Halaman tentang kami toko online yang membuat pembeli percaya adalah halaman yang menjawab siapa sebenarnya yang berjualan, di mana usahanya berada, dan ke mana pembeli bisa menghubunginya. Pembeli baru membukanya karena di website sendiri tidak ada nama besar marketplace yang ikut menjamin transaksi.

Isi halaman tentang kami sebaiknya memuat nama usaha yang sama dengan domain dan akun media sosial, cerita singkat siapa pemiliknya, kota atau alamat tempat usaha beroperasi, kontak yang benar-benar dibalas, dan bukti legalitas seperti NIB kalau sudah ada. Setiap keterangan di halaman itu harus bisa dicek sendiri oleh pembeli.

Artikel terkait: Keamanan Website Bukan Cuma soal Teknis, Tapi soal Kepercayaan yang Terlihat

Kenapa Pembeli Baru Membuka Halaman tentang Kami sebelum Membayar?

Pembeli baru membuka halaman Tentang Kami karena ia sedang menimbang risiko mentransfer uang ke toko yang belum pernah dikenalnya. Di marketplace, rasa aman itu dipinjam dari platform lewat rating toko, ulasan, dan jalur komplain. Di toko online milik sendiri, pemilik usahanya yang harus menunjukkan semua itu.

Pertanyaan pembeli biasanya sederhana. Ini usaha sungguhan atau bukan, dan siapa yang bisa dihubungi kalau barang tidak datang?

Mesin pencari membaca halaman ini dengan logika yang mirip. Panduan konten Google Search Central menyebut keterangan latar belakang situs, misalnya lewat halaman About, sebagai salah satu tanda konten layak dipercaya. Jadi halaman Tentang Kami dibaca dua kali, oleh calon pelanggan dan oleh Google.

Apa Saja Isi Halaman tentang Kami Toko Online?

Isi halaman Tentang Kami toko online pada dasarnya identitas yang bisa diperiksa, ditambah sedikit cerita supaya pembeli tahu ada orang sungguhan di baliknya. Cerita tanpa identitas terasa seperti iklan, sedangkan identitas tanpa cerita terasa seperti formulir.

Artikel terkait: Siapa Penengah Sengketa Pembeli Kalau Kamu Jualan di Website Sendiri?

Lima bagian ini sebaiknya ada di halaman tersebut.

  • Nama usaha dan nama pemiliknya, ditulis sama dengan nama di domain, akun media sosial, dan rekening penerima pembayaran.
  • Cerita singkat soal kapan usaha dimulai, apa yang dijual, dan siapa yang mengerjakan pesanan.
  • Alamat lengkap kalau ada toko atau gudang, atau minimal kota tempat pesanan dikemas dan dikirim.
  • Nomor WhatsApp, alamat email, dan jam balas yang memang dijalankan setiap hari.
  • Nomor NIB kalau sudah terbit, plus tautan ke kebijakan pengiriman, pengembalian, dan privasi.

Bagian pertama paling sering terlewat. Nama usaha di halaman, domain, dan media sosial harus sama. Panduan kepercayaan pelanggan di Google Merchant Center juga meminta penjual memakai nama bisnis resmi yang sama di seluruh web dan menghindari ketidakcocokan antara nama domain dan nama bisnis terdaftar.

Nama di rekening penerima pembayaran ikut dicek pembeli yang teliti. Kalau rekeningnya atas nama pribadi, sebutkan nama itu sebagai pemilik usaha di halaman Tentang Kami supaya pembeli tidak kaget saat mentransfer.

Cara Menyusun Halaman tentang Kami dalam Satu Sore

Halaman Tentang Kami bisa selesai dalam satu sore asal bahannya dikumpulkan lebih dulu. Urutan kerjanya seperti ini.

  1. Kumpulkan data identitas, yaitu nama usaha, nama pemilik, alamat atau kota, nomor kontak, dan NIB kalau sudah terbit.
  2. Tulis dua sampai tiga paragraf cerita, mulai dari alasan usaha dibuka sampai produk yang paling sering dibeli pelanggan.
  3. Ambil foto asli pemilik, tempat produksi, atau proses mengemas pesanan dengan kamera ponsel.
  4. Pasang kontak dan jam balas, lalu uji sendiri dengan mengirim pesan dari nomor lain.
  5. Tautkan halaman kebijakan pengiriman, pengembalian, dan privasi di bagian bawah halaman.
  6. Pasang tautan halaman Tentang Kami di menu atas dan kaki halaman supaya mudah ditemukan.

Langkah ketiga sering diganti foto stok karena terlihat lebih rapi. Padahal foto sederhana dari dapur produksimu lebih meyakinkan daripada foto tim kantor yang jelas bukan milik tokomu.

Saran Google Merchant Center agar toko menyertakan halaman tentang kami untuk menunjukkan keaslian usaha

Halaman Bantuan Google Merchant Center tentang membangun kepercayaan pelanggan (support.google.com) Kunjungi halamannya di support.google.com

Saat dicek redaksi pada 2 November 2026, panduan Google yang sama menyarankan penjual menyertakan halaman tentang kami untuk menunjukkan keaslian usaha. Halaman yang sama meminta penjual menjelaskan cara pelanggan menghubungi tim dukungan dan menghindari teks atau gambar placeholder, karena situs jadi terkesan belum selesai.

Bagaimana kalau Usahamu Belum Punya Toko Fisik atau NIB?

Usaha yang belum punya toko fisik atau NIB tetap bisa membuat halaman Tentang Kami yang dipercaya, asal yang ditulis jujur. Tulis kota tempat usahamu beroperasi walau belum punya toko. Kalimat contoh seperti "pesanan kami kemas dari rumah di Sleman" lebih meyakinkan daripada alamat kantor yang tidak bisa didatangi.

