Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang strategi affiliate marketing dalam promosi produk di media sosial. Dimasa pandemi covid-19, kebutuhan akan internet semakin meningkat. Orang-orang mulai beralih menggunakan Wireless Fidelity atau WIFI untuk mengurus berbagai hal yang serba digital. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, perekonomian, hingga hiburan. 

Menurut penuturan Ahmad Reza, selaku SPV Telkom yang dikutip dari laman marketbisnis.com, permintaan pemasangan WIFI di Indonesia meningkat sebanyak 47 persen dibanding sebelum adanya pandemi. Hal ini dilatar belakangi oleh adanya kebijakan bekerja dari rumah. 

Ngomongin soal internet, tak lupa juga dengan peran media sosial dalam meningkatkan pertumbuhan pengguna internet di Indonesia. Terutama dalam bidang perekonomian. Banyak pelaku usaha yang kini mulai beralih menggunakan media sosial untuk memasarkan produk. Kenali strategi berikut ini untuk kamu yang baru memulai usaha. 

Menurut perusahaan pemasaran ternama asal Amerika Serikat, CJ Affiliate menyatakan bahwa pemasaran afiliasi merupakan sebuah strategi promosi produk maupun jasa kepada calon konsumen. Dimana para affiliate akan dibayar sesuai dengan jumlah produk yang telah berhasil dijualnya lewat sistem komisi. Selain dari komisi, rekan-rekan pelaku usaha juga bisa memberikan produk atau layanan jasa secara cara cuma-cuma kepada para affiliate yang telah mempromosikannya. Strategi semacam ini bisa kita temui di platform media sosial, seperti jasa endorsement, serta paid promote. 

Baca juga: Strategi Social Proof di Media Sosial 

Join the brand – Photo by pixabay from www.pexels.com

Hal yang perlu dipersiapkan untuk strategi affiliate marketing 

Ketika ingin menjalankan strategi online sales seperti ini, ada beberapa pihak yang terlibat, yaitu:

  • Penjual: Pihak yang memiliki produk atau jasa. 
  • Affiliate Marketer: Orang-orang yang mau bergabung untuk mempromosikan produk atau jasa di media sosial mereka pribadi, seperti influencer serta blogger. 
  • Konsumen: Pihak yang menerima promosi dari para affiliate marketer. 

Strategi online sales seperti ini sangat cocok untuk menargetkan para pengguna media sosial yang ingin mulai belajar bisnis atau pemasaran. Semakin banyak affiliate marketer yang mau bergabung, semakin banyak orang-orang mengenal produk atau jasa yang ditawarkan. 

Baca juga: Praktik Cross-Border Yang Bisa Hancurkan UMKM

Contoh Affiliate Marketing – Photo by cottonbro from www.pexels.com

Cara mengemas strategi affiliate marketing di Internet 

  • Kemas konten produk atau jasa secara soft selling dengan kata-kata yang manis, persuasive, dan bikin penasaran. Baik berupa foto, vidio, e-book, atau blog. 
  • Buatlah konten yang berkualitas sehingga memberikan informasi yang bermanfaat untuk audien terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
  • Libatkan orang lain terutama komunitas untuk berkontribusi dalam pembuatan konten yang berkaitan dengan produk atau jasa.
  • Mengadakan lomba untuk menarik perhatian banyak pengunjung untuk melihat produk atau jasa yang ditawarkan. 

Baca juga: Teknik Decoy-Effect Untuk Menentukan Harga 

Nah itu dia ulasan mengenai strategi affiliate marketing dalam membranding produk di media sosial. Semakin banyak para affiliate yang mau bergabung, semakin besar peluang produk mu dikenal luas.