Halo rekan BisnisOn! Apa kabar semuanya? Semoga kalian dalam keadaan sehat selalu yaa. BisnisOn Blog kali ini akan membahas tentang strategi community marketing. Seperti kata pepatah yang bilang “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” dengan adanya persatuan, kita akan semakin kuat. Begitu juga dengan brand yang kamu miliki. Tanpa adanya konsumen, brand yang telah kamu bangun tidak akan ada artinya, bukan? Dari para konsumen inilah yang akhirnya membuat sebuah brand bisa dikenal luas hingga bisa ke paris fashion week.  

Mengutip dari Wikipedia, pemasaran komunitas adalah strategi untuk melibatkan konsumen atau audiens dalam percakapan. Dengan adanya internet, percakapan brand dengan para konsumen bisa dilakukan lewat konten media sosial. Kalau kata bang Philip Kotler dalam buku manajemen pemasaran, media sosial merupakan sarana bagi para konsumen untuk berbagi informasi teks, gambar, audio, dan video dengan satu sama lain atau dengan brand atau sebaliknya. 

Selain itu, dengan membangun sebuah komunitas di media sosial, kamu bisa mengetahui apa kebutuhan konsumen, keluhan konsumen, meningkatkan kesetiaan konsumen, dan membangun citra brand kepada konsumen. Misalnya, kamu seorang penjual alat-alat naik gunung maka juallah barang tersebut kepada komunitas ‘suka naik gunung’ atau komunitas ‘gunung bersatu’ yang bisa kamu temukan di grup Facebook atau forum diskusi online lainnya.

Nah, setelah konsumen melakukan pembelian pertamanya, langkah selanjutnya adalah menjalin kedekatannya lewat komunitas yang kamu bangun di media sosial. Penggunaan Grup WhatsApp juga sabi loh untuk strategi komunitas marketing ini.  

Community marketing - Photo by jd danny from www.pexels.com
Community marketing – Photo by jd danny from www.pexels.com

Bagaimana Cara Membangun Strategi Community Marketing 

Fokus utama community marketing adalah untuk membangun dan mempertahankan hubungan dengan para konsumen lewat media sosial. Hal ini dilakukan supaya terjadi komunikasi dua arah yang sehat, yakni dari penjual kepada konsumen. Tujuannya untuk mendapatkan interaksi konsumen terhadap kegiatan atau konten yang akan kamu bagikan. Interaksi tersebut bisa berupa tanya jawab, diskusi, memberikan saran, bercanda riang, sampai ada juga yang berasumsi. 

Selain lewat media sosial, pemasaran komunitas juga bisa dilakukan secara offline, seperti mengadakan event atau seminar. Yang penting bisa kumpul-kumpul cantik gitu deh. 

Menurut The Marketing Science Institute, customer engagement atau interaksi konsumen adalah bentuk manifestasi perilaku konsumen terhadap brand di luar aktivitas pembelian. Sehingga menghasilkan sebuah motivasi individu konsumen untuk melakukan promosi brand tersebut dari mulut ke mulut, blogging, menulis review, membuat halaman di facebook dan aktivitas lain yang bertujuan untuk mempromosikan produk secara cuma-cuma. 

Kalau sudah kenal, dekat, dan jatuh cinta dengan produknya pasti segala sesuatunya akan dilakukan secara sukarela demi ayang tercinta bahagia, hehe.

Baca juga: Strategi affiliate marketing untuk membantu memaksimalkan pemasaran komunitas

Jenis comunnity marketing - Photo by wojtek paczes from www.pexels.com
Jenis comunnity marketing – Photo by wojtek paczes from www.pexels.com

Jenis-Jenis Community Marketing

Mengutip dari laman inmarketing.id, community marketing terbagi menjadi dua jenis, yakni organic community marketing dan satu lagi akan kita bahas setelah pesan-pesan berikut ini. Lanjuttt! 

Organic Community Marketing

Organic Community Marketing adalah salah satu bentuk pemasaran komunitas yang dibentuk oleh konsumen tanpa melibatkan admin dari sebuah brand tersebut. Misalnya, kita ambil contoh dari brand eiger. Para konsumen atau pengguna alat-alat outdoor dari eiger, mereka bisa saja membuat grup Facebook atau forum diskusi online untuk saling sharing seputar produk yang mereka gunakan.

Jenis pemasaran komunitas yang satu ini sangat rentan terjadi penyalahgunaan nama baik dari brand tersebut loh. Orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau kompetitor dari bidang bisnis yang sama, bisa saja menjelek-jelekkan produk tersebut lewat interaksinya di grup Facebook atau forum diskusi online. Untuk itu penting sekali adanya pengawasan dari tim marketing brand untuk mengawasi jenis community marketing satu ini. 

Sponsored Community Marketing

Jenis pemasaran komunitas yang terakhir, yakni Sponsored Community Marketing. Suatu komunitas yang sengaja dibuat oleh sebuah brand untuk para konsumennya. Disini, konsumen bisa langsung berinteraksi dengan admin brand tersebut untuk menyampaikan keluh kesahnya. Sehingga hal-hal negatif yang berkaitan dengan produk tersebut bisa langsung diawasi oleh admin untuk mencegah pencemaran nama baik.

Baca juga: Strategi social proof untuk meningkatkan kepercayaan toko online 

Saran mimin sih kalau kamu mau bangun community marketing di media sosial, ada baiknnya lewat platform facebook, twitter, dan instagram. Selain itu buatlah konten yang menghibur untuk mencairkan suasana komunikasi yang kaku dan buatlah konten seputar percintaan yang bisa bikin galau dan kasmaran bersama dengan para konsumen yang akan kamu bangun lewat komunitas.

Nah itu dia ulasan mengenai strategi community marketing yang bisa rekan-rekan BisnisOn terapkan. Seperti yang kita ketahui, jumlah follower di media sosial terutama di Instagram seakan menjadi kelas sosial yang memberikan kesan seberapa kredible atau terkenalnya akun komunitas tersebut.

Untuk mendapatkan jumlah followers Instagram dan media sosial lainnya, mimin ada solusinya nih. Caranya dengan order di www.bisnison.com disitu kamu bisa konsultasi atau tanya-tanya dahulu seputar sosial media marketing dengan customer service kami yang cantik-cantik! Bila beruntung, kamu bisa menggebetnya loh. Xixi.

Promosi - www.bisnison.com