Soal identitas resmi, Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang perdagangan melalui sistem elektronik meminta para pihak memiliki, mencantumkan, atau menyampaikan identitas subjek hukum yang jelas, seperti dirangkum Sekretariat Kabinet. Situs OSS menyebut Nomor Induk Berusaha atau NIB sebagai identitas resmi untuk memulai atau menjalankan usaha di Indonesia.

Kalau NIB sudah terbit, tulis nomornya di halaman Tentang Kami. Situs OSS juga menyediakan menu pencarian data NIB pelaku usaha, sehingga nomor itu bukan sekadar hiasan. Kewajiban perizinan tiap jenis usaha berbeda, jadi cek langsung ke OSS atau dinas terkait sebelum menulis klaim legalitas apa pun.

Kesalahan yang Membuat Halaman tentang Kami Justru Dicurigai

Halaman Tentang Kami justru dicurigai kalau isinya tidak cocok dengan kenyataan yang ditemukan pembeli. Kebijakan Pernyataan tidak benar di Google Merchant Center menggolongkan penyampaian identitas, nama bisnis, atau informasi kontak yang salah sebagai praktik bisnis yang tidak dapat diterima.

Kebijakan Google Merchant Center yang melarang identitas, nama bisnis, atau informasi kontak yang salah

Contoh praktik yang dilarang di kebijakan Pernyataan tidak benar Google Merchant Center (support.google.com) Kunjungi halamannya di support.google.com

Kebijakan yang sama juga melarang penjual menampilkan alamat fisik palsu atau alamat virtual sebagai kantor pusat, padahal usahanya berjalan dari wilayah yang tidak disebutkan. Bagi pemilik usaha kecil, pelajarannya sederhana. Jangan menulis alamat yang bukan tempat usahamu berjalan.

Kesalahan lain sering terjadi tanpa sengaja. Nomor WhatsApp di halaman sudah tidak aktif, foto tim diambil dari situs foto gratis, atau tertulis klaim "terpercaya sejak lama" tanpa bukti apa pun. Satu kejanggalan seperti itu cukup membuat pembeli menutup tab dan kembali ke marketplace.

Artikel terkait: Website Baru Sepi Testimoni? Ini Cara Membangun Social Proof untuk Konversi Langsung

Sebelum menulis ulang halamanmu, coba satu hal minggu ini. Minta teman yang belum pernah membeli membuka halaman Tentang Kami tokomu, lalu tanyakan apakah ia tahu siapa pemiliknya, di kota mana usahanya, dan ke mana harus mengadu kalau pesanan bermasalah. Setiap pertanyaan yang tidak bisa ia jawab adalah bagian yang perlu kamu tambahkan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya halaman tentang kami dan halaman kontak?

Halaman tentang kami menjelaskan siapa pemilik usaha, cerita singkatnya, dan bukti bahwa usaha itu nyata, sedangkan halaman kontak berisi cara menghubungi toko seperti nomor WhatsApp, email, formulir, dan jam layanan. Panduan situs Google Merchant Center meminta informasi kontak ditampilkan dengan jelas di situs, jadi cantumkan ringkasan kontak di keduanya.

Apakah toko rumahan perlu menulis alamat lengkap?

Toko rumahan tidak harus menampilkan alamat rumah lengkap kalau pemiliknya khawatir soal privasi. Yang penting keterangannya jujur, misalnya menyebut kota dan menjelaskan bahwa pesanan dikemas dari rumah. Jangan menggantinya dengan alamat kantor virtual yang bukan tempat usaha berjalan, karena kebijakan Google untuk penjual menggolongkannya sebagai pernyataan tidak benar.

Berapa panjang halaman tentang kami yang ideal?

Tidak ada angka baku untuk panjang halaman tentang kami. Panduan menulis halaman About dari Wix menyarankan sekitar 150 sampai 400 kata, cukup untuk identitas, cerita singkat, dan kontak. Ukuran yang lebih berguna adalah apakah pembeli baru sudah tahu siapa penjualnya dan cara menghubunginya setelah selesai membaca.

Perlukah mencantumkan NIB di halaman tentang kami?

Mencantumkan NIB membantu pembeli memastikan usahamu terdaftar, karena NIB adalah identitas resmi pelaku usaha yang terbit lewat sistem OSS. Kalau NIB belum ada, jangan menulis nomor lain yang hanya terlihat resmi. Untuk perizinan yang berlaku bagi jenis usahamu, cek langsung ke OSS atau dinas terkait karena artikel ini bukan nasihat hukum.

Rujukan

  1. Bantuan Google Merchant Center, Membangun kepercayaan pelanggan, dicek 2 November 2026
  2. Bantuan Google Merchant Center, Pernyataan tidak benar, dicek 2 November 2026
  3. Bantuan Google Merchant Center, panduan persyaratan situs, dicek 2 November 2026
  4. Google Search Central, panduan konten yang bermanfaat, dicek 2 November 2026
  5. Sekretariat Kabinet RI, PP Nomor 80 Tahun 2019, 4 Desember 2019
  6. Sistem OSS, Nomor Induk Berusaha, dicek 2 November 2026
  7. Wix Blog, panduan halaman About, dicek 2 November 2026
  8. Foto sampul: Kredit foto ilustrasi: Vitaly Gariev di Unsplash

BisnisOn menulis panduan ini untuk pemilik usaha kecil dan memperbaruinya setiap ada perubahan aturan atau biaya. Pembaruan terakhir 2 November 2026.