote potensial. Tidak ada platform utama yang tampaknya serius mempertimbangkan untuk menambahkan downvotes sebagai opsi respons skala luas.

YouTube

Tetapi, mungkin jika perubahan YouTube membuahkan hasil itu bisa menjadi cara lain untuk meminta umpan balik langsung tanpa implikasi negatif dari ketidaksetujuan berdasarkan pada hitungan publik.

Maksudnya, pasti ada argumen yang dibuat bahwa memberi pengguna Facebook dan Twitter lebih banyak masukan langsung ke dalam kualitas posting dapat bermanfaat meskipun kedua platform telah berulang kali mengutip dampak negatif dan mengecilkan hati seperti alasan mengapa mereka tidak melakukannya.

Mungkin ini bisa menjadi cara lain ke depan dan sementara mereka tidak diragukan lagi dianggap sama, sekarang mereka akan memiliki contoh realtime dari proses ini dalam tindakan skala besar yang dapat mengubah cara setiap platform mempertimbangkan proses downvote potensial.

YouTube mencatat bahwa pembuat konten masih dapat menemukan jumlah persisnya yang tidak disukai di YouTube Studio sehingga elemen masukan tetap dapat diakses. Tetapi pengguna tidak akan memiliki jumlah tidak suka untuk melanjutkannya yang dapat memengaruhi penggunaan sampai tingkat tertentu dengan membatasi wawasan tentang kinerja video. Tetapi YouTube telah dengan jelas mempertimbangkan dampaknya dan memutuskan untuk menghapus penghitungan.

Ini adalah langkah logis namun signifikan untuk platform yang dapat memiliki implikasi lebih luas untuk umpan balik publik. Kita harus menunggu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi ketika diluncurkan dalam skala luas.

Itulah penjelasan mengenai pengumuman YouTube yang akan menghapus jumlah dislike yang nantinya tidak akan bisa terlihat oleh publik. Namun, tombol dislike tetap dipertahankan agar YouTube dapat mengetahui konten yang tidak disukai pengguna dan tidak lagi merekomendasikan konten sejenis. Semoga menambah wawasan rekan BisnisOn semuanya yaa.

Read More